Sabtu, 13 April 2013

[FF YeWook] Blood of Love//GS//Chapter 3// END


“Jadi…” ucap Ryeowook yang terputus.
“Ya. Oleh karena itu ia ingin membalas dendamnya kepadaku tapi— melaluimu,” ucap Yesung seraya mengehela napas dalam-dalam. Ryeowook lebih baik kau pergi dari desa ini. Aku tak ingin kau terlibat dalam hal ini,” ucap Yesung yang mulai serius.

“Tapi bagaimana denganmu? Kau akan tetap disini?” tanya Ryeowook.
“Memangnya aku harus kemana lagi? Disini memang tempatku.”
“Tapi ia pasti akan terus mengejarmu.”
“Ya, aku tahu. Tapi aku lebih khawatir denganmu, aku tak ingin dia menyentuhmu sedikitpun.”
Ryeowook tercengang mendengar pernyataan Yesung. Baru kali ini ia menemukan namja yang begitu khawatir dengannya.


‘Cuppppppp’


Ciuman lembut tepat mendarat di kening Ryeowok. Jantung Ryeowook berdebar kencang, keringat dingin mulai mengalir di tubuhnya. Ia tak menyangka Yesung yang baru beberapa hari ia kenal bisa membuatnya jadi dag dig dug seperti itu.

“Y-yesung,” ucap Ryeowook yang gugup.
“Husstt,” desis Yesung seraya mengarahkan telunjuknya ke arah bibir tipis Ryeowook. “Lebih baik sekarang kau ku antar pulang. Oh iya terima kasih sudah membawakanku makanan sebanyak ini.” Ryeowook pun hanya mengangguk dan tak mampu berkata apapun lagi.

Dalam sekejap Ryeowook sudah sampai di depan rumahnya. “Emmm— gomawo ne. Sudah mengantarku pulang,” ucap Ryeowook mencoba mencairkan suasana yang begitu canggung.

“Ya. Jaga dirimu baik-baik.”
Ryeowook kembali mengangguk. Perlahan ia jalan memasuki rumahnya. Baru beberapa langkah, ia menoleh kembali ke arah Yesung dengan ragu, ia kira Yesung sudah kembali ke hutan, ternyata Yesung masih berdiri tegak sembari menatapnya. ‘Huh…’ terdengar helaan napas Ryeowook yang terasa berat, kemudian ia kembali melanjutkan langkahnya.

Aku janji akan melindungimu apapun yang terjadi, batin Yesung. Secepat kilat Yesung kembali ke dalam hutan. Sebenarnya berat hatinya meninggalkan Ryeowook. Ia yakin cepat atau lambat Kyuhyun akan datang kembali.

Yesung menciumku? Oh Tuhan, apa maksudnya? Batin Ryeowook sembari merebahkan dirinya di atas tempat tidurnya.
***

Malam yang gelap diselimuti udara yang sejuk, membuat Yesung hendak pergi keluar untuk berburu. Sebenarnya sembari beburu ia ingin mampir ke rumah Ryeowook. Entah mengapa akhir-akhir ini Yesung terus memikirkan Ryeowook.

Di tengah perjalanannya mencari hewan buruan, Yesung dihadang oleh sosok namja berwajah garang, siapa lagi jika bukan Kyuhyun. Kyuhyun masih belum puas membalaskan dendamnya  akibat perlakuan Yesung di masa lalu.

“Kyuhyun,” sapa Yesung yang trekejut. Kyuhyun segera berbalik arah menghadap Yesung.
“Ingat Kim Yesung, permasalahan kita belum selesai,” ucap Kyuhyun yang sinis.
“Kyu, untuk apa lagi kau mempermasalahkan hal ini? Aku bosan sifatmu seperti anak kecil! Sekarang Sungmin sudah tenang di alamnya. Jangan kamu buat ia merasa bersalah hanya karena kau!” tegas Yesung.
Kyuhyun tak terima dengan perkataan Yesung. Apalagi saat ia menyebutkan nama Sungmin. Tak disangka Kyuhyun langsung mendaratkan pukulannya tepat di wajah Yesung. Yesung sempat terpental jauh beberapa meter. Untung saja Yesung seorang vampir jadi ia mampu bertahan dalam situasi seperti ini.

“Aku akan membuatmu benar-benar menyesal kali ini!” ucap Kyuhyun seraya melesat pergi meninggalkan Yesung yang masih tersungkur akibat perbuatan Kyuhyun tadi.
“Oh tidak Ryeowook!” Yesung langsung memikirkan Ryeowook, dengan cepat Yesung langsung berlari menuju rumah Ryeowook.

Yesung langsung masuk ke kamar Ryeowook.  “Oh Tuhan syukurlah,” ucap Yesung dengan hati yang lega.
Ryeowook tertidur sangat pulas. Selang beberapa menit, Yesung mendekati tempat tidur Ryeowook. Yesung menatap Ryeowook dengan tatapan penuh arti. Perlahan ia membelai rambut halus Ryeowook.

So beautiful,” bisik Yesung.
Ryeowook menggeliat akibat ulah Yesung yang membelai rambutnya. Ryeowook tak menyadari jika disampingnya ada Yesung. Yesung mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Ryeowook, dan kini sudah tak ada lagi jarak yang membatasi mereka. Perlahan Yesung mendekatkan bibirnya ke arah bibir mungil Ryeowook dan belum sempat ia cium, Ryeowook terbangun.

Perlahan Ryeowook membuka matanya yang terasa masih lengket, ia sangat terkejut dan sempat mendorong Yesung.
“Y-yesung apa yang kau…” teriak Ryeowook.
“Husstt…jangan berisik. Aku tak berbuat macam-macam padamu.”
Jinjjayo?” tanya Ryeowook yang menyipitkan matanya.
“Eh mengapa kamu menatapku seperti itu? Tenang saja, aku kesini bukan untuk mencuri,” ucap Yesung yang jengkel.
“Iya-iya. Lalu kamu sedang apa disini? Kok kamu bisa masuk ke kamarku?”
“Aku hanya ingin memastikan.”
“Memastikan? Memastikan apa?” tanya Ryeowook dengan wajah innocent-nya.
“Memastikan jika Kyuhyun tak kesini untuk menyakitimu,” ucap Yesung seraya bangkit dari tempat tidur Ryeowook.
“Kyuhyun lagi. Kyuhyun lagi. Memangnya aku punya masalah ya dengannya?!” gerutu Ryeowook.
“Kamu memang tak punya salah dengannya, tapi kamu dekat dengan orang yang membuat masalah dengannya,” ucap Yesung dengan tatapannya yang tajam. Ryeowook hanya termangu mendengarnya.
“Yasudah tidur lagi sana, maaf sudah mengganggumu,” ucap Yesung seraya melompat dari jendela kamar Ryeowook.
“Yesung!” Ryeowook terkejut melihat Yesung yang meloncat dari jendelanya. Ryeowook langsung melongok Yesung yang sudah berada di bawah. Ia lupa bahwa Yesung adalah vampir. Jadi bagi Yesung hal seperti itu sudah biasa.


‘Cklekkk’


Donghae yang belum tidur mendengar teriakan Ryeowook dari kamarnya. Donghae langsung menerobos kamar Ryeowook tanpa mengetuk pintu. Ryeowook yang masih melongok ke jendelanya langsung menoleh ke arah Donghae.

“Donghae,” ucap Ryeowook seraya menutup jendelanya.
Donghae segera mendekati Ryeowook dan memerhatikan Ryeowook dari ujung kaki sampai ujung kepala. “Kamu tidak apa-apa kan?”
“A-ah aniya.”
“Tadi aku mendengarmu berteriak, untung saja aku belum tidur, jadi aku langsung kesini.”
“Tenang saja aku tidak apa-apa.”
Jinjja?” tanya Donghae dan Ryeowook meresponnya hanya dengan mengangguk.
“Yasudah, kamu tidur sana,” ucap Donghae sambil mengacak-acak rambut halus Ryeowook. Tak lama Donghae langsung meninggalkan kamar Ryeowook dengan perasaan lega.
***

Bulan Desember telah tiba. Ryeowook tak menyadari sudah hampir satu bulan ia liburan di desa Hahoe dan beberapa minggu lagi ia akan kembali ke rutinitasnya. Seperti yang sudah ditentukan, bulan Desember itu akan turun salju dan benar saja mulai sabtu malam salju sudah  turun dan memenuhi sudut jalan.
Rasa dingin mulai menerpa di desa tersebut, tak terkecuali Ryeowook yang enggan keluar rumah semenjak salju turun. Ia lebih suka menghabiskan waktu di rumah sembari meneyeruput cokelat panas.

Lain halnya dengan Yesung, ia malah sangat menyukai cuaca yang seperti ini. Semakin cuaca dingin maka akan semakin baik baginya dan sebaliknya ia sangat tak menyukai musim panas. Hewan-hewan yang berada di hutan akan mudah Yesung cari, karena biasanya di musim tersebut para hewan akan mencari tempat yang bagi mereka bisa memberi kehangatan.

Kali ini Yesung enggan keluar rumah untuk berburu. Perutnya belum terasa lapar. Kesunyian di rumahnya membuat ia merasa bosan. Yesung melamun di teras rumahnya sembari menatapi salju yang turun. Dalam lamunanya, ia tak sadar sudah memikirkan Ryeowook, yeoja yang belum lama ia kenal.

“Ryeowook,” ucap Donghae seraya menepuk bahu Ryeowook yang tengah asik menyeruput cokelat panas di ruang tamunya.
“Donghae— kamu mau kemana?” tanya Ryeowook yang melihat Donghae tengah membawa papan seluncur untuk bermain ski.
“Aku mau bermain ski. Mau ikut?”
“Ski? Tentu saja aku mau ikut,” ucap Ryeowook seraya bangkit dari tempat duduknya. “Tunggu sebentar aku mau ganti baju,” sambungnya dan langsung melesat ke kamarnya.
“Baiklah.”
***

“Wow—dingin sekali,” ucap Ryeowook seraya menggosok-gosokan kedua telapak tangannya.
Donghae hanya tersenyum kecil melihatnya. “Jadi tidak kita main ski?”
“Jadi!” tegas Ryewook dan segera menyiapkan papan seluncur ski-nya.

Yesung yang dari tadi memikirkan Ryeowook. Iapun langsung melesat ke rumah penginapan Ryeowook. Yesung mengintip Ryeowook dari balik pohon, ia melihat Ryeowook  tengah asyik bermain ski bersama Donghae. Yesung pun hanya tersenyum melihatnya.

Keasyikannya bermain ski membuat Ryeowook tak menyadari bahwa papan ski-nya melaju sangat cepat bahkan Donghae pun tertinggal di belakangnya. Di depan Ryewook terdapat pohon besar yang siap menghantamnya. Dan benar saja, Ryeowook tak mampu mengendalikan papan ski-nya sehingga Ryeowook menabrak pohon besar di hadapannya.


‘Bruuukkkkk’


“Awww,” rintih Ryeowook. Yesung yang melihatnya dengan sigap menghampiri Ryeowook yang jatuh tersungkur.
Yesung melihat darah Ryeowook yang berceceran dari kepalanya. Yesung berupaya untuk menahan hawa nafsunya meski agak sulit.
“Ryeowook, kau tak apa-apa?” tanya Yesung yang khawatir.
“Aduuhhh…” lirih Ryewook sembari terus memegangi kepalanya.
Yesung berinisiatif untuk membawa Ryeowook ke rumahnya. Iapun segera menggendong Ryeowook menggunakan kedua tanganya.
“Ryeowook!” ucap Donghae yang langsung berlari meninggalkan papan skinya. “Hey, mau kau kau bawa kemana Ryeowook?!”
“Akan kubawa ke rumahnya,” jawab Yesung singkat dan langsung pergi meninggalkan Donghae.

Sesampai di rumah penginapan Ryeowook, Yesung meletakkan Ryeowook di atas sofa dengan hati-hati. Sepanjang jalan menggendong Ryeowook, Yesung benar-benar mampu mengatasi rasa hausnya meski rasanya bau darah Ryeowook telah menusuk tenggorokannya.

Dengan cepat Yesung membersihkan darah Ryeowook menggunakan jaket yang tengah ia pakai. Sementara Donghae tertegun melihat perlakuan Yesung pada Ryeowook. Donghae sebenarnya tak tahu siapa namja yang bersama Ryeowook.

Ryeowook terus saja merintih akibat luka di kepalanya. “Yesung— gomawo,” lirihnya.
Yesung mendengus dan tersenyum kecil. “Ya, sudahlah jangan banyak bicara. Aku akan mengobatimu.” Yesung bergegas untuk mencari obat-obatan di dalam rumah tersebut. Tetapi baru saja mau melangkahkan kakinya, ia dikejutkan dengan kedatangan Donghae yang tiba-tiba muncul di hadapannya sembari membawa kotak obat.

“Ini obatnya,” ucap Donghae datar sembari menyodorkan kotak obat ke Yesung. Yesung tak menyangka Donghae tahu pemikiran Yesung saat itu. Tanpa ada basa-basi Yesung langsung mengambil kotak obat tersebut dan kembali mengobati Ryeowook.
Selesai mengobati Ryeowook, Yesung bergegas untuk pergi. namun, Ryeowook menahannya. “Mau kemana?” tanya Ryeowok.
“Pulang. Sudahlah kamu istirahat saja,” jawab Yesung. Ryeowook pun tak berkata apapun lagi dan membiarkan Yesung pergi.
Gomawoyo,” ucap Ryeowook. Sementara Yesung membalasnya dengan senyuman.
“Kamu itu sebenarnya siapa?” tanya Donghae yang tiba-tiba menghadang Yesung.
“Aku temannya Ryeowook,”jawab Yesung dengan tatapan  matanya yang nanar. Donghae langsung tak bergeming melihat tatapan Yesung. Ia merasa tatapannya seakan menusuk matanya. “Yasudah. Tolong jaga Ryeowook,” ucap Yesung dan langsung pergi.
“Aneh sekali orang itu,” gumam Donghae.

Donghae pun segera masuk ke dalam untuk memastikan keadaan Ryeowook. Ryeowook bangkit dari tidurnya di sofa.

“Ryeowook, istirahat saja. Jangan banyak gerak,” ucap Donghae.
“Iya Donghae aku sudah tidak apa-apa,” ucap Ryeowook yang langsung menghambur menuju kamarnya.
***

Yesung, batinnya sembari memandangi suasana mencekam dihutan dari jendela kamarnya. Entah  kenapa semenjak Yesung menolong saat kejadian itu. Ryeowook jadi terus terbayang wajah Yesung, apalagi saat Yesung masuk ke kamarnya tanpa sepengatahuan Ryeowook. jantung Ryeowook jadi mudah berdegup kencang saat berhadapan dengannya.

Ryeowook terus memandangi suasana hutan yang mencekam dengan tatapanya yang kosong. Tanpa ia sadari ternyata di balik pohon yang tengah Ryeowook pandangi ada Yesung yang juga sedang memerhatikan Ryeowook. Ryeowook berpikir itu hanya bayangannya saja.

“Aduuhhh— aku kenapa ya? Kok kepalaku jadi pusing gini?” gumamnya sambil memejamkan mata dan menggeleng-gelengkan kepalanya. “Ini pasti karena aku yang memikirkan Yesung terus, sampai-sampai melihat bayangan Yesung.”
“Aaaaaa,” teriak Ryeowook yang terkejut melihat Yesung bergelantungan di jendelanya.
“Y-yesung…apa yang kau…” belum sempat meneruskan kalimatnya, Yesung yang tadinya bergelantungan langsung melompat  masuk ke kamar Ryeowook.
Mianhae Ryeowook aku hanya ingin memastikan keadaanmu. Hemmm kondisimu sudah lebih baik kan?”
“Ya,” ucapnya dengan anggukan pelan.

Tiba-tiba saja suasana di kamar Ryeowook mendadak menjadi hening. Tak ada sahutan lagi dari mulut Ryeowook maupun Yesung, mereka berdua seakan seketika membisu.

“Kau mau ikut?” Selang beberapa menit akhirnya suara Yesung memecahkan suasana yang hening tersebut.
“Ikut kemana?”
“Hemm ke suatu tempat. Kita jalan-jalan saja.”
“Emmmm...”
“Sudahlah ayo,” ucap Yesung seraya membungkukan tubuhnya dan memerintahkan Ryeowook untuk naik ke punggungnya.
“Apa?” tanya Ryeowook yang tak mengerti.
“Cepat naik,” perintah Yesung. Tanpa ragu  Ryeowook langsung menaiki punggung Yesung.

Yesung langsung melompat dari jendela kamar Ryeowook yang kelihatannya cukup mengerikan untuk turun ke bawah. Ryeowook mencengkram erat bahu Yesung sambil memejamkan matanya karena ia tak sanggup melihat jalanan yang terbentang di bawahnya.

Dalam beberapa detik saja Yesung dan Ryeowook sudah tiba di bawah. Yesung langsung melesat jauh masuk ke dalam hutan yang terlihat sangat mencekam.

Ryeowook yang dari tadi memejamkan matanya, ia tak menyadari jika ia dan Yesung sudah memasuki hutan yang cukup dalam.

Di tengah suasana hutan yang mencekam ternyata Kyuhyun ada disana sembari terus memerhatikan Yesung dan juga Ryeowook. Kyuhyun langsung melesat mengikuti Yesung dari belakang. Sementara Yesung tak menyadari bahwa mereka di incar oleh Kyuhyun.

“Baiklah, sudah sampai.”
“Wow— so wonderful,” ucap Ryeowook sembari membelalakkan matanya. “Ini tempat apa?”
“Hemm… kau suka?” Yesung balik bertanya pada Ryeowook. Ryeowook pun mengganguk dengan semangatnya.


‘Wussstttttttttt’


Sekelebat bayangan hitam berlari dengan cepat. Ryeowook dan Yesung yang terkejut segera menoleh ke arah bayangan tersebut. Wajah Ryeowook mulai terlihat pucat, ia takut akan ada vampir lain yang ingin menyerangnya. Dan  benar saja, bayangan itu adalah Kyuhyun, Yesung pun sudah menduganya.

“Lebih baik kita pulang sekarang,” ucap Yesung seakan mengetahui apa yang akan terjadi.
“Hah? Pulang?” tanya Ryeowook yang celingukan memerhatikan sekelilingnya.
“Iya, sudah ayo kita pulang,” ucap Yesung seraya menggenggam tangan Ryeowook dengan erat.
“Tak semudah itu Kim Yesung!” ucap seorang namja yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka dengan tatapan nanar dan juga seringaiannya.

Yesung tak memperdulikan kedatangan Kyuhyun. Ia tetap melangkahkan kakinya untuk pergi dari tempat tersebut. Tetapi, baru saja melangkahkan kakinya, tangan Yesung sudah dicengkram oleh Kyuhyun. Kyuhyun mencengkram tangan Yesung sangat kuat, sehingga hampir membuat tangan Yesung remuk. Yesung memberontak karena tak tahan menahan rasa sakit di tangannya.

“Kau ini?! Kau sudah gila ya?!” bentak Yesung. Kyuhyun tak memperdulikan bentakan Yesung.
Kyuhyun mendengus pelan. “Terserah kau.” Kyuhyun langsung melesat cepat ke arah Ryeowook dan melepas paksa genggaman tangan Yesung dan Ryeowook. Yesung kalah cepat dengan Kyuhyun, kini Ryeowook sudah berada di tangan Kyuhyun.

Kyuhyun menghirup aroma tubuh Ryeowook. Aroma darah segar yang membuat tubuh Kyuhyun menjadi bergetar. Semenjak Sungmin meninggalkan Kyuhyun, Kyuhyun tak pernah lagi menghisap darah manusia. Bahkan saat itu Kyuhyun sempat berpikir untuk menghisap darah segar di tubuh Ryeowook.

Yesung dengan sigap menghampiri Kyuhyun yang ada diseberangnya. Ia mencekik leher Kyuhyun dengan kuat dan membuat Kyuhyun hampir tak bisa bernapas.

“Jangan kau sakiti dia! Urusanmu bukan dengan dia!” bentak Yesung sembari terus mencengkram leher Kyuhyun. “Kau lepaskan dia atau…!”
“Atau apa? Kau mau membunuhku?” celetuk Kyuhyun.
Yesung terdiam. Meskipun Kyuhyun selama ini sudah jahat dengannya, ia tetap menganggap Kyuhyun sebagai adiknya. Perlahan Yesung melepaskan cengkramannya di leher Kyuhyun.
“Tolong lepaskan dia. Aku tidak ingin bertengkar terus seperti ini,” ucap Yesung, kali ini dengan nada sangat memohon.

Perlahan  Kyuhyun melepaskan Ryeowook dari tangannya. Sejenak suasana menjadi hening, tidak ada sahutan kata sengit atau pertengkaran sengit. Yesung dan Kyuhyun saling bertukar pandang. Sementara Ryeowook masih dalam perasaannya yang takut. Ia yakin sehabis ini Kyuhyun akan melakukan hal yang tak terduga.

Kali ini pemikiran Ryeowook sangat tepat. Kyuhyun memang melepaskan Ryeowook dari tangannya. Namun, sebelum ia menyerahkan Ryeowook kepada Yesung, Kyuhyun menyalakan mata nanarnya yang merah, menatap Yesung dengan penuh kebencian. Kyuhyun menyambar tubuh Ryeowook dan langsung menancapkan gigi-gigi bertaringnya tepat di leher Ryeowook.

“Aaaaaaaaaaa!” jerit Ryeowook yang memecahkan suasana sunyi di hutan tersebut.
Yesung pun langsung menubruk tubuh Kyuhyun dan menghempaskannya ke pohon besar. Yesung yang sudah tak bisa lagi mengontrol emosinya, ia terus memukuli Kyuhyun sekuat tenaganya. Hutan yang tadinya sunyi kini terdengar suara raungan maupun jeritan dari mulut Ryeowook.

“KAU HARUS MATI KYU!” bentak Yesung yang masih terus bergulat dengan Kyuhyun. Seluruh makhluk yang ada di hutan menyaksikan pertarungan sengit tersebut.
Kini Kyuhyun mulai tak berdaya. Kyuhyun tak pernah melihat Yesung seperti itu. Yesung seakan mengeluarkan seluruh keuatannya dan tak peduli resiko yang terjadi. Yang hanya ada di pikirannya hanya Ryeowook, ia tak ingin siapapun menyakiti Ryeowook.

Rasa panas yang sangat menyengat di tubuh Ryeowook, membuat ia terus menjerit dan terus meraung. Bola matanya mengarah ke langit, bibirnya bergetar, tubuhnya pun kaku. Mungkin inilah proses untuk seorang manusia menjadi vampir. Tetapi,  Yesung tak akan membiarkan hal itu terjadi.

Yesung bergegas mendekati tubuh Ryeowook yang sudah tergeletak tak berdaya. Yesung tak mampu berkata apa-apa. Ia meratapai kondisi Ryeowook saat itu. darah yang mengalir deras dari leher Ryeowook, membuat ia ingin menjilati darah tersebut.

Salah satu cara untuk mencegah seorang manusia yang ingin menjadi vampir adalah dengan menggigitnya kembali tepat di bagian tubuh yang telah digigit pertama kali. Yesung pun ragu ingin melakukannya. Tetapi di balik keraguannya ia tak tega apabila nanti ia melihat Ryeowook tumbuh menjadi seorang vampir.

Yesung berupaya menyingkirkan rasa keraguannya, dan langsung menghisap darah yang masih mengalir di permukaan leher Ryeowook. Ia berjanji hanya sedikit darah yang ia hisap. Kyuhyun yang tergolek lemah dan kekuatannya seakan ikut melemah akibat pertarungan tadi. Kyuhyun kembali menghempas tubuh Yesung dengan kuat, sehingga tubuh Yesung membentur batu besar.

Kyuhyun mendekati tubuh Ryeowook dan menghirup dalam-dalam aroma khas dari darah Ryeowook. sedikit demi sedikit ia menjilati darah yang berjatuhan di bawah. Dan lalu, bibir merah Kyuhyun tepat mendarat di leher Ryeowook dan bersiap untuk menghisapnya.

Entah apa yang Yesung pikirkan, ia bergegas mengeluarkan pisau berlapis emas dan perak dari saku celananya. Kyuhyun bahkan tak pernah tahu jika Yesung menyimpan benda yang menjadi musuh bagi makhluk vampir. Yesung mengeluarkan benda tersebut dengan yakin dan mengarahkan benda tersebut ke hadapan Kyuhyun.

Belum sempat Kyuhyun menghisap darah Ryeowook, Yesung segera membalikkan tubuh Kyuhyun dan langsung menusukkan pisau tersebut tepat di jantung Kyuhyun. Rasa yang amat panas kini mendera tubuh Kyuhyun, tubuhnya mulai mengeluarkan asap dan tubuhnya seakan meleleh akibat terpancar sinar matahari. Kyuhyun terus menjerit dan selang beberapa menit, Kyuhyun sudah lenyap dari hadapan Yesung.
Yesung menjatuhkan dirinya di atas tanah. Lututnya terasa lemas dan tak mampu digerakkan lagi. Ia tak menyangka, ia baru saja membunuh orang yang selama ini sudah dianggapnya sebagai adik.
***

Ryeowook membuka matanya secara perlahan. Ia memerhatikan sekelilingnya. Ruangan yang seluruh dindingnya bercat putih, bahkan kini dirinya tergeletak di atas tempat tidur berwarna putih. Perlahan Ryeowook mengangkat tubuhnya yang masih terasa lemas.

“Apa yang kau lakukan?”
Sosok namja berkulit putih pucat dan bersuhu dingin menatapnya dengan tatapan khawatir. Suara baritone-nya seakan mengingatkannya dengan seseorang.
Ryeowook tertegun sejenak. “Y-yesung.”
“Eh kau jangan banyak bergerak,” ucap Yesung seraya mengembalikan kembali posisi Ryeowook yang semula.
“Dimana Kangin ahjusshi dan Donghae?”
“Mereka…” belum sempat meneruskan perkataannya. Kangin dan Donghae dengan ekspresi wajah mereka yang khawatir.
“Oh sayang— kau baik-baik saja kan? Aku hampir tak bisa tidur karena memikirkan kondisimu semalam,” ucap Kangin sembari mengusap kening Ryeowook.
“Ah ahjusshi berlebihan,” protes Ryeowook sembari terkekeh.

“Ryeowook kau itu kenapa? Untung saja ada temanmu, jadi nyawamu bisa terselamatkan,” timpal Donghae.
Ryeowook melirik ke arah Yesung. “A-aku tak ingat apa yang terjadi semalam,” ucap Ryeowook mengelak.
“Baiklah. Mungkin kau belum bisa ingat. Lebih baik sekarang kau istirahat saja ya?” ucap Kangin.
Ryeowook pun hanya mengangguk. Kangin dan Donghae bergegas meninggalkan ruangan Ryeowook. Tak terkecuali Yesung. “Yesung, aku ingin bicara denganmu.”
Yesung pun menoleh ke arah Ryeowook. Dan kembali mengarah ke Ryewook.
Ne. Waeyo?” tanya Yesung dengan lembut.
“Terima kasih sudah menyelamatkanku.”
“Ya.”
“Oh ya apa yang terjadi dengan Kyuhyun?”
“Dia sudah pergi menyusul Sungmin.”
MWO? Jinjja? Kenapa…?”

“Hussstttt,” desis Yesung sembari mengarahkan telunjuknya ke arah bibir mungil Ryeowook. “Istirahatlah,” bisik Yesung sembari mengecup kening Ryeowook. “Saranghae.”
MWO? Yesung bilang Saranghae? Ya Tuhan apa maksudnya? Batin Ryeowook. Ryeowook lupa jika Yesung punya kemampuan untuk membaca pikiran orang lain.
“Aku mengatakan hal itu karena— aku mencintaimu Ryeowook. Mungkin perkataanku aneh, karena aku mencintai seorang manusia.”

Ryeowook membetulkan posisinya menjadi duduk. “Itu tidak aneh Kim Yesung,” ucapnya seraya terkekeh.
Yesung dan Ryeowook saling bertukan pandang. Yesung dengan yakin mendekatkan tubuh dan juga wajahnya ke arah Ryeowook.  Semakin lama, semakin tak ada jarak lagi di antara mereka. Bahkan hembusan napas Yesung kini dapat terasa di wajah Ryeowook.


‘Cuuuppppppp’


Bibir mungil Ryeowook kini mengait di bibir merah Yesung. Yesung memberikan ciumannya yang paling lembut. Napas kedua makhluk ini semakin memburu dan jantung merekapun berdegup kencang. Bibir mereka terus bertautan tanpa ingin mengakhirinya.






THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar