Rabu, 10 April 2013

Peserta Lomba Giveaway tantangan 2 // Dorama Jepang


GHOST AT SCHOOL
Eps. Tangan yang muncul dari toilet (horror)

Seorang gadis bernama Satsuki harus hidup dengan seekor kucing yang sudah di rasuki oleh kekuatan roh jahat, yakni Amano Jako. Padahal sebelumnya kucing yang ia beri nama Kaya adalah kucing peliharaan biasa yang sangat lucu dan menggemaskan. Semenjak kejadian di malam itu, roh Amano Jako harus terperangkap dalam tubuh kucing milik Satsuki.

Satsuki sangat jengkel dengan keberadaan roh Amano Jako yang sudah mengganggu hidupnya. Bahkan ia tak rela jika tubuh kucing kesayangannya harus dirasuki roh jahat seperti itu. Namun, Satsuki tak bisa berbuat apapun.  Amano Jako juga tak tahu bagaimana cara mengeluarkan dirinya dari tubuh kucing tersebut.
***

Hari ini Satsuki akan pergi ke sekolah barunya. Ia selalu berangkat sekolah bersama adik laki-lakinya, Kachiro. Satsuki tak menyadari jika kucingnya terus mengikutinya. Sampai di pertengahan jalan, Satsuki baru menyadari hal tersebut. Satsuki memarahi Amano Jako yang berwujud kucingnya. Ia merasa terusik karena kucing tersebut selalu mengikutinya.

Merasa tak suka dengan ucapan Satsuki.  Akhirnya kucing tersebut marah dan dengan kekuatan yang dimiliki oleh Amano Jako, ia memberi sedikit pelajaran ke Satsuki. Ia menggelindingkan sebuah kaleng ke hadapan Satsuki. Hasilnya Satsuki jatuh tersungkur. Dan tak disangka Hajime dan Leo, teman Satsuki juga mengikutinya. Leo yang muncul tiba-tiba bahkan sempat memuji kekuatan yang dimiliki Amano Jako. 

Ia tak menyangka ternyata ia satu sekolah dengan temannya yang bernama Momoko.  Gadis itu memang sedikit aneh dan kebiasaannya yang selalu muncul tiba-tiba. Satsuki tak peduli dengan kebiasaan Momoko. Semenjak pertemuan mereka yang tak disengaja di rumah kosong, membuat mereka semakin dekat dan Satsuki merasa nyaman berteman dengannya.

Satsuki bercerita kepada gadis tersebut mengenai masalah Amano Jako. Momoko menyarankan Satsuki untuk membaca buku harian hantu yang beberapa waktu silam diberikan oleh ibunya. Satsuki segera membuka lembaran demi lembaran buku harian hantu tersebut. Ia berharap dengan membaca buku harian tersebut, ia dapat menemukan cara mengeluarkan roh Amano Jako. Setelah mencari-cari, akhirnya Satsuki menemukan cara untuk mengeluarkan roh Amano Jako.

Di buku harian tersebut tertulis “Arwah yang sudah merasuki tubuh seseorang tak dapat dikeluarkan, apabila seluruh hantu di sekolah belum di tidurkan.” Dan ternyata arwah yang perlu ditidurkan berada di bukit belakang sekolahnya. Satsuki terkejut usai membacanya. Ia tak menyangka ternyata sekolahnya menyimpan beberapa hal gaib.  

Bel  istirahat telah tiba. Hajime dan Leo pergi ke toilet bersama. Usai buang air, tiba-tiba saja perut Hajime mendadak sakit dan ia perlu ke kamar mandi lagi. Hajime yang penakut meminta Leo untuk tetap menunggunya. Sementara Leo hanya bisa menggerutu.

Baru membuka pintu kamar mandi mandi. Hajime langsung terkejut dan segera keluar dari toilet. Saluran air yang berada di sekolah tersebut mendadak bocor dan hasilnya sekolah mengalami banjir akibat air yang meluap sangat banyak.  Para murid saling berlarian menyelamatkan diri dari terjangan air deras yang mengalir.
***

Pak Sakata selaku guru di kelas Satsuki menghimbau pada semua muridnya. Bahwa sejak kejadian itu toilet sekolah tak bisa digunakan. Dan terpaksa para murid yang ingin buang air, harus ke toilet gedung sekolah lama. Gedung  tersebut sudah tak terpakai selama bertahun-tahun.  Kini keadaannya pun sangat kumuh. Para murid tak ada yang berani menginjakan kaki mereka disana. Mereka percaya toilet tersebut ada hantu Hanako yang menunggunya.

Berhubung Pak Sakata ingin buang air, terpaksa ia harus berjalan ke gedung sekolah lama yang terletak di belakang sekolah baru. Meskipun ada sedikit kengerian saat memasuki gedung tersebut, ia tetap tak menghiraukannya. Ia tak pernah percaya adanya hantu-hantu terutama hantu Hanako yang konon menjadi penunggu di sebuah toilet sekolah.

Pak Sakata masuk ke dalam bilik toilet yang berada di sebelah pojok kanan. Tak lama usai buang air ia mendengar suara lelaki yang menanyakan “Mau tisu merah atau tisu biru?” Pak Sakata bingung dari mana suara tersebut berasal. Semakin lama suara tersebut terus menggema di telinganya.

Pak Sakata tak memilih jawaban apapun, ia lebih memilih berteriak. Sebuah Tangan tiba-tiba muncul dari bawah WC toilet dan tangan itu menyeret tubuh Pak Sakata sampai tubuh Pak Sakata masuk ke dalam WC toilet tersebut. Semenjak kejadian  itu tak ada yang tahu dimana keberadaan Pak Sakata.

Satsuki, Hajime, dan Leo kini sudah berdiri di depan gedung sekolah lama. Satsuki menatap lekat gedung tersebut. Hari ini ia harus memberanikan diri masuk ke dalam gedung. Ia tak mau ada korban lagi selain Pak Sakata. Ia saja tak mengerti mengapa Pak Sakata bisa menghilang di gedung ini? Ia mulai berpikir, hilangnya Pak Sakata ada kaitannya dengan hantu Hanako.  Sementara, Hajime dan Leo agak ragu untuk mengikuti langkah Satsuki.

Satsuki melangkah lebih dahulu. Hajime dan Leo masih berdiri mematung. Tak lama Hajime menyusul langkah Satsuki. Leo yang merasa dirinya sudah sendiri, iapun bergegas menyusul Satsuki dan Hajime. Namun, saat Leo ingin melangkah masuk, tiba-tiba saja Pak Kepala Sekolah memergokinya dan beliau langsung memerintahkan Leo untuk segera masuk ke kelas. Kali ini Leo gagal untuk berpetualang misteri di gedung tersebut bersama Satsuki dan Hajime.

Satsuki sempat mengira bahwa Hajime menyusul dirinya karena Hajime peduli dengan Satsuki. Namun, tak seperti yang dipikirkan Satsuki. Hajime memanfaatkan Satsuki karena ia ingin buang air tapi tak berani ke toilet sendirian. Oleh karena itu ia berharap Satsuki mau menemaninya.

Satsuki yang awalnya senang karena ia merasa Hajime memedulikannya, kini ia menjadi sangat jengkel pada Hajime.  Ia terus menggerutu sembari menelusuri lorong-lorong yang ada di gedung tersebut. Sementara, ia meninggalkan Hajime sendirian. Hajime yang menyadari Satsuki tak ada lagi didekatnya, ia langsung menghambur pergi menyusul Satsuki.

Satsuki dan Hajime sampai pada lorong yang di dalamnya terdapat beberapa deretan toilet. Satsuki mulai memeriksa toilet satu per satu meski dengan perasaan sedikit takut. Namun, semua rasa ketakutannya ia tepis. Mungkin saja disana ia dapat melihat hantu Hanako yang sesungguhnya.
Hajime yang memang sebenarnya penakut, ia hanya bisa mengikuti Satsuki dari belakang. Saat Satsuki dan Hajime tiba di bilik toilet yang berada di pojok kanan. Tiba-tiba saja Satsuki tersandung dan tubuhnya membentur pintu toilet. Satsuki pun terjatuh. Satsuki berteriak terkejut saat mendapati Momoko ada di hadapannya. Ia pikir yang di hadapannya itu Hanako.

Tak lama tengkuk Hajime meremang dan ia mulai bergidik. Dengan ragu Hajime menoleh ke belakang sembari berteriak.  Satsuki dan Momoko ikut berteriak dan langsung melesat pergi. Baru kali itu mereka melihat hantu Hanako. Ternyata hantu Hanako memang ada dan ia tak seseram yang dipikirkan oleh sebagian orang. Hanako sempat melambaikan tangan ke arah mereka seraya mengulum senyum.

Satsuki, Hajime, dan Momoko yang tadinya lari ketakutan segera menghentikan langkahnya setelah melihat pandangan Hanako yang tak terlalu mengerikan, mereka memutuskan untuk menemui Hanako. Sebab mereka yakin Hanako menemui mereka pasti ada sesuatu yang ingin di ungkapkan.

Momoko berjalan ke bilik toilet yang konon di sanalah hantu tangan sering muncul dari toilet. Momoko sempat terpeleset dan hilang keseimbangan. Kaki  Momoko jatuh ke dalam WC yang ada di dalam toilet tersebut. Sebuah tangan besar muncul dari bawah WC dan langsung menarik kaki Momoko yang sudah tersangkut.

Hajime dan Satsuki berupaya untuk membantu Momoko. Mereka terus menarik tubuh Momoko dan tak lama Momoko dapat terlepas dari jeratan tangan hantu tersebut. Tangan besar itu muncul kembali dan langsung menyeret kaki Hajime yang masih berdiri di dekat pintu toilet. Hajime menjerit minta tolong. Satsuki dan Momoko berusaha membantu Hajime.

Tak disangka kekuatan hantu yang ada di toilet tersebut sangat besar. Satsuki dan Momoko mengalami kesulitan  saat ingin menolongnya, tubuh mereka bahkan terpental ke lantai. Kini Satsuki hanya bisa pasrah melihat separuh tubuh temannya yang sudah tersedot ke dalam WC toilet.

“Mau tisu merah atau tisu biru?” Suara itu menggema kembali di toilet. Hajime ketakutan, suara tersebut terdengar sangat jelas di telinganya. Iapun bingung ingin jawab apa sementara hampir seluruh tubuhnya akan segera tersedot ke dalam WC.

Kaya atau jelmaan Amano Jako, tengah berdiri sembari mentertawakan kepanikan para manusia yang ada di hadapannya. Ia memberitahu bahwa hantu itu adalah hantu Tisu Merah Tisu Biru. Satsuki segera mencari tahu mengenai hantu tersebut di lembaran buku harian hantunya.

Di buku tersebut tertulis, jika menjawab tisu merah, dari langit-langit akan menetes darah sehingga siapapun yang menjawab  tubuhnya akan berubah menjadi merah. Jika menjawab tisu biru maka  leher orang yang menjawabnya akan dicekik sampai tubuhnya berubah menjadi biru.

Hajime yang semakin panik dan takut, ia langsung menyeletuk memilih warna kuning. Ia tak tahu sebenarnya jika menjawab selain warna merah dan biru, siapapun akan mengalami kejadian yang sangat mengerikan.
Dan benar saja, Hajime mengalami kejadian yang luar biasa mengerikan. Lantai toilet tersebut retak dan dibawah lantai itu terdapat lubang yang sangat dalam. Lubang tersebut adalah lubang untuk tempat tinggal hantu toilet.

Tubuh Hajime terus di tarik untuk masuk ke dalamnya. Hajime merasa sudah tak kuat lagi, ia terus mendesak Satsuki untuk segera membantunya. Ia kembali membuka buku harian hantunya. Di buku harian tersebut tertulis cara untuk menidurkan hantu Tisu Merah Tisu Biru, yakni dengan cara  membawa sebuah guci yang sudah tergambar lambang gerbang dan guci tersebut sudah terisi air.  Setelah itu siapapun harus membaca mantra yaitu “Kami pinjam toiletnya.”

Karena tidak ada guci, Momoko menyarankan Satsuki untuk menggunakan botol susu yang ada di washtofel. Dengan cepat Satsuki langsung mengambilnya dan langsung menggambar lambang gerbang. Satsuki kembali ke toilet, ia langsung membacakan mantranya. Namun, keadaan tetap tak berubah.
Amano Jako yang masih duduk manis langsung menyeletuk dengan santainya. “Itu tidak akan berguna sebelum ada air yang mampu mengisi botol tersebut.”

Satsuki baru tersadar ia lupa akan persyaratan yang itu. Ia mengeluh karena tak ada air di sekitarnya. Dan tak mungkin jika ia kembali keluar hanya untuk mengambil air, itu hanya akan membuang waktu. Sementara Hajime membutuhkan pertolongan segera.

Satsuki menjatuhkan dirinya ke lantai sembari menangis. Ia benar-benar putus asa karena ia tak bisa menolong temannya. Tanpa Satsuki sadari air matanya sudah jatuh ke dalam wadah botol susu yang masih ia genggam. Air matanya terus mengalir ke dalamnya. Kini ia sudah memenuhi semua persyaratannya. Lambang gerbang yang di gambar Satsuki kini menyala dengan terang. Satsuki langsung mengulang mantranya.

Amano Jako tercengang melihat keajaiban tersebut. Padahal ia yakin Satsuki tak dapat menidurkan hantu di toilet ini. Namun, takdir berkata lain. Hajime telah  terlepas dari hantu tersebut. Satsuki merasa lega sekaligus senang karena Hajime dapat terselamatkan. Setelah Hajime keluar dari WC tersebut, Pak Sakata segera naik menyusulnya. Ia memasang ekspresi marah. Ia mengira Satsuki, Hajime, dan Momoko yang melakukan itu semua padanya.

Kini hantu toilet di gedung sekolah lama sudah tertidur dan tak akan ada lagi yang mengganggu manusia di toilet tersebut. Selama ini sebagian masyarakat mengira hantu Hanako adalah sosok hantu yang seram dan  jahat. Namun, pernyataan itu tak dibenarkan. Hanako tak sejahat yang mereka kira. Hanako sengaja membuat saluran air di sekolah Satsuki bocor, semata-mata karena ia ingin meminta pertolongan pada manusia. Hanako terusir dari tempat tinggalnya oleh hantu yang memiliki kekuatan yang besar darinya. Maka dari itu Hanako meminta bantuan agar tempat tinggalnya dapat kembali dan agar ia tak terusik kembali oleh hantu jahat yang memiliki kekuatan besar.

Amano Jako merasa jengkel pada Satsuki. Ia tak menyangka Satsuki dapat menyelesaikan satu hantu di sekolahnya. Satsuki meminta Amano Jako untuk bekerja sama menidurkan hantu lainnya yang ada di sekolah. Ia tahu pasti Amano Jako sudah tak ingin berada di tubuh kucing Satsuki. Sebenarnya ia ingin cepat-cepat kembali ke dunianya, tapi ia tak pernah mau bekerja sama dengan manusia.







**Alasan saya memilih anime ini, terutama karena saya termasuk pecinta film yang genre-nya horror. Apalagi jika film itu dibuat oleh Jepang. Enggak bakal salah nonton deh :)
Dari dulu sampe sekarang nonton anime Jepang itu enggak pernah bosan. Ceritanya tetap seru meskipun hanya anime. Tapi perasaan serem nya masih dapet banget :))**


Tidak ada komentar:

Posting Komentar