Ryeowook
telah tiba di rumah, meskipun sebenarnya perasaannya masih agak takut. Ryeowook
pulang dengan wajah pucat.
“Ryeowook.
Kau Dari mana? Mengapa pulang begitu
sore?” tanya Donghae yang khawatir saat melihat Ryeowook yang sudah kembali ke
rumah.
Ryeowook
tak menjawab dan memilih untuk diam. Ia pun hendak melangkahkan kakinya lagi
menuju kamarnya. Donghae menyadari dengan kelakuan Ryeowook yang agak aneh.
“Ryeowook.
Kamu kenapa? Wajahmu?” tanya Donghae seraya memperhatikan wajah Ryeowook.
“Sudahlah
Donghae aku tidak apa-apa. Aku mau ke kamar dulu,” jawab Ryeowook dengan suara
yang agak lesu.
“Ada
apa lagi dengan dia? Aneh sekali,” gumam Donghae.
Astaga Tuhan~ mengapa kau mempertemukan
aku dengannya. Dugaanku benar, ternyata ia bukan manusia.
Batin Ryeowook. Ryeowook tak bisa melupakan kejadian tersebut dimana Ryeowook
hampir saja dimangsa oleh Yesung. Kini pikiran Ryeowook sangat kacau dan kini
Ryeowook enggan untuk kembali ke hutan itu lagi.
Sementara
itu Yesung terus merasa bersalah dengan dirinya. Akibat dirinya terkadang tidak
bisa mengendalikan dirinya, ia hampir saja menghilangkan nyawa seorang manusia.
Padahal ia sudah berjanji tidak akan menyakiti manusia lagi. Yesung terus saja
memikirkan Ryeowook dan terus menyesali perbuatannya.
Sudah
dua minggu Ryeowook dan Yesung tak saling bertemu. Kini Ryeowook sudah tak
mengingat lagi kejadian itu. Ryeowook merasa saat ini hidupnya jauh lebih baik.
Namun, ternyata Tuhan berkata lain Yesung dan Ryeowook tetap dipertemukan meski
pertemuan tersebut tak disengaja.
Ryeowook
dan Donghae tengah berjalan-jalan di sebuah taman yang tak jauh dari desa
Hahoe. Meski taman tersebut terlihat biasa saja tapi menurut Ryeowook taman itu
bisa membuat Ryeowook merasa lebih nyaman.
“Ryeowook.
Kau tunggu disini ya?” ucap Donghae.
“Kamu
mau kemana? Aku ikut,” ucap Ryeowook dengan sigap.
“Tidak
usah, kau tetap duduk disini. Aku akan segera kembali,” ucap Donghae seraya
mengecup kening Ryeowook. Ryeowook pun hanya mengangguk dan menurut. Donghae
langsung melesat pergi dan meninggalkan Ryeowook.
“Hemmm….
Ternyata kau disini juga?” tanya seseorang dengan suara baritone yang khas.
Ryeowook segera menoleh ke arah suara tersebut. Ryeowook membelalakkan matanya
saat melihat Yesung tengah berdiri di samping dirinya.
“Yesung~”
ucap Ryeowook. Ryeowook tak percaya jika yang dilihatnya itu benar-benar
Yesung. Setahu Ryeowook, Yesung itu selalu berdiam diri dalam hutan. Jadi mana
mungkin Yesung bisa berada di tempat ini. Tapi kali ini pemikiran Ryeowook
salah, yang dilihatnya memang benar-benar Yesung.
“Sudahlah
tak usah terkejut seperti itu. Aku memang Yesung,” ujar Yesung datar.
“Untuk
apa kau disini? Bukanlah seorang manusia sepertimu tidak suka tempat
keramaian?” tanya Ryeowook.
“Apa
aku tidak boleh ada disini? Aku hanya bosan saja selama bertahun-tahun tinggal
di hutan. Jadi aku ingin mencoba ke tempat ini,” jawab Yesung.
“Ryeowook~”
panggil Donghae seraya menghampiri Ryeowook.
“Kau
dari mana?” tanya Ryeowook.
“Ini
aku beli minuman untukmu,” jawab Donghae. Donghae penasaran dengan namja yang sedari tadi mengobrol dengan
Ryeowook. Donghae pun menatap Yesung dengan tatapan sinis.
“Ryeowook.
Aku pulang duluan,” ujar Yesung sembari menatap balik Donghae dengan tatapan
garang.
“Ryeowook,
namja itu siapa?” tanya Donghae yang
penasaran.
“Oh
itu temanku.”
“Hah?
Temanmu? Kau punya teman disini?”
“Ya,
sebenarnya dia yang telah membantuku saat aku tersesat waktu itu,” jawab
Ryeowook.
“Kau
merasa tidak ada yang aneh dengan teman barumu itu?” tanya Donghae lagi.
“A-apa?
A-aneh? Biasa saja,” jawab Ryeowook gugup.
“Yasudah
lebih baik sekarang kita kembali ke rumah. Kasihaan appa sendirian di rumah,”ucap Donghae dan Ryeowook pun hanya
mengangguk.
***
“Ahh
sial, mengapa harus mati lampu!” gerutu Donghae yang tadinya sedanng asyik
menonton tv.
Kangin
pun datang mengampiri Donghae sembari membawa lilin. Perlu langkah perlahan
saat membawa lilin di keadaan gelap seperti itu. “Hey~ tak usah menggerutu
seperti itu, wajar saja jika mati lampu, ini kan di pedalaman desa.”
Donghae
hanya terdiam dan ia tetap tak menyukai keadaan ini. Baru saja ia menonton
acara tv kesukaannya, tiba-tiba saja mati lampu. “Loh Ryeowook dimana?” celetuk
Donghae.
“Entahlah,
appa juga tak melihatnya. Mungkin dia
sedang tidur,” jawab Kangin santai.
“Tidur?”
gumam Donghae. Donghae pun segera pergi keluar, siapa tau Ryeowook ada di luar.
Tidak mungkin Ryeowook tidur jam segini.
Benar
saja dugaan Donghae, Ryeowook tengah berdiri di teras tempat pemukimannya.
Ryeowook terlihat sedang memikirkan sesuatu. Entah apa yang Ryeowook pikirkan,
sampai-sampai mati lampu di rumahnya tak tahu.
“Ryeowook,”
panggil Donghae seraya menepuk bahunya.
“Ah
Donghae,” ujar Ryeowook yang terkejut.
“Kamu
sedang apa? Melamun sendiri disini, sampai-sampai mati lampupun kamu tak tahu,”
sindir Donghae.
“Hah?
Mati lampu?” tanya Ryeowook seraya melihat ke arah belakangnya. Benar saja, ia
sangat terkejut melihat rumahnya sangat gelap. “Oh iya~ aku tidak sadar,”
ucapnya dengan wajah yang sangat innocent.
“Kamu
sedang mikirin apa?” tanya Donghae.
“Tidak..aku
tidak memikirkan apa-apa,” ucap Ryeowook yang menyangkal.
Tiba-tiba
Kangin datang dan tentu saja memutus pembicaraan mereka sejenak. “Donghae..bisa
tolong apa carikan kayu bakar?”
“Kayu
bakar? Untuk apa?” celetuk Donghae.
“Entah
kenapa suasana malam ini sangat dingin. Jadi appa hanya ingin menghangatkan badan,” jawab Kangin.
“Baiklah,”
ucap Donghae dan hendak berjalan ke dalam hutan.
“Donghae,
aku ikut ya?” tanya Ryeowook.
“Jangan
kau di rumah saja. Di hutan sana sangat gelap, lagipula berbahaya,” jawab
Donghae.
‘”Ayolah~~
tak apa. Mana mungkin aku membiarkanmu di dalam sana sendirian,” ucap Ryeowook.
Donghae
tak dapat menyangkal permintaan Ryeowook lagi. Apalagi jika Ryeowook sudah
memintanya dengan wajah polosnya. Hatinya tak dapat menolak. “Baiklah,” ucap
Donghae dengan terpaksa.
Merekapun
mulai memasuki hutan dengan perlahan dibantu dengan cahaya senter yang mereka
pegang. Disana amat sangat gelap dan udaranya sangat dingin.
‘Wuussttttt’
Sekelebat
bayangan hitam berrwujud manusia melaju dengan cepat. Ryeowook sangat terkejut
melihat bayangan tersebut. Ia berpikir bayangan tersebut adalah bayangan
Yesung. Namun, pemikiran Ryeowook salah, selain makhluk seperti Yesung masih
ada makhluk lain yang serupa dengan Yesung. Ryeowook pun segera mencari-cari
sosok tersebut. Tanpa Donghae sadari Ryeowook melangkah berlawanan dengan
Donghae, Ryeowook tak lagi ada di belakangnya.
Betapa
terkejutnya Ryeowook saat mendapati sosok misterius tengah berdiri membelakangi
Ryeowook. “Yesung?” panggil Ryeowook dengan ragu-ragu.
Sosok
namja misterus tersebut berbalik dan
menghadap ke arah Ryeowook seraya menyeringai. Dengan cepat sosok mesterius
tersebut menghempit tubuh Ryeowook ke pohon. Wajah namja tersebut sama seperti saat Yesung ingin memangsanya. Namun,
wajah namja tersebut lebih mengerikan
dibanding Yesung.
Ryeowook
nampak tak berdaya. “S-siapa kau?” tanya Ryeowook dengan raut wajah ketakutan. Namja tersebut tak menjawabnya dan terus
menatap Ryeowook dengan tajam dan nanar sembari menyeringai. Kali ini Ryeowook
benar-benar ketakutan karena namja tersebut tak segan-segan memperlihatkan
taringnya yang sangat tajam.
“Aaaaaaaaaaaa!”
Ryeowook berteriak sekeras mungkin.
“Ryeowook,”
ucap Donghae yang baru menyadari bahwa Ryeowook tak lagi ada di belakangnya. “RYEOWOOK!”
teriak Donghae yang panik sembari mencari-cari Ryeowook.
Sementara
itu, Yesung yang mendengar suara teriakkan tersebut segera berlari dengan
cepat. Yesung sangat yakin itu adalah suara Ryeowook sebab insting Yesung
sangat kuat. Kedatangan Yesung sangat tepat waktu, untung saja namja tersebut belum sempat melukai
Ryeowook.
Yesung
langsung menghajar namja tersebut.
Seketika tubuh namja tersebut
terlempar ke tas tanah. Yesung begitu sangat terkejut karena namja tersebut
sangat ia kenal. Kyuhyun itulah nama namja
tersebut. Mereka berdua saling bermusuhan, sampai-sampai permusuhan tersebut
membuat mereka harus terbuang di dunia manusia. Tapi Yesung heran, mengapa
Kyuhyun bisa berada di dunia manusia? Padahal bertahun-tahun Yesung tinggal
disini, mereka tak pernah bertemu dan baru kali ini mereka dipertemukan
kembali.
“Kyuhyun,”
ucap Yesung yang membelalakkan matanya. “Mengapa kau bisa disini?”
“Ini
juga karena ulahmu Kim Yesung,” jawab Kyuhyun sinis. Kyuhyun pun langsung
melesat pergi.
Yesung
menatap Ryeowook yang terlihat masih ketakutan. “Ryeowook, kamu tidak apa-apa
kan?” tanya Yesung yang khawatir. Ryeowook pun menanggapinya hanya terdiam.
“RYEOWOOK!!”
teriak Donghae yang terus mencari Ryeowook.
“Itu
suara saudaramu kan. Temui dia, jangan buat dia khawatir,” ucap Yesung dan
Yesung pun segera melesat pergi dengan cepat. Sementara itu, Ryeowook segera
berlari menemui Donghae.
“Ryeowook~
kau kemana saja?” tanya Donghae yang khawatir.
“Tidak,
tadinya aku hanya ingin membantumu mencari kayu bakar,” jawab Ryeowook yang
mengelak.
“Yasudah,
sekarang kita pulang. Aku sudah dapat kayu bakarnya,” ucap Donghae. Sesekali
Donghae menatap wajah Ryeowook yang begitu pucat dan ketakutan. Donghae takut
sesuatu terjadi telah terjadi pada dirinya. “Ryeowook kau tidak apa-apa kan?”
“Aniya~ yasudah ayo kita pulang.”
Ryeowook
tak menyadari bahwa Yesung sedari tadi terus memperhatikannya dari balik pohon.
“Aku harus melindungi Ryeowook. Aku tak mau kejadian seperti ini terulang
lagi,” gumam Yesung.
***
“Yesung
apa yang kau lakukan disini?” tanya Ryeowook yang terkejut saat melihat Yesung
tengah berdiri di depan rumahnya.
“A-aku
hanya sekedar melihat-lihat saja,” jawab Yesung asal. Padahal sebenarnya Yesung
sangat khawatir dengan Ryeowook dan semalaman Yesung berdiri di depan rumahnya
hanya untuk menjaga Ryeowook. Yesung takut Kyuhyun akan melampiaskan dendamnya
pada Ryeowook.
Hanya sekedar melihat-lihat? Memangnya
rumahku tempat wisata? Pikir Ryeowook. Ryeowook tak tahu bahwa
Yesung mengetahui apa yang dipikirkan Ryeowook. Yesung pun terkekeh
mendengarnya.
“Bukan
tempat wisata tapi lebih tepatnya pameran lukisan,” celetuk Yesung. “Yasudah
lah aku mau kembali ke hutan. Sampai nanti.”
“Hah?
D-dia bisa baca pikiranku. Astaga,” ucap Ryeowook yang tercengang.
Akhir-akhir
ini Yesung menjadi sangat protektif dengan Ryeowook. Meski sebenarnya Ryeowook
tak mengetahui bahwa selama ini Yesung selalu menjaganya. Yesung hanya tak
ingin semua yang ia takuti terjadi.
Benar
saja dugaan Yesung. Kyuhyun datang ke rumah Ryeowook. Untung saja Yesung masih
berjaga-jaga di sekitar sana. Dengan sigap Yesung langsung menubruk tubuh
Kyuhyun dengan kuat. Kyuhyun yang menyadari serangan Yesung, dengan cepat
menyerang balik Yesung. Akhirnya mereka berdua terlibat pertengkaran yang
hebat.
Ryeowook
tersadar dari tidurnya karena mendengar suara berisik di depan rumahnya.
Ryeowook pun mengintip dari tirai jendelanya. Ryeowook terkejut seraya
membelalakkan matanya. “Hah? Yesung?” gumamnya. Ryeowook pun langsung keluar
dengan tergopoh-gopoh.
“HEY
BERHENTI!!” tegas Ryeowook.
“Ryeowook,”
ucap Yesung.
“Yesung,
apa yang kau lakukan disini?” tanya Ryeowook.
“A-aku…”
belum sempat meneruskan kalimatnya. Kyuhyun dengan sigap langsung melesat
mengunci tubuh Ryeowook.
“Eh~
apa-apaan ini,” protes Ryeowook. Kyuhyun pun hanya menyeringai dan tanpa
berkata apapun Kyuhyun langsung melesat pergi ke dalam hutan. Yesung pun segera
mengejar Kyuhyun.
“Lepaskan
dia Kyu~ dia tak ada sangkut pautnya dengan permusuhan kita!”
Kyuhyun
pun menghentikan lanngkahnya dan ia langsung menurunkan Ryeowook dari
cengkeramannya. Dengan wajah yang garang Kyuhyun menatap Yesung dengan tatapan
angkuh.
“Apa?
Tidak ada sangkut pautnya? Baiklah kalau begitu, aku akan menjadikannya masuk
dalam permasalahan kita,” ucap Kyuhyun sinis dan tentu saja dengan
seringaiannya.
“Maksudmu?”
tanya Yesung yang tak mengerti.
“Yesung
kau lupa dengan apa yang sudah kau lakukan pada Sungmin. Aku tak bisa terima
itu. Kau penghianat Kim Yesung!” tergas Kyuhyun.
“MWO?! Penghianat? Ayolah Kyu jangan
seperti ini,” ujar Yesung.
Kyuhyun
pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya seraya menunjukkan wajahnya yang
begitu kesal dengan Yesung. Ia menganggap Yesung penyebab dari kejadian itu,
kejadian yang tak akan pernah Kyuhyun lupakan. Tanpa berkata apapun Kyuhyun
langsung pergi dan meninggalkan mereka.
Sementara
Ryeowook yang masih berada di tempat tersebut hanya tercengang. Ia tak mengerti
permasalahannya, tapi mengapa ia harus ikut dalam masalah ini. Yesung tahu apa
yang saat ini Ryeowook pikirkan. Rasa bingung dan juga ketakutan.
Yesung
pun langsung menghampiri Ryeowook dan menggenggam tangannya. “Kau akan
baik-baik saja. Kau tak usah cemas,” ucap Yesung layaknya pria sejati yang mengucap
janji untuk melindungi kekasihnya. Ryeowook hanya termenung dan menatap Yesung
dalam-dalam.
“Y-yasudah.
Aku akan antar kau pulang,” ucap Yesung yang gugup.
“Gomawo~ sudah menngantarku pulang,” ucap
Ryeowook seraya tersenyum. Yesung pun hanya membalasnya dengan senyuman kecil.
“Baiklah
aku masuk,” ucap Ryeowook seraya melangkahkan kakinya ke depan rumahnya.
Ryeowook
tak menyadari bahwa Yesung tetap berdiri di depan rumah meski Ryeowook sudah
masuk ke dalam rumahnya. Yesung telah berjanji bahwa dia akan melindungi
Ryeowook. Jadi, ia akan terus menjaga
Ryeowook seterusnya.
***
Matahari
yang cerah membuat Ryeowook terbangun pagi-pagi sekali. Kali ini Ryeowook
berencana akan ke hutan menemui Yesung dan tentu saja Ryeowook akan
membawakannya makanan.
“Na..na..na..na..”
Pagi itu membuat Ryeowook sangat bersemangat, sampai ia tak menyadari bahwa ia bernyanyi
sembari memasak. Donghae yang mendengar suara yang tak asing lagi baginya,
segera menghampiri asal suara tersebut.
“Ryeowook?”
“Selamat
pagi Donghae. Aku sudah siapkan sarapanmu di meja makan,” ucap Ryeowook.
“Tumben
sekali kau memasak sarapan jam segini. Biasanya kau kan belum bangun,” celetuk
Donghae seraya mencicipi satu per satu makanan yang baru saja dibuat Ryeowook.
“Yah~
sesekali tak apa kan? Lagipula aku kasian dengan ahjusshi yang selalu bangun pagi membuatkan kita sarapan,” ucap
Ryeowook.
“Ya
sering-sering saja kau seperti ini. Lagipula makanan buatanmu lebih enak,” ucap
Donghae. Ryeowook pun hanya tersenyum dan terus fokus pada masakannya. “Itu
makanan untuk siapa? Mengapa banyak sekali? Menurutku, ini saja cukup untuk
sarapan,” sambung Donghae.
“Emmm~
ini bukan untuk sarapan kita,” ucap Ryeowook.
“Lalu?”
tanya Donghae.
“Emmm…i-ini
untuk temanku,” jawab Ryeowook terbata-bata.
“Temanmu?
Hemm~ temanmu yang namja itu?”
“Ya.”
“Untuk
apa kau membawakan makanan untuknya? Memang kau siapanya?”ucap Donghae dengan
nada sedikit sinis.
“Kau
kenapa? Kau marah? Sudahlah~ dia itu hanya temanku dan dia sedang sakit. Jadi,
rencanya aku ingin menjenguknya,” ucap Ryeowook yang berbohong. Donghae pun
terdiam.
“Baiklah,
aku harus pergi sekarang,” ucap Ryeowook yang terburu-buru.
“Eh
mau kemana?” tanya Donghae.
“Kan
aku sudah bilang, aku akan pergi ke rumah temanku.”
“Aku
antar ya?”
“Tak
usah. Lebih baik kau sarapan ya. Aku pergi dulu. Bye.”
Dongahe
yang penasaran, langsung mengikuti Ryeowook dari belakang. Tiba-tiba saja
Kangin datang mengejutkan Donghae. “Kau mau kemana?”
“A-aku…”
“Dimana
Ryeowook? Tadi appa lihat di kamarnya
ia tak ada,” tanya Kangin.
“Dia
pergi menjenguk temannya yang sakit,” jawab Donghae datar dan ia pun segera
pergi ke ruang makan.
‘Tok..tok..tok’
Sepuluh
menit Ryeowook berada di depan rumah Yesung. Namun, tak ada sahutan dari dalam
rumah Yesung. “Yesung kemana sih?” gerutu Ryeowook.
“Loh~
Ryeowook?” panggil Yesung.
Sosok
namja yang ditunggu-tunggu Ryeowook akhirnya pun datang. “Yesung, kau kemana
saja? Mengapa lama sekali?” ucap Ryeowook dengan kesal.
“Aku
hanya berjalan-jalan sembari mencari makanan. Apa yang kau lakukan disini?
Bukankah aku sudah bilang, tak seharusnya kau kembali kesini,” tegas Yesung.
“Ne~ aku tahu. Tapi aku datang hanya
untuk membawakan ini,” ucap Ryeowook seraya menodorkan bungkusan yang berisi
makanan.
“Apa
ini?”
“Itu
makanan. Hemmm~~ sebenarnya ini tanda terima kasih, karena kau sering
menolongku.”
Yesung
pun hanya tersenyum tipis mendengarnya. “Yasudahlah~ ayo masuk,” ajak Yesung.
“Tak
usah, aku langsung pulang saja,” jawab Ryeowook singkat.
“Benarkah?
Sudahlah mampir saja dulu ke rumahku. Aku janji akan mengantarmu pulang,” ucap
Yesung. Lama-kelamaan Ryeowook pun ikut ajakan Yesung.
Ryeowook
menjajahkan kakinya di rumah yang sudah tak asing lagi baginya. Rumah yang
terasa sejuk, lembap, dan juga terasa nyaman.
“Hey~
mengapa kau terlihat canggung seperti itu? Tenang saja aku tak akan melukaimu
lagi,” ucap Yesung seraya tersenyum. Dengan raut wajahnya yang polos Ryeowook
pun akhirnya duduk.
“Ryeowook~
kamu harus secepatnya pergi dari sini,” ucap Yesung datar seraya langsung duduk
di sebelah Ryeowook.
“Mengapa?
Liburanku masih panjang,” protes Ryeowook.
“Aku
takut dia akan mengincarmu lagi,” jawab Yesung.
“Dia?
Maksudmu temanmu yang seram itu?” tanya Ryeowook dengan wajah innocent-nya.
Yesung pun hanya mengangguk tanda mengiyakan.
“Emmm
sebenarnya hubunganmu dengan dia apa? Sepertinya ia sangat dendam denganmu,” tanya
Ryeowook dengan ragu-ragu.
“Ya.
Ia memang ingin balas dendam,” timpal Yesung.
Flashback POV
Yeoja cantik dengan
rambut terurai duduk termenung di bawah pohon besar. Dari kejauhan Yesung
memperhatikan yeoja tersebut dan
selang waktu beberapa detik, Yesung segera menghampiri yeoja cantik tersebut.
“Sungmin~”
panggil Yesung dengan lembut.
“Yesung
oppa,” ucap Sungmin dengan senyumannya yang manis. “Waeyo?” sambung Sungmin.
“Aniya. Aku hanya bingung saja melihatmu
yang dari tadi melamun. Memangnya apa yang kau pikirkan?” tanya Yesung.
Sungmin
menghela napas dalam-dalam sebelum berbicara. “Aku heran, mengapa aku ini
terlahir tidak jadi vampir seutuhnya malahan aku harus jadi manusia,” jelas
Sungmin.
“Kau
itu memang vampir Sungmin, hanya saja kamu tubuhmu itu separuh manusia. Kau
jangan menganggap masalah ini dengan serius ya?” ujar Yesung dengan lembut
seraya mengelus rambut Sungmin.
“Tentu
saja hal ini menjadi serius. Kau kan tahu aku separuh manusia dan aku akan terus
tumbuh dengan sendirinya. Bahkan nanti aku akan tua. Aku tak ingin tua,” ucap
Sungmin.
“Kau
tua ataupun muda. Kau akan tetap menjadi adikku yang paling cantik,” ujar
Yesung yang menghiburnya.
Sungmin
hanya tersenyum mendengarnya, meskipun ia agak sedikit tidak suka dengan
perkataan Yesung yang ‘menjadi adikku.’ Ia tak ingin dianggap seorang adik, ia
ingin lebih dari itu.
Bahkan
sebenarya ia sangat menyukai Yesung bahkan ia sangat mencintainya. Tetapi hal
tersebut belum diketahui oleh Yesung dikarenakan Sungmin tak pernah
menceritakan masalah perasaannya langsung kepada Yesung.
Kyuhyun
adalah satu-satunya oranng yang tahu akan hal itu. Sungmin sering bercerita
dengan Kyuhyun karena Sungmin menganggap Kyuhyun adalah teman terbaiknya.
Ternyata di balik itu, Kyuhyun lah yang sebenarnya sangat mencintai Sungmin,
tetapi Sungmin tak pernah tahu hal tersebut dan selama ini Sungmin hanya
menganggap Kyuhyun hanya sebatas temannya.
Kyuhyun
harus memendam perasaannya itu dan harus merasakan pahitnya bahwa cintanya tak
akan pernah bisa menyatu dengan Sungmin. Tiap kali ia ingin berdekatan dengan
Sungmin, pasti selalu ada Yesung disamping Sungmin. Itulah yang membuat Kyuhyun
sangat membenci Yesung.
***
“Hyung,”
panggil Kyuhyun yang tengah berdiri membelakangi tepat di depan Yesung.
Yesung pun yang tengah berjalan, segera menghentikan langkahnya.
“Ne. Waeyo?” tanya Yesung dengan riang.
‘Bruuukkkk’
Dengan
cepat Kyuhyun berbalik arah dan langsung menubruk tubuh Yesung. Yesung pun
terjatuh di atas tanah. “Kyu apa-apaan ini?” bentak Yesung berontak yang
melihat kelakuan Kyuhyun.
“Kau
harus mati hyung!” ujar Kyuhyun
dengan tatapan nanar. Yesung sulit melepaskan dirinya, karena kini tubuhnya
seakan telah dikunci oleh Kyuhyun.
“Apa
maksudmu?!” tanya Yesung dengan garang.
“Seharusnya
kau sudah tahu hyung. Aku sangat
membencimu hyung!” tegas Kyuhyun.
“Benci?
Kau benci kenapa?” tanya Yesung sembari kembali berontak, tapi percuma saja
tubuhnya benar-benar telah terkunci dan Yesung seakan tak berdaya. Kyuhyun tak
pernah seperti ini sebelumnya, kali ini ia benar-benar sangat marah bahkan
Yesung saja tak mampu membalas serangannya.
“Mengapa
kau selalu mendekati Sungmin? Kau tahu, aku sangat mencintai dia. Kau tega
lakukan ini!” ucap Kyuhyun yang semakin garang.
“Mwo? Kau salah paham, aku hanya
menganggap Sungmin sebagai adikku,” jawab Yesung yang terus berontak dan
alhasil Yesung mampu melepaskan diri dari Kyuhyun. “Sudahlah Kyu, kita tak
seharusnya bertengkar seperti ini. Aku tak ada perasaan apapun dengan Sungmin,”
sambung Yesung.
“Kau
bohong hyung,” ucap Kyuhyun dengan
tatapan matanya yang merah dan nanar seakan seperti api yang sedang berkobar
dalam dirinya.
“Sudahlah
Kyu. Jika kau sangat mencintai Sungmin lebih baik kau terus terang padanya.
Jangan seperti ini!” ujar Yesung.
Kyuhyun
pun hanya terdiam. Selama ini ia takut mengungkapkan perasaannya itu pada
Sungmin karena Kyuhyun tahu yang sebenarnya dicintai Sungmin bukanlah dia
melainkan Yesung.
“Percuma
saja jika aku mengungkapkan perasaanku. Karena yang dicintainya bukanlah aku,”
jelas Kyuhyun.
“Maksudmu
siapa?” tanya Yesung yang penasaran.
“Kau hyung,” jawab Kyuhyun dengan datar.
“M-mwo? A-aku? Tak mungkin. Aku pikir dia
hanya menganggapku seperti kakaknya,” ucap Yesung.
“Perkiraanmu
salah hyung. Dia sangat mencintaimu.
DAN BUKAN AKU YANG DIA CINTAI!” bentak Kyuhyun.
“Lalu
kau mau apa? Kau mau membunuhku? Jika kau membunuhku, dia akan sangat benci
padamu,” ujar Yesung yang sinis.
Perkataan
Yesung tersebut, bukan meredam amarah Kyuhyun melainkan menambah kebencian
Kyuhyun padanya. Bahkan Kyuhyun tak segan-segan menghajar Yesung saat itu juga.
Pertengkaran
pun akhirnya terjadi. Yesung yang sebenarnya tak ingin melukai Kyuhyun,
akhirnya ia terpaksa harus melawan semua serang dari Kyuhyun. Bahkan Yesung
mampu melumpuhkan Kyuhyun.
‘Brukkk’
Lagi-lagi
Kyuhyun terjatuh di atas tanah dengan menahan rasa yanng amat sakit. Ia harus
mengakui kekalahannya saat menghadapi Yesung. Yesung pun tak tega melihat
Kyuhyun terkapar tak berdaya.
“Jeongmal mianhae Kyu. Aku tak bermaksud
melukaimu,” ucap Yesung yang menyesal dan hendak menolong Kyuhyun yang sudah
tak berdaya. Namun, Kyuhyun tak ingin ditolong oleh Yesung.
“Aku
tak perlu bantuanmu,” ucap Kyuhyun dan Kyuhyun langsung melesat pergi dengan
cepat sembari menahan rasa sakitnya itu.
Ya Tuhan sadarkanlah dia dengan
perbuatannya. Aku menyesal Tuhan, telah menyakitinya,batin
Yesung.
Kyuhyun
segera tiba dirumahnya sembari terus merintih. “Kim Yesung sialan! Aku akan
balas nanti,” geram Kyuhyun.
Kyuhyun
hanya memerlukan waktu beberapa menit untuk dapat menghilangkan rasa sakit
lukanya itu. Ia adalah seorang vampir, jadi rasa sakitnya itu dapat ia obati
dengan cepat tanpa memerlukan obat-obatan.
Yesung
berjalan dengan langkahnya yang gontai. Ia masih terus teringat dengan kejadian
tersebut. Ia tak ingin pertemanannya dengan Kyuhyun harus rusak hanya karena
masalah seperti ini. Tiba-tiba saja yeoja
berkulit putih ini langsung memeluk Yesung dari belakang. Dengan hati-hati
Yesung melepaskan pelukan Sungmin.
“Oppa kau kenapa? Apa aku salah?” tanya
Sungmin dengan wajahnya yang innocent.
“Tidak.
Kau tidak salah,” jawab Yesung.
“Apa
yang terjadi denganmu? Kau terlihat banyak pikiran?” tanya Sungmin yang mampu
menebak perasaa seseorang hanya dengan sekejap.
“Aku
tidak apa-apa Sungmin. Aku hanya mengantuk. Semalam aku tak tidur karena harus
mencari buruan,” jawab Yesung menyangkal. Yesung pun segera masuk ke dalam
rumahnya. Sungmin tahu bahwa Yesung berbohong padanya. Ia mampu mengetahui itu
dari sorot mata Yesung.
“Huhhh,”
Yesung langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya. Kejadian itu membuat
pikiran Yesung menjadi kacau. Tiba-tiba Sungmin muncul tepat disebelah Yesung
berbaring.
“Hah?
Sungmin? Kapan kau masuk kamarku?” tanya Yesung terkejut dan langsung bangkit
dari tidurnya.
“Kau
lupa, aku kan vampir jadi aku bisa melakukan apa saja,” jawab Sungmin santai.
“Oh
iya. Hemm…ada apa?” tanya Yesung.
“Sebenarnya
kau kenapa oppa? Aku tahu kau
berbohong dengan alasanmu tadi,” ucap Sungmin.
Yesung
terdiam. Ia tak bisa menyangkal lagi. Kini ia hanya menunduk tanpa berkata
apapun.
“Oppa~ sebenarnya ada apa? Ceritakan,”
desak Sungmin.
“Ahh aniya. Sudahlah aku ingin tidur dulu,”
ucap Yesung seraya langsung merebahkan tubuhnya kembali di tempat tidurnya.
Sungmin hanya bisa menghela napas dalam-dalam dan akhirnya Sungmin pun keluar
dari kamar Yesung dengan perasaannya yang cemas.
Sungmin
melihat Kyuhyun berjalan dengan langkah cepat dan dengan ekspresi kesal.
Sungmin pun segera menghampiri Kyuhyun. “Kyuhyun. Kau dari mana?” tanya
Sungmin. Kyuhyun tidak menjawab dan langsung melanjutkan langkahnya kembali.
“Aneh
sekali. Ya ampun hari ini mengapa orang yang aku temui semuanya aneh,” gumam
Sungmin seraya menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
***
Yesung,
Kyuhyun dan Sungmin tengah berjalan menelusuri hutan untuk memulai perburuannya
di hari yang senja itu.
Tiba-tiba
sekelebat bayangan hitam melaju dengan cepat. Yesung, Kyuhyun dan Sungmin sudah
menyadari bahwa ada sosok lain yang mengintai mereka. Yesung dan Kyuhyun segera
melindungi Sungmin. Mereka tahu, kedatangan sosok asing yang serupa tersebut
dikarenakan keberadaan Sungmin.
“Sungmin
lebih baik kau pergi dari sini,” ucap Yesung.
Kyuhyun
dan Yesung tetap berjaga-jaga dan benar saja saat Sungmin ingin melarikan diri
tiba-tiba sosok tersebut sudah muncul di hadapan mereka. Lima sosok vampir yang
selalu haus darah dan terlihat ganas. Mereka sudah lama mengintai Sungmin
karena tubuh Sungmin yang separuh manusia. Menurut mereka, setiap vampir yang
memiliki separuh tubuh manusia harus dibunuh, karena bisa membahayakan makhluk
vampir lainnya.
“Pergi
dari sini! Tak ada gunanya kalian disini!” tegas Kyuhyun.
“Baiklah,
aku akan pergi tapi serahkan yeoja
itu padaku,” ucap salah satu kawanan vampir yang terlihat sangat ganas itu.
“Kau
ingin dia. Langkahi dulu kami,” ucap Kyuhyun.
Lima
kawanan vampir tersebut terlihat tambah sangat garang. Tak lama kemudian mereka
akhirnya memulai pertarungan. Yesung dan Kyuhyun bertarung sekuat tenaga untuk
melindungi Sungmin. Sedangkan Sungmin tak bisa berbuat apa-apa. Kini ia hanya
bersembunyi dibalik pepohonan besar sembari menyaksikan pertarungan tersebut dengan
rasa kekhawatiran.
Kyuhyun
dengan raut wajahnya yang garang mampu melumpuhkan beberapa dari kawanan
tersebut sedangakan Yesung harus mengakui kekalahannya. Salah satu dari kawanan
tersebut menyasat tubuh Yesung dengan pisau yang terlapisi dengan emas dan
perak. Menurut mereka itulah satu-satunya cara untuk membunuh seorang vampir.
Kyuhyun
yang sebenarnya sangat membenci Yesung. Kyuhyun yang kini sangat marah dan tak
bisa mengendalikan amarahnya lagi segera membalaskan perlakuan dari kawanan
vampir tersebut. Kyuhyun dengan sigap merebut pisau tersebut dari tangan mereka
dan alhasil Kyuhyun mampu menyasat-nyasat tubuh kawanan vampir ganas tersebut
sampai mati.
Sungmin
segera berlari menghampiri Yesung yang terkapar tak berdaya. Kini Sungmin
sangat menyesali kejadian, ia menganggap karena dialah Yesung jadi seperti itu.
Dengan balutan air mata di wajahnya, Sungmin menggenggam tangan Yesung.
Entah
apa yang dipikirkan Sungmin. Sungmin langsung berlari ke arah Kyuhyun yang
masih terpaku memegang pisau tersebut. Sungmin merebut pisau tersebut dari
tangan Kyuhyun.
“Sungmin
apa yang kau…?” belum sempat melanjutkan ucapannya. Sungmin langsung menorehkan
pisau tersebut di tangannya. Darah mengucur dengan derasnya dari pergelangan
tangan Sungmin. Kyuhyun yang melihatnya sangat terkejut.
“Sungmin,
apa yang kau lakukan?! Kau ingin mati?! Bentak Kyuhyun sembari menopang tubuh
Sungmin yang sudah terlihat lemas. Sungmin pun langsung berlari ke arah Yesung.
Sungmin
berpikir rasa sakit yang amat mendalam yang ia rasakan tak sesakit dengan
penderitaan Yesung saat ini.
“Sungmin
kenapa kau…” ucap Yesung dengan napas yang terengah-engah. Sungmin langsung
mengucurkan darahnya tepat di mulut Yesung.
Yesung yang setengah sadar dan tanpa menyadari ia menelan darah yang diteteskan
oleh Sungmin. Ia tak menyadari jika itu adalah darah Sungmin.
Beberapa
menit kemudian Yesung kembali tersadar dan ia tak lagi mengalami rasa yang amat
sakit. Sementara itu Sungmin langsung terkapar di sebelah Yesung dengan tubuh
yang sangat lemas dan tak berdaya. Yesung tak menyadari jika Sungmin telah
meninggal.
“Sungmin kau kenapa? Sungmin bangun!” ucap
Yesung.
Kyuhyun
langsung membelalakan matanya. Ia tak sempat berpikir jika Sungmin akan
melakukan hal senekat itu. Kyuhyun pun segera menghampiri Sungmin. “KAU
BERENGSEK HYUNG,” bentak Kyuhyun
seraya menghajar wajah Yesung sekuat tenaga.
“KYU
KAU INI KENAPA?! DISAAT SEPERTI INI KAU MASIH INGIN BERTARUNG DENGANKU!” bentak
Yesung.
“Gara-garamu
Sungmin meninggal. Gara-gara kau juga Sungmin melakukan hal nekat seperti ini!”
tegas Kyuhyun.
“Memangnya
apa yang dilakukan Sungmin?” tanya Yesung dengan suaranya yang semakin meredup.
“Sungmin
membunuh dirinya dengan pisau ini! Dan ia rela mengeluarkan darahnya hanya
untuk kau hidup KIM YESUNG!” tegas Kyuhyun dengan nada suaranya yang semakin
menaik.
Yesung
hanya terdiam dan terus memandangi tubuh Sungmin yang tergolek di atas tanah.
“KAU
JUGA HARUS TAHU HYUNG! SUNGMIN ITU SEBENARNYA MENCINTAIMU! SANGAT MENCINTAIMU
HYUNG! TAPI KAU MALAH MEMBUATNYA MENINGGAL SEPERTI ITU! AKU SANGAT MEMBENCIMU
HYUNG!” bentak Kyuhyun.
Kyuhyun
pun kembali menghajar wajah Yesung. Yesung tak ingin membalas serangan Kyuhyun.
Yesung hanya diam tanpa melakukan perlawanan. Setelah menghajar Yesung, Kyuhyun
langsung melesat pergi sembari membawa tubuh Sungmin. Yesung ingin mengejarnya,
tapi ia kehilangan jejak Kyuhyun.
Sampai
saat ini Yesung tak tahu dimana jasad Sungmin dan sebab kejadian inilah yang
membuat Kyuhyun sangat membenci Yesung, bahkan Kyuhyun berjanji pada dirinya
sendiri bahwa dia akan membalas dendam pada Yesung dengan cara apapun.
Sementara
Yesung pergi jauh dari dunia vampirnya, ia lebih memilih tinggal di sebuah
hutan di tempat manusia. Disanalah Yesung bisa merasakan ketenangan.
Flasback POV End
Tidak ada komentar:
Posting Komentar