TATA
BAHASA JEPANG DASAR
MEISHI (Kata benda)
Haizara =
asbak
Isu =
kursi
Tegami =
surat
Hon
= buku
Tabemono
= makanan
Nomimono
= minuman
Kami
= kertas
Enpitsu
= pensil
Kudamono =
buah-buahan
Sakana
= ikan.
Contoh
:
Sono
kudamoni wa umai desu.
Sore
wa haizara desu.
(Pada umumnya kata
benda dalam bahasa Jepang tidak terdapat perbedaan antara tunggal dan jamak).
Misalnya
:
Hon
= sebuah buku atau buku-buku
(lebih dari satu buku).
Sesudah
pokok kalimat atau kata benda, maka kita menempatkan kata wa…desu (sekarang)
dan wa….deshita (lampau).
Kono
sakana wa takai desu.
Sudah
kita ketahui bahwa partikel ‘WA’ menunjukkan pokok
kalimat; sedangkan desu adalah kata membantu sesuatu kalimat yang tidak
mempunyai kata kerja, agar kalimat itu benar.
DAIMEISHI (Kata Ganti)
Watashi =
saya
Anata
=
engkau, anda
Kare
=
ia (lk.)
Kanojo
=
ia (pr.)
Watashitachi =
kami, kita
Karera/sorera =
mereka
Kono
hito-tachi/ sono hito-tachi = mereka
Watashi
wa noomin desu.
Anata
wa gakusei desu ka ?
Koko
ni e ga arimasu.
Sore
wa watashi no jibiki.
Karera
wa rajio o kite imasu.
Dare
ga ikimasu ka ?
Nani
ga irimasu ka ?
Kore
wa e dewa arimasen.
Catatan
:
1.
Ga arimasu digunakan untuk benda mati dan ga imasu digunakan untuk benda hidup.
2.
Bila kalimat menidakkan, kita menempatkan dewa arimasen (sekarang) dan dewa
arimasen deshita (lampau).
3.
bila menunjukkan kepunyaan, maka kita menambah ka no.
4.
Bila menunjukkan pendnerita, maka kita menempatkan o atau ni.
5.
Bila diikuti kata DARE, NANI, DOCHIRA, DONNA, DOKO, ITSU, maka kita menempatkan
kata ga sesudah kata tersebut.
KEIYOOSHI
(Kata Sifat)
Ada
dua macam kata sifat dalam bahasa Jepang, yaitu kata sifat sejati dan tidak
sejati.
Kata
sifat sejati berakhiran: ai, oi, ui.
Takai =
mahal
Mijikai =
pendek
Nagai =
panjang
Isamashii =
berani
Sabishi
= sunyi
Kanashii
= sedih
Surudo
= tajam
Tsuyo =
kuat
Osoi
= lambat
Atsui
= panas
Nibui
= majal
Samui
= dingin.
Contoh
:
Sono
uchi wa takai desu.
Kono
enpitsu wa nagaku arimasen.
Bila
kata sifat itu dalam bentuk ingkar, maka huruf –I terakhir harus diganti dengan
ku.
Kata
sifat tidak sejati dibentuk dengan menambah kata NA/NO pada kata benda.
-
rikoo (kepandaian)
rikoo
na hito (orang pandai)
-
baka (kebodohan)
Baka
na hito (orang bodoh)
-
Eigo non hon (buku bahasa Inggris)
Untuk
menentukan tingkat perbandingan.
Untuk
tingkat lebih, kita harus menempatkan kata yori; sedangkan tingkat paling
ichiban.
Biasa
Lebih Paling
Chiisai
yori chiisai ichiban chiisai
Marui
yori marui ichiban marui
ZENCHISI (Kata Depan)
No
ue ni = di atas
Kara
= dari
Made
= sampai
No
nka ni = di dalam
No
shita ni = di bawah
No
mae ni = di depan
No
aida ni = di antara
No
ushiro ni = di belakang
Taiyoo
higashi kara hoboru.
Heya
no naka ni isu ga arimasu.
FUKUSHI (Kata Tambahan)
Taihen
= sangat
Sukoshi
= sedikit
Sonna
ni = begitu
Tabun
= mungkin
Tokidoki
= kadang-kadang
Itsumo
= selalu
Osoku
= dengan lambat
Sugu
ni = dengan segera.
Contoh
:
Tabun
kanojo wa yatte miru daroo.
Osoku
kaerimashoo.
Untuk
membentuk kata tambahan dari kata sifat, kita menambahkan kata naru sesudah
mengganti –i pada –ku.
Hidoi
- hidoku naru
Makalahmudah.blogspot.com
Takai
- takaku naru.
Terkecuali
kata sifat tidak sejati, ditambah ni kirei na – kirei ni.
DOOSHI (Kata Kerja)
Perubahan
kata kerja :
Bentuk
kamus
Asobu
(bermain)
Bentuk
sedang
Asonde
Bentuk
lampau
Asonda
Catatan
:
Kata
kerja yang berakhiran –bu, mu dan nu – DE, NDA, perubahan seperti asobu dalam
bentuk sedang dan lampau: yobu, tobu, shinu, yomu, nomu, sumu.
Kau
(membeli) katte katta
Catatan :
Kata
kerja yang berakhiran –u, tsu, ru – TTE, TTA.
Perubahan
seperti kau dalam bentuk sedang dan lampau:
utau,
omou, tatsu, motsu, utsu, noru, komaru.
Kaku
(menulis) keite kaita
Catatan
:
Kata
kerja yang berakhiran –ku, -ite, ita. Perubahan seperti kaku dalam bentuk
sedang dan lampau: kiku.
Isogu
(bergesa-gesa) isoide isoida.
Catatan
:
Kata
kerja yang berakhiran –gu – ide, ida. Perubahan seperti isogu dalam bentuk
sedang dan lampau; kagu.
Yakusu
(menterjemah) yakushite yakushita
Catatan
:
Kata
kerja yang berakhiran –su –shite, shita. Perubahan seperti yakusu dalam bentuk
sedang dan sekarang; kasu.
Terkecuali
:
Iku
(pergi) itte itta
Makalahmudah.blogspot.com
Suru
(membuat) shite shita.
Contoh
:
Kinoo
kaigan ni itta.
Bentuk
ingkar : Kakanai, asobanai, shinanai, yomanai.
Bentuk
andai : Kakeba, asobeba, shineba, omeba.
Bentuk
ajakan : Kakoo, asoboo, shinoo, yomoo.
Bentuk
keinginan : Kakitai, asobitai, shinitai, yomitai.
Bentuk
melarang : Yomu na’ atau onde wa ikemasen.
Bentuk
menyuruh : Yome atau yonde kudasai.
Contoh
:
Medan
e ikitai desu ka ?
Maukah
anda pergi ke Medan?
Ima
koohii o nomitai desu.
Sekarang
saya suka minum kopi.
Tabako
o kudasai.
Tolong
berikan saya rokok.
Keite
wa ikemasen.
Jangan
menulis.
BUN
(Kalimat)
Kootei-bun
(+) Kore wa jibiki desu.
Hitei-bun
(-) Sore wa ito de wa arimasen.
Gimon-bun
(?) Sore wa jitensha desu ka?
Untuk
membentuk kalimat bertanya: Kita menambah KA di akhir kalimat itu.
KOTO
GA DEKIRU (Dapat)
Kita
menggunakan kata Kota ga dekiru untuk menyatakan kesanggupan: dengan
menempatkan kata kerja bentuk kamus (artinya belum mengalami perubahan).
Taberu
koto ga dekimasu
Makalahmudah.blogspot.com
Anda
dapat memakannya.
Nomu
koto ga dekimasen.
Kami
tidak dapat meminumnya.
BENTUK
– TE/DE = MO II (Boleh)
Heitte
mo ii desu ka ?
Bolehkah
saya masuk ?
Nante
……deshoo! (alangkah/ betapa)
Kita
menggunakan kata nante ….deshoo atau nan to iu untuk menyatakan perasaan hean
atau seruan.
Nante
sabishii deshoo!.
Betapa
sepinya.!
Settoogo
& Setsubigo (Awalan & Akhiran)
Awalan
mai- (tiap-tiap) maiban (tiap-tiap malam), mainichi (tiap-tiap hari), maiaa
(tiap-tiap pagi), mainen (tiap-tiap tahun.
Awalan
rai- (akan dating) raigetsu (bulan depan), raishuu (minggu depan), rainen
(tahun depan).
Awalan
kon- (ini) konshuu (minggu ini), kongestu (bulan ini)
Awalan
sen- (yang lalu) sengetsu (bulan lalu)
Awalan
aki- (kosong) akibin (botol kosong)
Awalan
ko- (kecil) koneko (kucing kecil)
Awalan
ryo- (keduanya) ryoashi (kedua belah kaki)
Contoh:
Sengestu
tsukimashita.
Anata
wa mainichi isogaashii desu ka?
Akhiran
–go (bahasa) Nihongo (bahasa Jepang), Indonesia-go (bahasa Indonesia
Akhiran
–san,-kun (tuan, nyonya, nona)
Simanjuntak-san
tuan Simanjuntak)
Akhiran
–ya (tukang, took) Sakanaya (penjual ikan), kutsuya (tukang sepatu)
Akhiran
–jin, -nin (orang) Nihonjin (orang Jepang).
Akhiran
–sei (buatan) Amerika-sei (buatan Amerika)
Contoh
:
Kutsuya
wa doko desu ka?
Doitsugo
hanashimasu ka ?
JUDOO-BUN
(Kalimat Pasip)
Cara
membentuk :
1.
Pokok kalimat menjadi penderita, dan penderita menjadi pokok kalimat dalam
kalimat pasip.
2.
Dengan menambahkan akhiran reru, rareru.
3.
Dengan menambah ni- (oleh),
Uru
(menjual) menjadi urareu (dijual)
Toru
(mengambil) menjadi (torareu (diambil)
Contoh
:
Aktip
: Ano hito wa watashi no kutsu o torimashita
Pasip
: Watashi no kutsu wa ano hito ni taroremashita.
TADOOSHI
& JIDOOSHI (Kata Kerja Transitif dan Intransitif)
Kata
transitif : miru (melihat), nagasu (mengalirkan)
Kata
intransitif : mieru (kelihatan), negareru (mengalir)
Contoh
:
Eiga
o mita.
Ingin
melihat film.
Yama
ga mienai.
Gunung
tidak kelihatan.
KATA
KERJA BERBENTUK –TE
Kata
kerja yang berbentuk –te/de adalah bentuk sedang, bila ditambah imasu. Lihat
perubahan dalam bentuk akhiran-akhiran setiap kata kerja dalam pelajaran
DOOSHI.
Contoh
:
Anata
wa ima nani o shite imasu ka ?
Apa
yang sedang anda kerjakan sekarang ?
Tegami
o kaite imasu.
Saya
sedang menulis surat.
Aruite
imasu.
Dia
sedang berjalan.
JOOKEN
(Pengandaian)
Kita
sudah tahu bahwa perubahan kata kerja dalam pelajaran yang lalu, dengan akhiran
–ba (andai, bila, kalau). Di samping cara yang demikian, masih ada cara yang
lain, dengan menambah tatoe ….temo/ demo.
Contoh
:
Kyookai
e kureba kekko desu ne.
Kalau
anda dating ke gereja, baik bukan ?
PEMBICARAAN
LANGSUNG & TIDAK LANGSUNG
Pembicaraan
yang dikatakan atau diucapkan seseorang dan kemudian diulangi kembali tanpa
mengubah yang dibicarakan itu disebut pembicaraan tidak langsung.
Contoh
:
Langsung
: “Ame ga futte imasu,” to iimashita.
Tidak
langsung : “Ame ga futte iru to iimashita.”
BENTUK
–TE/DE +KARA (Sesudah)
Yuubinkyoku
e itte kara …..
Sesudah
pergi ke kantor…
KARA
(Sebab, dari)
Bila
kara diikuti kata kerja atau kata sifat, maka kara berarti : Sebab/ karena.
Contoh
:
Omoi
kara motemasen.
Karena
berat, saya tidak dapat membawanya.
Tetapi
bila diikuti kata benda artinya : dari.
Contoh
:
Kinyoobi
kara.
Dari
hari Jum’at.
MO
(Juga)
Watashi
mo sensei desu.
TO
(Dan, bahwa, bersama)
Contoh
:
Chizu
to choomen.
Peta
dan buku tulis.
Chikau
iimashita.
Dia
berkata dia akan bersumpah.
Watashi
no bengoshi o ikimashita.
Saya
pergi bersama pembela saya.
NE
(Bukan)
Contoh
:
Samui
desu ne.
Dingin,
bukan?
Kanashi
desu ne.
Sedih,
bukan?
Makalahmudah.blogspot.com
DE
(Di, pada, dalam)
Contoh
:
Jakarta
de mita n desu ka ?
Apakah
anda melihat itu di Jakarta ?
Nijikan
de koko ni yoru deshoo.
Mungkin
anda bisa mampir dalam dua jam.
NI
(Pada, dalam, ke)
Contoh
:
Rokuji
ni okimashita.
Saya
bangun pada jam enam.
Kono
jeya ni hito ga nannin imasu ka ?
Berapa
orang ada dalam kamar ini?
KATA
BENDA + NI NARU (Menjadi)
Contoh
:
Bunjin
ni naru.
Menjadi
seorang sastrawan.
Kashu
ni naritai.
Ingin
menjadi seorang penyanyi.
MEISHI/KEIYOOSHI
+ DESHOO (Mungkin, saya pikir…)
Kata
benda atau kata sifat ditambah kata deshoo artinya mungkin atau saya pikir….
Contoh
:
Kare
wa Nahonjin deshoo.
Mungkin
dai orang Jepang.
Kore
wa watashi no deshoo.
Saya
piker ini kepunyaan saya.
Dalam
bentuk akan datang.
Kata
kerja + masu + deshoo = akan, mungkin.
Kaimono
o shimasu deshoo.
Mungkin
dia akan berbelanja.

