Tampilkan postingan dengan label YeWook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label YeWook. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 April 2013

[FF YeWook] Blood of Love//GS//Chapter 3// END


“Jadi…” ucap Ryeowook yang terputus.
“Ya. Oleh karena itu ia ingin membalas dendamnya kepadaku tapi— melaluimu,” ucap Yesung seraya mengehela napas dalam-dalam. Ryeowook lebih baik kau pergi dari desa ini. Aku tak ingin kau terlibat dalam hal ini,” ucap Yesung yang mulai serius.

“Tapi bagaimana denganmu? Kau akan tetap disini?” tanya Ryeowook.
“Memangnya aku harus kemana lagi? Disini memang tempatku.”
“Tapi ia pasti akan terus mengejarmu.”
“Ya, aku tahu. Tapi aku lebih khawatir denganmu, aku tak ingin dia menyentuhmu sedikitpun.”
Ryeowook tercengang mendengar pernyataan Yesung. Baru kali ini ia menemukan namja yang begitu khawatir dengannya.


‘Cuppppppp’


Ciuman lembut tepat mendarat di kening Ryeowok. Jantung Ryeowook berdebar kencang, keringat dingin mulai mengalir di tubuhnya. Ia tak menyangka Yesung yang baru beberapa hari ia kenal bisa membuatnya jadi dag dig dug seperti itu.

“Y-yesung,” ucap Ryeowook yang gugup.
“Husstt,” desis Yesung seraya mengarahkan telunjuknya ke arah bibir tipis Ryeowook. “Lebih baik sekarang kau ku antar pulang. Oh iya terima kasih sudah membawakanku makanan sebanyak ini.” Ryeowook pun hanya mengangguk dan tak mampu berkata apapun lagi.

Dalam sekejap Ryeowook sudah sampai di depan rumahnya. “Emmm— gomawo ne. Sudah mengantarku pulang,” ucap Ryeowook mencoba mencairkan suasana yang begitu canggung.

“Ya. Jaga dirimu baik-baik.”
Ryeowook kembali mengangguk. Perlahan ia jalan memasuki rumahnya. Baru beberapa langkah, ia menoleh kembali ke arah Yesung dengan ragu, ia kira Yesung sudah kembali ke hutan, ternyata Yesung masih berdiri tegak sembari menatapnya. ‘Huh…’ terdengar helaan napas Ryeowook yang terasa berat, kemudian ia kembali melanjutkan langkahnya.

Aku janji akan melindungimu apapun yang terjadi, batin Yesung. Secepat kilat Yesung kembali ke dalam hutan. Sebenarnya berat hatinya meninggalkan Ryeowook. Ia yakin cepat atau lambat Kyuhyun akan datang kembali.

Yesung menciumku? Oh Tuhan, apa maksudnya? Batin Ryeowook sembari merebahkan dirinya di atas tempat tidurnya.
***

Malam yang gelap diselimuti udara yang sejuk, membuat Yesung hendak pergi keluar untuk berburu. Sebenarnya sembari beburu ia ingin mampir ke rumah Ryeowook. Entah mengapa akhir-akhir ini Yesung terus memikirkan Ryeowook.

Di tengah perjalanannya mencari hewan buruan, Yesung dihadang oleh sosok namja berwajah garang, siapa lagi jika bukan Kyuhyun. Kyuhyun masih belum puas membalaskan dendamnya  akibat perlakuan Yesung di masa lalu.

“Kyuhyun,” sapa Yesung yang trekejut. Kyuhyun segera berbalik arah menghadap Yesung.
“Ingat Kim Yesung, permasalahan kita belum selesai,” ucap Kyuhyun yang sinis.
“Kyu, untuk apa lagi kau mempermasalahkan hal ini? Aku bosan sifatmu seperti anak kecil! Sekarang Sungmin sudah tenang di alamnya. Jangan kamu buat ia merasa bersalah hanya karena kau!” tegas Yesung.
Kyuhyun tak terima dengan perkataan Yesung. Apalagi saat ia menyebutkan nama Sungmin. Tak disangka Kyuhyun langsung mendaratkan pukulannya tepat di wajah Yesung. Yesung sempat terpental jauh beberapa meter. Untung saja Yesung seorang vampir jadi ia mampu bertahan dalam situasi seperti ini.

“Aku akan membuatmu benar-benar menyesal kali ini!” ucap Kyuhyun seraya melesat pergi meninggalkan Yesung yang masih tersungkur akibat perbuatan Kyuhyun tadi.
“Oh tidak Ryeowook!” Yesung langsung memikirkan Ryeowook, dengan cepat Yesung langsung berlari menuju rumah Ryeowook.

Yesung langsung masuk ke kamar Ryeowook.  “Oh Tuhan syukurlah,” ucap Yesung dengan hati yang lega.
Ryeowook tertidur sangat pulas. Selang beberapa menit, Yesung mendekati tempat tidur Ryeowook. Yesung menatap Ryeowook dengan tatapan penuh arti. Perlahan ia membelai rambut halus Ryeowook.

So beautiful,” bisik Yesung.
Ryeowook menggeliat akibat ulah Yesung yang membelai rambutnya. Ryeowook tak menyadari jika disampingnya ada Yesung. Yesung mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Ryeowook, dan kini sudah tak ada lagi jarak yang membatasi mereka. Perlahan Yesung mendekatkan bibirnya ke arah bibir mungil Ryeowook dan belum sempat ia cium, Ryeowook terbangun.

Perlahan Ryeowook membuka matanya yang terasa masih lengket, ia sangat terkejut dan sempat mendorong Yesung.
“Y-yesung apa yang kau…” teriak Ryeowook.
“Husstt…jangan berisik. Aku tak berbuat macam-macam padamu.”
Jinjjayo?” tanya Ryeowook yang menyipitkan matanya.
“Eh mengapa kamu menatapku seperti itu? Tenang saja, aku kesini bukan untuk mencuri,” ucap Yesung yang jengkel.
“Iya-iya. Lalu kamu sedang apa disini? Kok kamu bisa masuk ke kamarku?”
“Aku hanya ingin memastikan.”
“Memastikan? Memastikan apa?” tanya Ryeowook dengan wajah innocent-nya.
“Memastikan jika Kyuhyun tak kesini untuk menyakitimu,” ucap Yesung seraya bangkit dari tempat tidur Ryeowook.
“Kyuhyun lagi. Kyuhyun lagi. Memangnya aku punya masalah ya dengannya?!” gerutu Ryeowook.
“Kamu memang tak punya salah dengannya, tapi kamu dekat dengan orang yang membuat masalah dengannya,” ucap Yesung dengan tatapannya yang tajam. Ryeowook hanya termangu mendengarnya.
“Yasudah tidur lagi sana, maaf sudah mengganggumu,” ucap Yesung seraya melompat dari jendela kamar Ryeowook.
“Yesung!” Ryeowook terkejut melihat Yesung yang meloncat dari jendelanya. Ryeowook langsung melongok Yesung yang sudah berada di bawah. Ia lupa bahwa Yesung adalah vampir. Jadi bagi Yesung hal seperti itu sudah biasa.


‘Cklekkk’


Donghae yang belum tidur mendengar teriakan Ryeowook dari kamarnya. Donghae langsung menerobos kamar Ryeowook tanpa mengetuk pintu. Ryeowook yang masih melongok ke jendelanya langsung menoleh ke arah Donghae.

“Donghae,” ucap Ryeowook seraya menutup jendelanya.
Donghae segera mendekati Ryeowook dan memerhatikan Ryeowook dari ujung kaki sampai ujung kepala. “Kamu tidak apa-apa kan?”
“A-ah aniya.”
“Tadi aku mendengarmu berteriak, untung saja aku belum tidur, jadi aku langsung kesini.”
“Tenang saja aku tidak apa-apa.”
Jinjja?” tanya Donghae dan Ryeowook meresponnya hanya dengan mengangguk.
“Yasudah, kamu tidur sana,” ucap Donghae sambil mengacak-acak rambut halus Ryeowook. Tak lama Donghae langsung meninggalkan kamar Ryeowook dengan perasaan lega.
***

Bulan Desember telah tiba. Ryeowook tak menyadari sudah hampir satu bulan ia liburan di desa Hahoe dan beberapa minggu lagi ia akan kembali ke rutinitasnya. Seperti yang sudah ditentukan, bulan Desember itu akan turun salju dan benar saja mulai sabtu malam salju sudah  turun dan memenuhi sudut jalan.
Rasa dingin mulai menerpa di desa tersebut, tak terkecuali Ryeowook yang enggan keluar rumah semenjak salju turun. Ia lebih suka menghabiskan waktu di rumah sembari meneyeruput cokelat panas.

Lain halnya dengan Yesung, ia malah sangat menyukai cuaca yang seperti ini. Semakin cuaca dingin maka akan semakin baik baginya dan sebaliknya ia sangat tak menyukai musim panas. Hewan-hewan yang berada di hutan akan mudah Yesung cari, karena biasanya di musim tersebut para hewan akan mencari tempat yang bagi mereka bisa memberi kehangatan.

Kali ini Yesung enggan keluar rumah untuk berburu. Perutnya belum terasa lapar. Kesunyian di rumahnya membuat ia merasa bosan. Yesung melamun di teras rumahnya sembari menatapi salju yang turun. Dalam lamunanya, ia tak sadar sudah memikirkan Ryeowook, yeoja yang belum lama ia kenal.

“Ryeowook,” ucap Donghae seraya menepuk bahu Ryeowook yang tengah asik menyeruput cokelat panas di ruang tamunya.
“Donghae— kamu mau kemana?” tanya Ryeowook yang melihat Donghae tengah membawa papan seluncur untuk bermain ski.
“Aku mau bermain ski. Mau ikut?”
“Ski? Tentu saja aku mau ikut,” ucap Ryeowook seraya bangkit dari tempat duduknya. “Tunggu sebentar aku mau ganti baju,” sambungnya dan langsung melesat ke kamarnya.
“Baiklah.”
***

“Wow—dingin sekali,” ucap Ryeowook seraya menggosok-gosokan kedua telapak tangannya.
Donghae hanya tersenyum kecil melihatnya. “Jadi tidak kita main ski?”
“Jadi!” tegas Ryewook dan segera menyiapkan papan seluncur ski-nya.

Yesung yang dari tadi memikirkan Ryeowook. Iapun langsung melesat ke rumah penginapan Ryeowook. Yesung mengintip Ryeowook dari balik pohon, ia melihat Ryeowook  tengah asyik bermain ski bersama Donghae. Yesung pun hanya tersenyum melihatnya.

Keasyikannya bermain ski membuat Ryeowook tak menyadari bahwa papan ski-nya melaju sangat cepat bahkan Donghae pun tertinggal di belakangnya. Di depan Ryewook terdapat pohon besar yang siap menghantamnya. Dan benar saja, Ryeowook tak mampu mengendalikan papan ski-nya sehingga Ryeowook menabrak pohon besar di hadapannya.


‘Bruuukkkkk’


“Awww,” rintih Ryeowook. Yesung yang melihatnya dengan sigap menghampiri Ryeowook yang jatuh tersungkur.
Yesung melihat darah Ryeowook yang berceceran dari kepalanya. Yesung berupaya untuk menahan hawa nafsunya meski agak sulit.
“Ryeowook, kau tak apa-apa?” tanya Yesung yang khawatir.
“Aduuhhh…” lirih Ryewook sembari terus memegangi kepalanya.
Yesung berinisiatif untuk membawa Ryeowook ke rumahnya. Iapun segera menggendong Ryeowook menggunakan kedua tanganya.
“Ryeowook!” ucap Donghae yang langsung berlari meninggalkan papan skinya. “Hey, mau kau kau bawa kemana Ryeowook?!”
“Akan kubawa ke rumahnya,” jawab Yesung singkat dan langsung pergi meninggalkan Donghae.

Sesampai di rumah penginapan Ryeowook, Yesung meletakkan Ryeowook di atas sofa dengan hati-hati. Sepanjang jalan menggendong Ryeowook, Yesung benar-benar mampu mengatasi rasa hausnya meski rasanya bau darah Ryeowook telah menusuk tenggorokannya.

Dengan cepat Yesung membersihkan darah Ryeowook menggunakan jaket yang tengah ia pakai. Sementara Donghae tertegun melihat perlakuan Yesung pada Ryeowook. Donghae sebenarnya tak tahu siapa namja yang bersama Ryeowook.

Ryeowook terus saja merintih akibat luka di kepalanya. “Yesung— gomawo,” lirihnya.
Yesung mendengus dan tersenyum kecil. “Ya, sudahlah jangan banyak bicara. Aku akan mengobatimu.” Yesung bergegas untuk mencari obat-obatan di dalam rumah tersebut. Tetapi baru saja mau melangkahkan kakinya, ia dikejutkan dengan kedatangan Donghae yang tiba-tiba muncul di hadapannya sembari membawa kotak obat.

“Ini obatnya,” ucap Donghae datar sembari menyodorkan kotak obat ke Yesung. Yesung tak menyangka Donghae tahu pemikiran Yesung saat itu. Tanpa ada basa-basi Yesung langsung mengambil kotak obat tersebut dan kembali mengobati Ryeowook.
Selesai mengobati Ryeowook, Yesung bergegas untuk pergi. namun, Ryeowook menahannya. “Mau kemana?” tanya Ryeowok.
“Pulang. Sudahlah kamu istirahat saja,” jawab Yesung. Ryeowook pun tak berkata apapun lagi dan membiarkan Yesung pergi.
Gomawoyo,” ucap Ryeowook. Sementara Yesung membalasnya dengan senyuman.
“Kamu itu sebenarnya siapa?” tanya Donghae yang tiba-tiba menghadang Yesung.
“Aku temannya Ryeowook,”jawab Yesung dengan tatapan  matanya yang nanar. Donghae langsung tak bergeming melihat tatapan Yesung. Ia merasa tatapannya seakan menusuk matanya. “Yasudah. Tolong jaga Ryeowook,” ucap Yesung dan langsung pergi.
“Aneh sekali orang itu,” gumam Donghae.

Donghae pun segera masuk ke dalam untuk memastikan keadaan Ryeowook. Ryeowook bangkit dari tidurnya di sofa.

“Ryeowook, istirahat saja. Jangan banyak gerak,” ucap Donghae.
“Iya Donghae aku sudah tidak apa-apa,” ucap Ryeowook yang langsung menghambur menuju kamarnya.
***

Yesung, batinnya sembari memandangi suasana mencekam dihutan dari jendela kamarnya. Entah  kenapa semenjak Yesung menolong saat kejadian itu. Ryeowook jadi terus terbayang wajah Yesung, apalagi saat Yesung masuk ke kamarnya tanpa sepengatahuan Ryeowook. jantung Ryeowook jadi mudah berdegup kencang saat berhadapan dengannya.

Ryeowook terus memandangi suasana hutan yang mencekam dengan tatapanya yang kosong. Tanpa ia sadari ternyata di balik pohon yang tengah Ryeowook pandangi ada Yesung yang juga sedang memerhatikan Ryeowook. Ryeowook berpikir itu hanya bayangannya saja.

“Aduuhhh— aku kenapa ya? Kok kepalaku jadi pusing gini?” gumamnya sambil memejamkan mata dan menggeleng-gelengkan kepalanya. “Ini pasti karena aku yang memikirkan Yesung terus, sampai-sampai melihat bayangan Yesung.”
“Aaaaaa,” teriak Ryeowook yang terkejut melihat Yesung bergelantungan di jendelanya.
“Y-yesung…apa yang kau…” belum sempat meneruskan kalimatnya, Yesung yang tadinya bergelantungan langsung melompat  masuk ke kamar Ryeowook.
Mianhae Ryeowook aku hanya ingin memastikan keadaanmu. Hemmm kondisimu sudah lebih baik kan?”
“Ya,” ucapnya dengan anggukan pelan.

Tiba-tiba saja suasana di kamar Ryeowook mendadak menjadi hening. Tak ada sahutan lagi dari mulut Ryeowook maupun Yesung, mereka berdua seakan seketika membisu.

“Kau mau ikut?” Selang beberapa menit akhirnya suara Yesung memecahkan suasana yang hening tersebut.
“Ikut kemana?”
“Hemm ke suatu tempat. Kita jalan-jalan saja.”
“Emmmm...”
“Sudahlah ayo,” ucap Yesung seraya membungkukan tubuhnya dan memerintahkan Ryeowook untuk naik ke punggungnya.
“Apa?” tanya Ryeowook yang tak mengerti.
“Cepat naik,” perintah Yesung. Tanpa ragu  Ryeowook langsung menaiki punggung Yesung.

Yesung langsung melompat dari jendela kamar Ryeowook yang kelihatannya cukup mengerikan untuk turun ke bawah. Ryeowook mencengkram erat bahu Yesung sambil memejamkan matanya karena ia tak sanggup melihat jalanan yang terbentang di bawahnya.

Dalam beberapa detik saja Yesung dan Ryeowook sudah tiba di bawah. Yesung langsung melesat jauh masuk ke dalam hutan yang terlihat sangat mencekam.

Ryeowook yang dari tadi memejamkan matanya, ia tak menyadari jika ia dan Yesung sudah memasuki hutan yang cukup dalam.

Di tengah suasana hutan yang mencekam ternyata Kyuhyun ada disana sembari terus memerhatikan Yesung dan juga Ryeowook. Kyuhyun langsung melesat mengikuti Yesung dari belakang. Sementara Yesung tak menyadari bahwa mereka di incar oleh Kyuhyun.

“Baiklah, sudah sampai.”
“Wow— so wonderful,” ucap Ryeowook sembari membelalakkan matanya. “Ini tempat apa?”
“Hemm… kau suka?” Yesung balik bertanya pada Ryeowook. Ryeowook pun mengganguk dengan semangatnya.


‘Wussstttttttttt’


Sekelebat bayangan hitam berlari dengan cepat. Ryeowook dan Yesung yang terkejut segera menoleh ke arah bayangan tersebut. Wajah Ryeowook mulai terlihat pucat, ia takut akan ada vampir lain yang ingin menyerangnya. Dan  benar saja, bayangan itu adalah Kyuhyun, Yesung pun sudah menduganya.

“Lebih baik kita pulang sekarang,” ucap Yesung seakan mengetahui apa yang akan terjadi.
“Hah? Pulang?” tanya Ryeowook yang celingukan memerhatikan sekelilingnya.
“Iya, sudah ayo kita pulang,” ucap Yesung seraya menggenggam tangan Ryeowook dengan erat.
“Tak semudah itu Kim Yesung!” ucap seorang namja yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka dengan tatapan nanar dan juga seringaiannya.

Yesung tak memperdulikan kedatangan Kyuhyun. Ia tetap melangkahkan kakinya untuk pergi dari tempat tersebut. Tetapi, baru saja melangkahkan kakinya, tangan Yesung sudah dicengkram oleh Kyuhyun. Kyuhyun mencengkram tangan Yesung sangat kuat, sehingga hampir membuat tangan Yesung remuk. Yesung memberontak karena tak tahan menahan rasa sakit di tangannya.

“Kau ini?! Kau sudah gila ya?!” bentak Yesung. Kyuhyun tak memperdulikan bentakan Yesung.
Kyuhyun mendengus pelan. “Terserah kau.” Kyuhyun langsung melesat cepat ke arah Ryeowook dan melepas paksa genggaman tangan Yesung dan Ryeowook. Yesung kalah cepat dengan Kyuhyun, kini Ryeowook sudah berada di tangan Kyuhyun.

Kyuhyun menghirup aroma tubuh Ryeowook. Aroma darah segar yang membuat tubuh Kyuhyun menjadi bergetar. Semenjak Sungmin meninggalkan Kyuhyun, Kyuhyun tak pernah lagi menghisap darah manusia. Bahkan saat itu Kyuhyun sempat berpikir untuk menghisap darah segar di tubuh Ryeowook.

Yesung dengan sigap menghampiri Kyuhyun yang ada diseberangnya. Ia mencekik leher Kyuhyun dengan kuat dan membuat Kyuhyun hampir tak bisa bernapas.

“Jangan kau sakiti dia! Urusanmu bukan dengan dia!” bentak Yesung sembari terus mencengkram leher Kyuhyun. “Kau lepaskan dia atau…!”
“Atau apa? Kau mau membunuhku?” celetuk Kyuhyun.
Yesung terdiam. Meskipun Kyuhyun selama ini sudah jahat dengannya, ia tetap menganggap Kyuhyun sebagai adiknya. Perlahan Yesung melepaskan cengkramannya di leher Kyuhyun.
“Tolong lepaskan dia. Aku tidak ingin bertengkar terus seperti ini,” ucap Yesung, kali ini dengan nada sangat memohon.

Perlahan  Kyuhyun melepaskan Ryeowook dari tangannya. Sejenak suasana menjadi hening, tidak ada sahutan kata sengit atau pertengkaran sengit. Yesung dan Kyuhyun saling bertukar pandang. Sementara Ryeowook masih dalam perasaannya yang takut. Ia yakin sehabis ini Kyuhyun akan melakukan hal yang tak terduga.

Kali ini pemikiran Ryeowook sangat tepat. Kyuhyun memang melepaskan Ryeowook dari tangannya. Namun, sebelum ia menyerahkan Ryeowook kepada Yesung, Kyuhyun menyalakan mata nanarnya yang merah, menatap Yesung dengan penuh kebencian. Kyuhyun menyambar tubuh Ryeowook dan langsung menancapkan gigi-gigi bertaringnya tepat di leher Ryeowook.

“Aaaaaaaaaaa!” jerit Ryeowook yang memecahkan suasana sunyi di hutan tersebut.
Yesung pun langsung menubruk tubuh Kyuhyun dan menghempaskannya ke pohon besar. Yesung yang sudah tak bisa lagi mengontrol emosinya, ia terus memukuli Kyuhyun sekuat tenaganya. Hutan yang tadinya sunyi kini terdengar suara raungan maupun jeritan dari mulut Ryeowook.

“KAU HARUS MATI KYU!” bentak Yesung yang masih terus bergulat dengan Kyuhyun. Seluruh makhluk yang ada di hutan menyaksikan pertarungan sengit tersebut.
Kini Kyuhyun mulai tak berdaya. Kyuhyun tak pernah melihat Yesung seperti itu. Yesung seakan mengeluarkan seluruh keuatannya dan tak peduli resiko yang terjadi. Yang hanya ada di pikirannya hanya Ryeowook, ia tak ingin siapapun menyakiti Ryeowook.

Rasa panas yang sangat menyengat di tubuh Ryeowook, membuat ia terus menjerit dan terus meraung. Bola matanya mengarah ke langit, bibirnya bergetar, tubuhnya pun kaku. Mungkin inilah proses untuk seorang manusia menjadi vampir. Tetapi,  Yesung tak akan membiarkan hal itu terjadi.

Yesung bergegas mendekati tubuh Ryeowook yang sudah tergeletak tak berdaya. Yesung tak mampu berkata apa-apa. Ia meratapai kondisi Ryeowook saat itu. darah yang mengalir deras dari leher Ryeowook, membuat ia ingin menjilati darah tersebut.

Salah satu cara untuk mencegah seorang manusia yang ingin menjadi vampir adalah dengan menggigitnya kembali tepat di bagian tubuh yang telah digigit pertama kali. Yesung pun ragu ingin melakukannya. Tetapi di balik keraguannya ia tak tega apabila nanti ia melihat Ryeowook tumbuh menjadi seorang vampir.

Yesung berupaya menyingkirkan rasa keraguannya, dan langsung menghisap darah yang masih mengalir di permukaan leher Ryeowook. Ia berjanji hanya sedikit darah yang ia hisap. Kyuhyun yang tergolek lemah dan kekuatannya seakan ikut melemah akibat pertarungan tadi. Kyuhyun kembali menghempas tubuh Yesung dengan kuat, sehingga tubuh Yesung membentur batu besar.

Kyuhyun mendekati tubuh Ryeowook dan menghirup dalam-dalam aroma khas dari darah Ryeowook. sedikit demi sedikit ia menjilati darah yang berjatuhan di bawah. Dan lalu, bibir merah Kyuhyun tepat mendarat di leher Ryeowook dan bersiap untuk menghisapnya.

Entah apa yang Yesung pikirkan, ia bergegas mengeluarkan pisau berlapis emas dan perak dari saku celananya. Kyuhyun bahkan tak pernah tahu jika Yesung menyimpan benda yang menjadi musuh bagi makhluk vampir. Yesung mengeluarkan benda tersebut dengan yakin dan mengarahkan benda tersebut ke hadapan Kyuhyun.

Belum sempat Kyuhyun menghisap darah Ryeowook, Yesung segera membalikkan tubuh Kyuhyun dan langsung menusukkan pisau tersebut tepat di jantung Kyuhyun. Rasa yang amat panas kini mendera tubuh Kyuhyun, tubuhnya mulai mengeluarkan asap dan tubuhnya seakan meleleh akibat terpancar sinar matahari. Kyuhyun terus menjerit dan selang beberapa menit, Kyuhyun sudah lenyap dari hadapan Yesung.
Yesung menjatuhkan dirinya di atas tanah. Lututnya terasa lemas dan tak mampu digerakkan lagi. Ia tak menyangka, ia baru saja membunuh orang yang selama ini sudah dianggapnya sebagai adik.
***

Ryeowook membuka matanya secara perlahan. Ia memerhatikan sekelilingnya. Ruangan yang seluruh dindingnya bercat putih, bahkan kini dirinya tergeletak di atas tempat tidur berwarna putih. Perlahan Ryeowook mengangkat tubuhnya yang masih terasa lemas.

“Apa yang kau lakukan?”
Sosok namja berkulit putih pucat dan bersuhu dingin menatapnya dengan tatapan khawatir. Suara baritone-nya seakan mengingatkannya dengan seseorang.
Ryeowook tertegun sejenak. “Y-yesung.”
“Eh kau jangan banyak bergerak,” ucap Yesung seraya mengembalikan kembali posisi Ryeowook yang semula.
“Dimana Kangin ahjusshi dan Donghae?”
“Mereka…” belum sempat meneruskan perkataannya. Kangin dan Donghae dengan ekspresi wajah mereka yang khawatir.
“Oh sayang— kau baik-baik saja kan? Aku hampir tak bisa tidur karena memikirkan kondisimu semalam,” ucap Kangin sembari mengusap kening Ryeowook.
“Ah ahjusshi berlebihan,” protes Ryeowook sembari terkekeh.

“Ryeowook kau itu kenapa? Untung saja ada temanmu, jadi nyawamu bisa terselamatkan,” timpal Donghae.
Ryeowook melirik ke arah Yesung. “A-aku tak ingat apa yang terjadi semalam,” ucap Ryeowook mengelak.
“Baiklah. Mungkin kau belum bisa ingat. Lebih baik sekarang kau istirahat saja ya?” ucap Kangin.
Ryeowook pun hanya mengangguk. Kangin dan Donghae bergegas meninggalkan ruangan Ryeowook. Tak terkecuali Yesung. “Yesung, aku ingin bicara denganmu.”
Yesung pun menoleh ke arah Ryeowook. Dan kembali mengarah ke Ryewook.
Ne. Waeyo?” tanya Yesung dengan lembut.
“Terima kasih sudah menyelamatkanku.”
“Ya.”
“Oh ya apa yang terjadi dengan Kyuhyun?”
“Dia sudah pergi menyusul Sungmin.”
MWO? Jinjja? Kenapa…?”

“Hussstttt,” desis Yesung sembari mengarahkan telunjuknya ke arah bibir mungil Ryeowook. “Istirahatlah,” bisik Yesung sembari mengecup kening Ryeowook. “Saranghae.”
MWO? Yesung bilang Saranghae? Ya Tuhan apa maksudnya? Batin Ryeowook. Ryeowook lupa jika Yesung punya kemampuan untuk membaca pikiran orang lain.
“Aku mengatakan hal itu karena— aku mencintaimu Ryeowook. Mungkin perkataanku aneh, karena aku mencintai seorang manusia.”

Ryeowook membetulkan posisinya menjadi duduk. “Itu tidak aneh Kim Yesung,” ucapnya seraya terkekeh.
Yesung dan Ryeowook saling bertukan pandang. Yesung dengan yakin mendekatkan tubuh dan juga wajahnya ke arah Ryeowook.  Semakin lama, semakin tak ada jarak lagi di antara mereka. Bahkan hembusan napas Yesung kini dapat terasa di wajah Ryeowook.


‘Cuuuppppppp’


Bibir mungil Ryeowook kini mengait di bibir merah Yesung. Yesung memberikan ciumannya yang paling lembut. Napas kedua makhluk ini semakin memburu dan jantung merekapun berdegup kencang. Bibir mereka terus bertautan tanpa ingin mengakhirinya.






THE END

Selasa, 12 Maret 2013

[FF YeWook] Blood of Love//GS//Chapter 2


Ryeowook telah tiba di rumah, meskipun sebenarnya perasaannya masih agak takut. Ryeowook pulang dengan wajah pucat.

“Ryeowook. Kau Dari mana? Mengapa pulang  begitu sore?” tanya Donghae yang khawatir saat melihat Ryeowook yang sudah kembali ke rumah.
Ryeowook tak menjawab dan memilih untuk diam. Ia pun hendak melangkahkan kakinya lagi menuju kamarnya. Donghae menyadari dengan kelakuan Ryeowook yang agak aneh.

“Ryeowook. Kamu kenapa? Wajahmu?” tanya Donghae seraya memperhatikan wajah Ryeowook.
“Sudahlah Donghae aku tidak apa-apa. Aku mau ke kamar dulu,” jawab Ryeowook dengan suara yang agak lesu.
“Ada apa lagi dengan dia? Aneh sekali,” gumam Donghae.


Astaga Tuhan~ mengapa kau mempertemukan aku dengannya. Dugaanku benar, ternyata ia bukan manusia. Batin Ryeowook. Ryeowook tak bisa melupakan kejadian tersebut dimana Ryeowook hampir saja dimangsa oleh Yesung. Kini pikiran Ryeowook sangat kacau dan kini Ryeowook enggan untuk kembali ke hutan itu lagi.

Sementara itu Yesung terus merasa bersalah dengan dirinya. Akibat dirinya terkadang tidak bisa mengendalikan dirinya, ia hampir saja menghilangkan nyawa seorang manusia. Padahal ia sudah berjanji tidak akan menyakiti manusia lagi. Yesung terus saja memikirkan Ryeowook dan terus menyesali perbuatannya.

Sudah dua minggu Ryeowook dan Yesung tak saling bertemu. Kini Ryeowook sudah tak mengingat lagi kejadian itu. Ryeowook merasa saat ini hidupnya jauh lebih baik. Namun, ternyata Tuhan berkata lain Yesung dan Ryeowook tetap dipertemukan meski pertemuan tersebut tak disengaja.
Ryeowook dan Donghae tengah berjalan-jalan di sebuah taman yang tak jauh dari desa Hahoe. Meski taman tersebut terlihat biasa saja tapi menurut Ryeowook taman itu bisa membuat Ryeowook merasa lebih nyaman.

“Ryeowook. Kau tunggu disini ya?” ucap Donghae.
“Kamu mau kemana? Aku ikut,” ucap Ryeowook dengan sigap.
“Tidak usah, kau tetap duduk disini. Aku akan segera kembali,” ucap Donghae seraya mengecup kening Ryeowook. Ryeowook pun hanya mengangguk dan menurut. Donghae langsung melesat pergi dan meninggalkan Ryeowook.

“Hemmm…. Ternyata kau disini juga?” tanya seseorang dengan suara baritone yang khas. Ryeowook segera menoleh ke arah suara tersebut. Ryeowook membelalakkan matanya saat melihat Yesung tengah berdiri di samping dirinya.
“Yesung~” ucap Ryeowook. Ryeowook tak percaya jika yang dilihatnya itu benar-benar Yesung. Setahu Ryeowook, Yesung itu selalu berdiam diri dalam hutan. Jadi mana mungkin Yesung bisa berada di tempat ini. Tapi kali ini pemikiran Ryeowook salah, yang dilihatnya memang benar-benar Yesung.
“Sudahlah tak usah terkejut seperti itu. Aku memang Yesung,” ujar Yesung datar.
“Untuk apa kau disini? Bukanlah seorang manusia sepertimu tidak suka tempat keramaian?” tanya Ryeowook.
“Apa aku tidak boleh ada disini? Aku hanya bosan saja selama bertahun-tahun tinggal di hutan. Jadi aku ingin mencoba ke tempat ini,” jawab Yesung.
“Ryeowook~” panggil Donghae seraya menghampiri Ryeowook.
“Kau dari mana?” tanya Ryeowook.
“Ini aku beli minuman untukmu,” jawab Donghae. Donghae penasaran dengan namja yang sedari tadi mengobrol dengan Ryeowook. Donghae pun menatap Yesung dengan tatapan sinis.
“Ryeowook. Aku pulang duluan,” ujar Yesung sembari menatap balik Donghae dengan tatapan garang.
“Ryeowook, namja itu siapa?” tanya Donghae yang penasaran.
“Oh itu temanku.”
“Hah? Temanmu? Kau punya teman disini?”
“Ya, sebenarnya dia yang telah membantuku saat aku tersesat waktu itu,” jawab Ryeowook.
“Kau merasa tidak ada yang aneh dengan teman barumu itu?” tanya Donghae lagi.
“A-apa? A-aneh? Biasa saja,” jawab Ryeowook gugup.
“Yasudah lebih baik sekarang kita kembali ke rumah. Kasihaan appa sendirian di rumah,”ucap Donghae dan Ryeowook pun hanya mengangguk.
***

“Ahh sial, mengapa harus mati lampu!” gerutu Donghae yang tadinya sedanng asyik menonton tv.
Kangin pun datang mengampiri Donghae sembari membawa lilin. Perlu langkah perlahan saat membawa lilin di keadaan gelap seperti itu. “Hey~ tak usah menggerutu seperti itu, wajar saja jika mati lampu, ini kan di pedalaman desa.”

Donghae hanya terdiam dan ia tetap tak menyukai keadaan ini. Baru saja ia menonton acara tv kesukaannya, tiba-tiba saja mati lampu. “Loh Ryeowook dimana?” celetuk Donghae.
“Entahlah, appa juga tak melihatnya. Mungkin dia sedang tidur,” jawab Kangin santai.
“Tidur?” gumam Donghae. Donghae pun segera pergi keluar, siapa tau Ryeowook ada di luar. Tidak mungkin Ryeowook tidur jam segini.
Benar saja dugaan Donghae, Ryeowook tengah berdiri di teras tempat pemukimannya. Ryeowook terlihat sedang memikirkan sesuatu. Entah apa yang Ryeowook pikirkan, sampai-sampai mati lampu di rumahnya tak tahu.
“Ryeowook,” panggil Donghae seraya menepuk bahunya.
“Ah Donghae,” ujar Ryeowook yang terkejut.
“Kamu sedang apa? Melamun sendiri disini, sampai-sampai mati lampupun kamu tak tahu,” sindir Donghae.
“Hah? Mati lampu?” tanya Ryeowook seraya melihat ke arah belakangnya. Benar saja, ia sangat terkejut melihat rumahnya sangat gelap. “Oh iya~ aku tidak sadar,” ucapnya dengan wajah yang sangat innocent.
“Kamu sedang mikirin apa?” tanya Donghae.
“Tidak..aku tidak memikirkan apa-apa,” ucap Ryeowook yang menyangkal.
Tiba-tiba Kangin datang dan tentu saja memutus pembicaraan mereka sejenak. “Donghae..bisa tolong apa carikan kayu bakar?”
“Kayu bakar? Untuk apa?” celetuk Donghae.
“Entah kenapa suasana malam ini sangat dingin. Jadi appa hanya ingin menghangatkan badan,” jawab Kangin.
“Baiklah,” ucap Donghae dan hendak berjalan ke dalam hutan.
“Donghae, aku ikut ya?” tanya Ryeowook.
“Jangan kau di rumah saja. Di hutan sana sangat gelap, lagipula berbahaya,” jawab Donghae.
‘”Ayolah~~ tak apa. Mana mungkin aku membiarkanmu di dalam sana sendirian,” ucap Ryeowook.

Donghae tak dapat menyangkal permintaan Ryeowook lagi. Apalagi jika Ryeowook sudah memintanya dengan wajah polosnya. Hatinya tak dapat menolak. “Baiklah,” ucap Donghae dengan terpaksa.

Merekapun mulai memasuki hutan dengan perlahan dibantu dengan cahaya senter yang mereka pegang. Disana amat sangat gelap dan udaranya sangat dingin.

‘Wuussttttt’

Sekelebat bayangan hitam berrwujud manusia melaju dengan cepat. Ryeowook sangat terkejut melihat bayangan tersebut. Ia berpikir bayangan tersebut adalah bayangan Yesung. Namun, pemikiran Ryeowook salah, selain makhluk seperti Yesung masih ada makhluk lain yang serupa dengan Yesung. Ryeowook pun segera mencari-cari sosok tersebut. Tanpa Donghae sadari Ryeowook melangkah berlawanan dengan Donghae, Ryeowook tak lagi ada di belakangnya.

Betapa terkejutnya Ryeowook saat mendapati sosok misterius tengah berdiri membelakangi Ryeowook. “Yesung?” panggil Ryeowook dengan ragu-ragu.

Sosok namja misterus tersebut berbalik dan menghadap ke arah Ryeowook seraya menyeringai. Dengan cepat sosok mesterius tersebut menghempit tubuh Ryeowook ke pohon. Wajah namja tersebut sama seperti saat Yesung ingin memangsanya. Namun, wajah namja tersebut lebih mengerikan dibanding Yesung.

Ryeowook nampak tak berdaya. “S-siapa kau?” tanya Ryeowook dengan raut wajah ketakutan. Namja tersebut tak menjawabnya dan terus menatap Ryeowook dengan tajam dan nanar sembari menyeringai. Kali ini Ryeowook benar-benar ketakutan karena namja tersebut tak segan-segan memperlihatkan taringnya yang sangat tajam.
“Aaaaaaaaaaaa!” Ryeowook berteriak sekeras mungkin.

“Ryeowook,” ucap Donghae yang baru menyadari bahwa Ryeowook tak lagi ada di belakangnya. “RYEOWOOK!” teriak Donghae yang panik sembari mencari-cari Ryeowook.

Sementara itu, Yesung yang mendengar suara teriakkan tersebut segera berlari dengan cepat. Yesung sangat yakin itu adalah suara Ryeowook sebab insting Yesung sangat kuat. Kedatangan Yesung sangat tepat waktu, untung saja namja tersebut belum sempat melukai Ryeowook.

Yesung langsung menghajar namja tersebut. Seketika tubuh namja tersebut terlempar ke tas tanah. Yesung begitu sangat terkejut karena namja tersebut sangat ia kenal. Kyuhyun itulah nama namja tersebut. Mereka berdua saling bermusuhan, sampai-sampai permusuhan tersebut membuat mereka harus terbuang di dunia manusia. Tapi Yesung heran, mengapa Kyuhyun bisa berada di dunia manusia? Padahal bertahun-tahun Yesung tinggal disini, mereka tak pernah bertemu dan baru kali ini mereka dipertemukan kembali.

“Kyuhyun,” ucap Yesung yang membelalakkan matanya. “Mengapa kau bisa disini?”
“Ini juga karena ulahmu Kim Yesung,” jawab Kyuhyun sinis. Kyuhyun pun langsung melesat pergi.
Yesung menatap Ryeowook yang terlihat masih ketakutan. “Ryeowook, kamu tidak apa-apa kan?” tanya Yesung yang khawatir. Ryeowook pun menanggapinya hanya terdiam.

“RYEOWOOK!!” teriak Donghae yang terus mencari Ryeowook.
“Itu suara saudaramu kan. Temui dia, jangan buat dia khawatir,” ucap Yesung dan Yesung pun segera melesat pergi dengan cepat. Sementara itu, Ryeowook segera berlari menemui Donghae.
“Ryeowook~ kau kemana saja?” tanya Donghae yang khawatir.
“Tidak, tadinya aku hanya ingin membantumu mencari kayu bakar,” jawab Ryeowook yang mengelak.
“Yasudah, sekarang kita pulang. Aku sudah dapat kayu bakarnya,” ucap Donghae. Sesekali Donghae menatap wajah Ryeowook yang begitu pucat dan ketakutan. Donghae takut sesuatu terjadi telah terjadi pada dirinya. “Ryeowook kau tidak apa-apa kan?”
Aniya~ yasudah ayo kita pulang.”

Ryeowook tak menyadari bahwa Yesung sedari tadi terus memperhatikannya dari balik pohon. “Aku harus melindungi Ryeowook. Aku tak mau kejadian seperti ini terulang lagi,” gumam Yesung.

***

“Yesung apa yang kau lakukan disini?” tanya Ryeowook yang terkejut saat melihat Yesung tengah berdiri di depan rumahnya.
“A-aku hanya sekedar melihat-lihat saja,” jawab Yesung asal. Padahal sebenarnya Yesung sangat khawatir dengan Ryeowook dan semalaman Yesung berdiri di depan rumahnya hanya untuk menjaga Ryeowook. Yesung takut Kyuhyun akan melampiaskan dendamnya pada Ryeowook.
Hanya sekedar melihat-lihat? Memangnya rumahku tempat wisata? Pikir Ryeowook. Ryeowook tak tahu bahwa Yesung mengetahui apa yang dipikirkan Ryeowook. Yesung pun terkekeh mendengarnya.
“Bukan tempat wisata tapi lebih tepatnya pameran lukisan,” celetuk Yesung. “Yasudah lah aku mau kembali ke hutan. Sampai nanti.”
“Hah? D-dia bisa baca pikiranku. Astaga,” ucap Ryeowook yang tercengang.

Akhir-akhir ini Yesung menjadi sangat protektif dengan Ryeowook. Meski sebenarnya Ryeowook tak mengetahui bahwa selama ini Yesung selalu menjaganya. Yesung hanya tak ingin semua yang ia takuti terjadi.
Benar saja dugaan Yesung. Kyuhyun datang ke rumah Ryeowook. Untung saja Yesung masih berjaga-jaga di sekitar sana. Dengan sigap Yesung langsung menubruk tubuh Kyuhyun dengan kuat. Kyuhyun yang menyadari serangan Yesung, dengan cepat menyerang balik Yesung. Akhirnya mereka berdua terlibat pertengkaran yang hebat.

Ryeowook tersadar dari tidurnya karena mendengar suara berisik di depan rumahnya. Ryeowook pun mengintip dari tirai jendelanya. Ryeowook terkejut seraya membelalakkan matanya. “Hah? Yesung?” gumamnya. Ryeowook pun langsung keluar dengan tergopoh-gopoh.

“HEY BERHENTI!!” tegas Ryeowook.
“Ryeowook,” ucap Yesung.
“Yesung, apa yang kau lakukan disini?” tanya Ryeowook.
“A-aku…” belum sempat meneruskan kalimatnya. Kyuhyun dengan sigap langsung melesat mengunci tubuh Ryeowook.
“Eh~ apa-apaan ini,” protes Ryeowook. Kyuhyun pun hanya menyeringai dan tanpa berkata apapun Kyuhyun langsung melesat pergi ke dalam hutan. Yesung pun segera mengejar Kyuhyun.
“Lepaskan dia Kyu~ dia tak ada sangkut pautnya dengan permusuhan kita!”

Kyuhyun pun menghentikan lanngkahnya dan ia langsung menurunkan Ryeowook dari cengkeramannya. Dengan wajah yang garang Kyuhyun menatap Yesung dengan tatapan angkuh.

“Apa? Tidak ada sangkut pautnya? Baiklah kalau begitu, aku akan menjadikannya masuk dalam permasalahan kita,” ucap Kyuhyun sinis dan tentu saja dengan seringaiannya.
“Maksudmu?” tanya Yesung yang tak mengerti.
“Yesung kau lupa dengan apa yang sudah kau lakukan pada Sungmin. Aku tak bisa terima itu. Kau penghianat Kim Yesung!” tergas Kyuhyun.
MWO?! Penghianat? Ayolah Kyu jangan seperti ini,” ujar Yesung.

Kyuhyun pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya seraya menunjukkan wajahnya yang begitu kesal dengan Yesung. Ia menganggap Yesung penyebab dari kejadian itu, kejadian yang tak akan pernah Kyuhyun lupakan. Tanpa berkata apapun Kyuhyun langsung pergi dan meninggalkan mereka.

Sementara Ryeowook yang masih berada di tempat tersebut hanya tercengang. Ia tak mengerti permasalahannya, tapi mengapa ia harus ikut dalam masalah ini. Yesung tahu apa yang saat ini Ryeowook pikirkan. Rasa bingung dan juga ketakutan.

Yesung pun langsung menghampiri Ryeowook dan menggenggam tangannya. “Kau akan baik-baik saja. Kau tak usah cemas,” ucap Yesung layaknya pria sejati yang mengucap janji untuk melindungi kekasihnya. Ryeowook hanya termenung dan menatap Yesung dalam-dalam.

“Y-yasudah. Aku akan antar kau pulang,” ucap Yesung yang gugup.


Gomawo~ sudah menngantarku pulang,” ucap Ryeowook seraya tersenyum. Yesung pun hanya membalasnya dengan senyuman kecil.
“Baiklah aku masuk,” ucap Ryeowook seraya melangkahkan kakinya ke depan rumahnya.

Ryeowook tak menyadari bahwa Yesung tetap berdiri di depan rumah meski Ryeowook sudah masuk ke dalam rumahnya. Yesung telah berjanji bahwa dia akan melindungi Ryeowook.  Jadi, ia akan terus menjaga Ryeowook seterusnya.
***

Matahari yang cerah membuat Ryeowook terbangun pagi-pagi sekali. Kali ini Ryeowook berencana akan ke hutan menemui Yesung dan tentu saja Ryeowook akan membawakannya makanan.

“Na..na..na..na..” Pagi itu membuat Ryeowook sangat bersemangat, sampai ia tak menyadari bahwa ia bernyanyi sembari memasak. Donghae yang mendengar suara yang tak asing lagi baginya, segera menghampiri asal suara tersebut.
“Ryeowook?”
“Selamat pagi Donghae. Aku sudah siapkan sarapanmu di meja makan,” ucap Ryeowook.
“Tumben sekali kau memasak sarapan jam segini. Biasanya kau kan belum bangun,” celetuk Donghae seraya mencicipi satu per satu makanan yang baru saja dibuat Ryeowook.
“Yah~ sesekali tak apa kan? Lagipula aku kasian dengan ahjusshi yang selalu bangun pagi membuatkan kita sarapan,” ucap Ryeowook.
“Ya sering-sering saja kau seperti ini. Lagipula makanan buatanmu lebih enak,” ucap Donghae. Ryeowook pun hanya tersenyum dan terus fokus pada masakannya. “Itu makanan untuk siapa? Mengapa banyak sekali? Menurutku, ini saja cukup untuk sarapan,” sambung Donghae.
“Emmm~ ini bukan untuk sarapan kita,” ucap Ryeowook.
“Lalu?” tanya Donghae.
“Emmm…i-ini untuk temanku,” jawab Ryeowook terbata-bata.
“Temanmu? Hemm~ temanmu yang namja itu?”
“Ya.”
“Untuk apa kau membawakan makanan untuknya? Memang kau siapanya?”ucap Donghae dengan nada sedikit sinis.
“Kau kenapa? Kau marah? Sudahlah~ dia itu hanya temanku dan dia sedang sakit. Jadi, rencanya aku ingin menjenguknya,” ucap Ryeowook yang berbohong. Donghae pun terdiam.
“Baiklah, aku harus pergi sekarang,” ucap Ryeowook yang terburu-buru.
“Eh mau kemana?” tanya Donghae.
“Kan aku sudah bilang, aku akan pergi ke rumah temanku.”
“Aku antar ya?”
“Tak usah. Lebih baik kau sarapan ya. Aku pergi dulu. Bye.”

Dongahe yang penasaran, langsung mengikuti Ryeowook dari belakang. Tiba-tiba saja Kangin datang mengejutkan Donghae. “Kau mau kemana?”
“A-aku…”
“Dimana Ryeowook? Tadi appa lihat di kamarnya ia tak ada,” tanya Kangin.
“Dia pergi menjenguk temannya yang sakit,” jawab Donghae datar dan ia pun segera pergi ke ruang makan.

‘Tok..tok..tok’

Sepuluh menit Ryeowook berada di depan rumah Yesung. Namun, tak ada sahutan dari dalam rumah Yesung. “Yesung kemana sih?” gerutu Ryeowook.
“Loh~ Ryeowook?” panggil Yesung.

Sosok namja yang ditunggu-tunggu Ryeowook akhirnya pun datang. “Yesung, kau kemana saja? Mengapa lama sekali?” ucap Ryeowook dengan kesal.

“Aku hanya berjalan-jalan sembari mencari makanan. Apa yang kau lakukan disini? Bukankah aku sudah bilang, tak seharusnya kau kembali kesini,” tegas Yesung.
Ne~ aku tahu. Tapi aku datang hanya untuk membawakan ini,” ucap Ryeowook seraya menodorkan bungkusan yang berisi makanan.
“Apa ini?”
“Itu makanan. Hemmm~~ sebenarnya ini tanda terima kasih, karena kau sering menolongku.”
Yesung pun hanya tersenyum tipis mendengarnya. “Yasudahlah~ ayo masuk,” ajak Yesung.
“Tak usah, aku langsung pulang saja,” jawab Ryeowook singkat.
“Benarkah? Sudahlah mampir saja dulu ke rumahku. Aku janji akan mengantarmu pulang,” ucap Yesung. Lama-kelamaan Ryeowook pun ikut ajakan Yesung.

Ryeowook menjajahkan kakinya di rumah yang sudah tak asing lagi baginya. Rumah yang terasa sejuk, lembap, dan juga terasa nyaman.

“Hey~ mengapa kau terlihat canggung seperti itu? Tenang saja aku tak akan melukaimu lagi,” ucap Yesung seraya tersenyum. Dengan raut wajahnya yang polos Ryeowook pun akhirnya duduk.
“Ryeowook~ kamu harus secepatnya pergi dari sini,” ucap Yesung datar seraya langsung duduk di sebelah Ryeowook.
“Mengapa? Liburanku masih panjang,” protes Ryeowook.
“Aku takut dia akan mengincarmu lagi,” jawab Yesung.
“Dia? Maksudmu temanmu yang seram itu?” tanya Ryeowook dengan wajah innocent-nya. Yesung pun hanya mengangguk tanda mengiyakan.
“Emmm sebenarnya hubunganmu dengan dia apa? Sepertinya ia sangat dendam denganmu,” tanya Ryeowook dengan ragu-ragu.
“Ya. Ia memang ingin balas dendam,” timpal Yesung.


Flashback POV
Yeoja cantik dengan rambut terurai duduk termenung di bawah pohon besar. Dari kejauhan Yesung memperhatikan yeoja tersebut dan selang waktu beberapa detik, Yesung segera menghampiri yeoja cantik tersebut.

“Sungmin~” panggil Yesung dengan lembut.
“Yesung oppa,” ucap Sungmin dengan senyumannya yang manis. “Waeyo?” sambung Sungmin.
Aniya. Aku hanya bingung saja melihatmu yang dari tadi melamun. Memangnya apa yang kau pikirkan?” tanya Yesung.
Sungmin menghela napas dalam-dalam sebelum berbicara. “Aku heran, mengapa aku ini terlahir tidak jadi vampir seutuhnya malahan aku harus jadi manusia,” jelas Sungmin.
“Kau itu memang vampir Sungmin, hanya saja kamu tubuhmu itu separuh manusia. Kau jangan menganggap masalah ini dengan serius ya?” ujar Yesung dengan lembut seraya mengelus rambut Sungmin.
“Tentu saja hal ini menjadi serius. Kau kan tahu aku separuh manusia dan aku akan terus tumbuh dengan sendirinya. Bahkan nanti aku akan tua. Aku tak ingin tua,” ucap Sungmin.
“Kau tua ataupun muda. Kau akan tetap menjadi adikku yang paling cantik,” ujar Yesung yang menghiburnya.

Sungmin hanya tersenyum mendengarnya, meskipun ia agak sedikit tidak suka dengan perkataan Yesung yang ‘menjadi adikku.’ Ia tak ingin dianggap seorang adik, ia ingin lebih dari itu.

Bahkan sebenarya ia sangat menyukai Yesung bahkan ia sangat mencintainya. Tetapi hal tersebut belum diketahui oleh Yesung dikarenakan Sungmin tak pernah menceritakan masalah perasaannya langsung kepada Yesung.

Kyuhyun adalah satu-satunya oranng yang tahu akan hal itu. Sungmin sering bercerita dengan Kyuhyun karena Sungmin menganggap Kyuhyun adalah teman terbaiknya. Ternyata di balik itu, Kyuhyun lah yang sebenarnya sangat mencintai Sungmin, tetapi Sungmin tak pernah tahu hal tersebut dan selama ini Sungmin hanya menganggap Kyuhyun hanya sebatas temannya.

Kyuhyun harus memendam perasaannya itu dan harus merasakan pahitnya bahwa cintanya tak akan pernah bisa menyatu dengan Sungmin. Tiap kali ia ingin berdekatan dengan Sungmin, pasti selalu ada Yesung disamping Sungmin. Itulah yang membuat Kyuhyun sangat membenci Yesung.
***

Hyung,”  panggil Kyuhyun yang tengah berdiri membelakangi tepat di depan Yesung. Yesung pun yang tengah berjalan, segera menghentikan langkahnya.
Ne. Waeyo?” tanya Yesung dengan riang.

‘Bruuukkkk’

Dengan cepat Kyuhyun berbalik arah dan langsung menubruk tubuh Yesung. Yesung pun terjatuh di atas tanah. “Kyu apa-apaan ini?” bentak Yesung berontak yang melihat kelakuan Kyuhyun.

“Kau harus mati hyung!” ujar Kyuhyun dengan tatapan nanar. Yesung sulit melepaskan dirinya, karena kini tubuhnya seakan telah dikunci oleh Kyuhyun.
“Apa maksudmu?!” tanya Yesung dengan garang.
“Seharusnya kau sudah tahu hyung. Aku sangat membencimu hyung!” tegas Kyuhyun.
“Benci? Kau benci kenapa?” tanya Yesung sembari kembali berontak, tapi percuma saja tubuhnya benar-benar telah terkunci dan Yesung seakan tak berdaya. Kyuhyun tak pernah seperti ini sebelumnya, kali ini ia benar-benar sangat marah bahkan Yesung saja tak mampu membalas serangannya.
“Mengapa kau selalu mendekati Sungmin? Kau tahu, aku sangat mencintai dia. Kau tega lakukan ini!” ucap Kyuhyun yang semakin garang.
Mwo? Kau salah paham, aku hanya menganggap Sungmin sebagai adikku,” jawab Yesung yang terus berontak dan alhasil Yesung mampu melepaskan diri dari Kyuhyun. “Sudahlah Kyu, kita tak seharusnya bertengkar seperti ini. Aku tak ada perasaan apapun dengan Sungmin,” sambung Yesung.
“Kau bohong hyung,” ucap Kyuhyun dengan tatapan matanya yang merah dan nanar seakan seperti api yang sedang berkobar dalam dirinya.
“Sudahlah Kyu. Jika kau sangat mencintai Sungmin lebih baik kau terus terang padanya. Jangan seperti ini!” ujar Yesung.

Kyuhyun pun hanya terdiam. Selama ini ia takut mengungkapkan perasaannya itu pada Sungmin karena Kyuhyun tahu yang sebenarnya dicintai Sungmin bukanlah dia melainkan Yesung.

“Percuma saja jika aku mengungkapkan perasaanku. Karena yang dicintainya bukanlah aku,” jelas Kyuhyun.
“Maksudmu siapa?” tanya Yesung yang penasaran.
“Kau hyung,” jawab Kyuhyun dengan datar.
M-mwo? A-aku? Tak mungkin. Aku pikir dia hanya menganggapku seperti kakaknya,” ucap Yesung.
“Perkiraanmu salah hyung. Dia sangat mencintaimu. DAN BUKAN AKU YANG DIA CINTAI!” bentak Kyuhyun.
“Lalu kau mau apa? Kau mau membunuhku? Jika kau membunuhku, dia akan sangat benci padamu,” ujar Yesung yang sinis.

Perkataan Yesung tersebut, bukan meredam amarah Kyuhyun melainkan menambah kebencian Kyuhyun padanya. Bahkan Kyuhyun tak segan-segan menghajar Yesung saat itu juga.

Pertengkaran pun akhirnya terjadi. Yesung yang sebenarnya tak ingin melukai Kyuhyun, akhirnya ia terpaksa harus melawan semua serang dari Kyuhyun. Bahkan Yesung mampu melumpuhkan Kyuhyun.

‘Brukkk’

Lagi-lagi Kyuhyun terjatuh di atas tanah dengan menahan rasa yanng amat sakit. Ia harus mengakui kekalahannya saat menghadapi Yesung. Yesung pun tak tega melihat Kyuhyun terkapar tak berdaya.

Jeongmal mianhae Kyu. Aku tak bermaksud melukaimu,” ucap Yesung yang menyesal dan hendak menolong Kyuhyun yang sudah tak berdaya. Namun, Kyuhyun tak ingin ditolong oleh Yesung.
“Aku tak perlu bantuanmu,” ucap Kyuhyun dan Kyuhyun langsung melesat pergi dengan cepat sembari menahan rasa sakitnya itu.

Ya Tuhan sadarkanlah dia dengan perbuatannya. Aku menyesal Tuhan, telah menyakitinya,batin Yesung.


Kyuhyun segera tiba dirumahnya sembari terus merintih. “Kim Yesung sialan! Aku akan balas nanti,” geram Kyuhyun.
Kyuhyun hanya memerlukan waktu beberapa menit untuk dapat menghilangkan rasa sakit lukanya itu. Ia adalah seorang vampir, jadi rasa sakitnya itu dapat ia obati dengan cepat tanpa memerlukan obat-obatan.


Yesung berjalan dengan langkahnya yang gontai. Ia masih terus teringat dengan kejadian tersebut. Ia tak ingin pertemanannya dengan Kyuhyun harus rusak hanya karena masalah seperti ini. Tiba-tiba saja yeoja berkulit putih ini langsung memeluk Yesung dari belakang. Dengan hati-hati Yesung melepaskan pelukan Sungmin.

Oppa kau kenapa? Apa aku salah?” tanya Sungmin dengan wajahnya yang innocent.
“Tidak. Kau tidak salah,” jawab Yesung.
“Apa yang terjadi denganmu? Kau terlihat banyak pikiran?” tanya Sungmin yang mampu menebak perasaa seseorang hanya dengan sekejap.
“Aku tidak apa-apa Sungmin. Aku hanya mengantuk. Semalam aku tak tidur karena harus mencari buruan,” jawab Yesung menyangkal. Yesung pun segera masuk ke dalam rumahnya. Sungmin tahu bahwa Yesung berbohong padanya. Ia mampu mengetahui itu dari sorot mata Yesung.
“Huhhh,” Yesung langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya. Kejadian itu membuat pikiran Yesung menjadi kacau. Tiba-tiba Sungmin muncul tepat disebelah Yesung berbaring.
“Hah? Sungmin? Kapan kau masuk kamarku?” tanya Yesung terkejut dan langsung bangkit dari tidurnya.
“Kau lupa, aku kan vampir jadi aku bisa melakukan apa saja,” jawab Sungmin santai.
“Oh iya. Hemm…ada apa?” tanya Yesung.
“Sebenarnya kau kenapa oppa? Aku tahu kau berbohong dengan alasanmu tadi,” ucap Sungmin.
Yesung terdiam. Ia tak bisa menyangkal lagi. Kini ia hanya menunduk tanpa berkata apapun.
Oppa~ sebenarnya ada apa? Ceritakan,” desak Sungmin.
“Ahh aniya. Sudahlah aku ingin tidur dulu,” ucap Yesung seraya langsung merebahkan tubuhnya kembali di tempat tidurnya. Sungmin hanya bisa menghela napas dalam-dalam dan akhirnya Sungmin pun keluar dari kamar Yesung dengan perasaannya yang cemas.


Sungmin melihat Kyuhyun berjalan dengan langkah cepat dan dengan ekspresi kesal. Sungmin pun segera menghampiri Kyuhyun. “Kyuhyun. Kau dari mana?” tanya Sungmin. Kyuhyun tidak menjawab dan langsung melanjutkan langkahnya kembali.

“Aneh sekali. Ya ampun hari ini mengapa orang yang aku temui semuanya aneh,” gumam Sungmin seraya menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
***

Yesung, Kyuhyun dan Sungmin tengah berjalan menelusuri hutan untuk memulai perburuannya di hari yang senja itu.

Tiba-tiba sekelebat bayangan hitam melaju dengan cepat. Yesung, Kyuhyun dan Sungmin sudah menyadari bahwa ada sosok lain yang mengintai mereka. Yesung dan Kyuhyun segera melindungi Sungmin. Mereka tahu, kedatangan sosok asing yang serupa tersebut dikarenakan keberadaan Sungmin.

“Sungmin lebih baik kau pergi dari sini,” ucap Yesung.

Kyuhyun dan Yesung tetap berjaga-jaga dan benar saja saat Sungmin ingin melarikan diri tiba-tiba sosok tersebut sudah muncul di hadapan mereka. Lima sosok vampir yang selalu haus darah dan terlihat ganas. Mereka sudah lama mengintai Sungmin karena tubuh Sungmin yang separuh manusia. Menurut mereka, setiap vampir yang memiliki separuh tubuh manusia harus dibunuh, karena bisa membahayakan makhluk vampir lainnya.

“Pergi dari sini! Tak ada gunanya kalian disini!” tegas Kyuhyun.
“Baiklah, aku akan pergi tapi serahkan yeoja itu padaku,” ucap salah satu kawanan vampir yang terlihat sangat ganas itu.
“Kau ingin dia. Langkahi dulu kami,” ucap Kyuhyun.

Lima kawanan vampir tersebut terlihat tambah sangat garang. Tak lama kemudian mereka akhirnya memulai pertarungan. Yesung dan Kyuhyun bertarung sekuat tenaga untuk melindungi Sungmin. Sedangkan Sungmin tak bisa berbuat apa-apa. Kini ia hanya bersembunyi dibalik pepohonan besar sembari menyaksikan pertarungan tersebut dengan rasa kekhawatiran.

Kyuhyun dengan raut wajahnya yang garang mampu melumpuhkan beberapa dari kawanan tersebut sedangakan Yesung harus mengakui kekalahannya. Salah satu dari kawanan tersebut menyasat tubuh Yesung dengan pisau yang terlapisi dengan emas dan perak. Menurut mereka itulah satu-satunya cara untuk membunuh seorang vampir.

Kyuhyun yang sebenarnya sangat membenci Yesung. Kyuhyun yang kini sangat marah dan tak bisa mengendalikan amarahnya lagi segera membalaskan perlakuan dari kawanan vampir tersebut. Kyuhyun dengan sigap merebut pisau tersebut dari tangan mereka dan alhasil Kyuhyun mampu menyasat-nyasat tubuh kawanan vampir ganas tersebut sampai mati.

Sungmin segera berlari menghampiri Yesung yang terkapar tak berdaya. Kini Sungmin sangat menyesali kejadian, ia menganggap karena dialah Yesung jadi seperti itu. Dengan balutan air mata di wajahnya, Sungmin menggenggam tangan Yesung.

Entah apa yang dipikirkan Sungmin. Sungmin langsung berlari ke arah Kyuhyun yang masih terpaku memegang pisau tersebut. Sungmin merebut pisau tersebut dari tangan Kyuhyun.

“Sungmin apa yang kau…?” belum sempat melanjutkan ucapannya. Sungmin langsung menorehkan pisau tersebut di tangannya. Darah mengucur dengan derasnya dari pergelangan tangan Sungmin. Kyuhyun yang melihatnya sangat terkejut.
“Sungmin, apa yang kau lakukan?! Kau ingin mati?! Bentak Kyuhyun sembari menopang tubuh Sungmin yang sudah terlihat lemas. Sungmin pun langsung berlari ke arah Yesung.
Sungmin berpikir rasa sakit yang amat mendalam yang ia rasakan tak sesakit dengan penderitaan Yesung saat ini.
“Sungmin kenapa kau…” ucap Yesung dengan napas yang terengah-engah. Sungmin langsung mengucurkan darahnya tepat di mulut Yesung.  Yesung yang setengah sadar dan tanpa menyadari ia menelan darah yang diteteskan oleh Sungmin. Ia tak menyadari jika itu adalah darah Sungmin.

Beberapa menit kemudian Yesung kembali tersadar dan ia tak lagi mengalami rasa yang amat sakit. Sementara itu Sungmin langsung terkapar di sebelah Yesung dengan tubuh yang sangat lemas dan tak berdaya. Yesung tak menyadari jika Sungmin telah meninggal.

 “Sungmin kau kenapa? Sungmin bangun!” ucap Yesung.
Kyuhyun langsung membelalakan matanya. Ia tak sempat berpikir jika Sungmin akan melakukan hal senekat itu. Kyuhyun pun segera menghampiri Sungmin. “KAU BERENGSEK HYUNG,” bentak Kyuhyun seraya menghajar wajah Yesung sekuat tenaga.
“KYU KAU INI KENAPA?! DISAAT SEPERTI INI KAU MASIH INGIN BERTARUNG DENGANKU!” bentak Yesung.
“Gara-garamu Sungmin meninggal. Gara-gara kau juga Sungmin melakukan hal nekat seperti ini!” tegas Kyuhyun.
“Memangnya apa yang dilakukan Sungmin?” tanya Yesung dengan suaranya yang semakin meredup.
“Sungmin membunuh dirinya dengan pisau ini! Dan ia rela mengeluarkan darahnya hanya untuk kau hidup KIM YESUNG!” tegas Kyuhyun dengan nada suaranya yang semakin menaik.
Yesung hanya terdiam dan terus memandangi tubuh Sungmin yang tergolek di atas tanah.
“KAU JUGA HARUS TAHU HYUNG! SUNGMIN ITU SEBENARNYA MENCINTAIMU! SANGAT MENCINTAIMU HYUNG! TAPI KAU MALAH MEMBUATNYA MENINGGAL SEPERTI ITU! AKU SANGAT MEMBENCIMU HYUNG!” bentak Kyuhyun.

Kyuhyun pun kembali menghajar wajah Yesung. Yesung tak ingin membalas serangan Kyuhyun. Yesung hanya diam tanpa melakukan perlawanan. Setelah menghajar Yesung, Kyuhyun langsung melesat pergi sembari membawa tubuh Sungmin. Yesung ingin mengejarnya, tapi ia kehilangan jejak Kyuhyun.

Sampai saat ini Yesung tak tahu dimana jasad Sungmin dan sebab kejadian inilah yang membuat Kyuhyun sangat membenci Yesung, bahkan Kyuhyun berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan membalas dendam pada Yesung dengan cara apapun.

Sementara Yesung pergi jauh dari dunia vampirnya, ia lebih memilih tinggal di sebuah hutan di tempat manusia. Disanalah Yesung bisa merasakan ketenangan.
Flasback POV End