Rabu, 10 April 2013

Peserta Lomba Giveaway tantangan 2 // Dorama Jepang


GHOST AT SCHOOL
Eps. Tangan yang muncul dari toilet (horror)

Seorang gadis bernama Satsuki harus hidup dengan seekor kucing yang sudah di rasuki oleh kekuatan roh jahat, yakni Amano Jako. Padahal sebelumnya kucing yang ia beri nama Kaya adalah kucing peliharaan biasa yang sangat lucu dan menggemaskan. Semenjak kejadian di malam itu, roh Amano Jako harus terperangkap dalam tubuh kucing milik Satsuki.

Satsuki sangat jengkel dengan keberadaan roh Amano Jako yang sudah mengganggu hidupnya. Bahkan ia tak rela jika tubuh kucing kesayangannya harus dirasuki roh jahat seperti itu. Namun, Satsuki tak bisa berbuat apapun.  Amano Jako juga tak tahu bagaimana cara mengeluarkan dirinya dari tubuh kucing tersebut.
***

Hari ini Satsuki akan pergi ke sekolah barunya. Ia selalu berangkat sekolah bersama adik laki-lakinya, Kachiro. Satsuki tak menyadari jika kucingnya terus mengikutinya. Sampai di pertengahan jalan, Satsuki baru menyadari hal tersebut. Satsuki memarahi Amano Jako yang berwujud kucingnya. Ia merasa terusik karena kucing tersebut selalu mengikutinya.

Merasa tak suka dengan ucapan Satsuki.  Akhirnya kucing tersebut marah dan dengan kekuatan yang dimiliki oleh Amano Jako, ia memberi sedikit pelajaran ke Satsuki. Ia menggelindingkan sebuah kaleng ke hadapan Satsuki. Hasilnya Satsuki jatuh tersungkur. Dan tak disangka Hajime dan Leo, teman Satsuki juga mengikutinya. Leo yang muncul tiba-tiba bahkan sempat memuji kekuatan yang dimiliki Amano Jako. 

Ia tak menyangka ternyata ia satu sekolah dengan temannya yang bernama Momoko.  Gadis itu memang sedikit aneh dan kebiasaannya yang selalu muncul tiba-tiba. Satsuki tak peduli dengan kebiasaan Momoko. Semenjak pertemuan mereka yang tak disengaja di rumah kosong, membuat mereka semakin dekat dan Satsuki merasa nyaman berteman dengannya.

Satsuki bercerita kepada gadis tersebut mengenai masalah Amano Jako. Momoko menyarankan Satsuki untuk membaca buku harian hantu yang beberapa waktu silam diberikan oleh ibunya. Satsuki segera membuka lembaran demi lembaran buku harian hantu tersebut. Ia berharap dengan membaca buku harian tersebut, ia dapat menemukan cara mengeluarkan roh Amano Jako. Setelah mencari-cari, akhirnya Satsuki menemukan cara untuk mengeluarkan roh Amano Jako.

Di buku harian tersebut tertulis “Arwah yang sudah merasuki tubuh seseorang tak dapat dikeluarkan, apabila seluruh hantu di sekolah belum di tidurkan.” Dan ternyata arwah yang perlu ditidurkan berada di bukit belakang sekolahnya. Satsuki terkejut usai membacanya. Ia tak menyangka ternyata sekolahnya menyimpan beberapa hal gaib.  

Bel  istirahat telah tiba. Hajime dan Leo pergi ke toilet bersama. Usai buang air, tiba-tiba saja perut Hajime mendadak sakit dan ia perlu ke kamar mandi lagi. Hajime yang penakut meminta Leo untuk tetap menunggunya. Sementara Leo hanya bisa menggerutu.

Baru membuka pintu kamar mandi mandi. Hajime langsung terkejut dan segera keluar dari toilet. Saluran air yang berada di sekolah tersebut mendadak bocor dan hasilnya sekolah mengalami banjir akibat air yang meluap sangat banyak.  Para murid saling berlarian menyelamatkan diri dari terjangan air deras yang mengalir.
***

Pak Sakata selaku guru di kelas Satsuki menghimbau pada semua muridnya. Bahwa sejak kejadian itu toilet sekolah tak bisa digunakan. Dan terpaksa para murid yang ingin buang air, harus ke toilet gedung sekolah lama. Gedung  tersebut sudah tak terpakai selama bertahun-tahun.  Kini keadaannya pun sangat kumuh. Para murid tak ada yang berani menginjakan kaki mereka disana. Mereka percaya toilet tersebut ada hantu Hanako yang menunggunya.

Berhubung Pak Sakata ingin buang air, terpaksa ia harus berjalan ke gedung sekolah lama yang terletak di belakang sekolah baru. Meskipun ada sedikit kengerian saat memasuki gedung tersebut, ia tetap tak menghiraukannya. Ia tak pernah percaya adanya hantu-hantu terutama hantu Hanako yang konon menjadi penunggu di sebuah toilet sekolah.

Pak Sakata masuk ke dalam bilik toilet yang berada di sebelah pojok kanan. Tak lama usai buang air ia mendengar suara lelaki yang menanyakan “Mau tisu merah atau tisu biru?” Pak Sakata bingung dari mana suara tersebut berasal. Semakin lama suara tersebut terus menggema di telinganya.

Pak Sakata tak memilih jawaban apapun, ia lebih memilih berteriak. Sebuah Tangan tiba-tiba muncul dari bawah WC toilet dan tangan itu menyeret tubuh Pak Sakata sampai tubuh Pak Sakata masuk ke dalam WC toilet tersebut. Semenjak kejadian  itu tak ada yang tahu dimana keberadaan Pak Sakata.

Satsuki, Hajime, dan Leo kini sudah berdiri di depan gedung sekolah lama. Satsuki menatap lekat gedung tersebut. Hari ini ia harus memberanikan diri masuk ke dalam gedung. Ia tak mau ada korban lagi selain Pak Sakata. Ia saja tak mengerti mengapa Pak Sakata bisa menghilang di gedung ini? Ia mulai berpikir, hilangnya Pak Sakata ada kaitannya dengan hantu Hanako.  Sementara, Hajime dan Leo agak ragu untuk mengikuti langkah Satsuki.

Satsuki melangkah lebih dahulu. Hajime dan Leo masih berdiri mematung. Tak lama Hajime menyusul langkah Satsuki. Leo yang merasa dirinya sudah sendiri, iapun bergegas menyusul Satsuki dan Hajime. Namun, saat Leo ingin melangkah masuk, tiba-tiba saja Pak Kepala Sekolah memergokinya dan beliau langsung memerintahkan Leo untuk segera masuk ke kelas. Kali ini Leo gagal untuk berpetualang misteri di gedung tersebut bersama Satsuki dan Hajime.

Satsuki sempat mengira bahwa Hajime menyusul dirinya karena Hajime peduli dengan Satsuki. Namun, tak seperti yang dipikirkan Satsuki. Hajime memanfaatkan Satsuki karena ia ingin buang air tapi tak berani ke toilet sendirian. Oleh karena itu ia berharap Satsuki mau menemaninya.

Satsuki yang awalnya senang karena ia merasa Hajime memedulikannya, kini ia menjadi sangat jengkel pada Hajime.  Ia terus menggerutu sembari menelusuri lorong-lorong yang ada di gedung tersebut. Sementara, ia meninggalkan Hajime sendirian. Hajime yang menyadari Satsuki tak ada lagi didekatnya, ia langsung menghambur pergi menyusul Satsuki.

Satsuki dan Hajime sampai pada lorong yang di dalamnya terdapat beberapa deretan toilet. Satsuki mulai memeriksa toilet satu per satu meski dengan perasaan sedikit takut. Namun, semua rasa ketakutannya ia tepis. Mungkin saja disana ia dapat melihat hantu Hanako yang sesungguhnya.
Hajime yang memang sebenarnya penakut, ia hanya bisa mengikuti Satsuki dari belakang. Saat Satsuki dan Hajime tiba di bilik toilet yang berada di pojok kanan. Tiba-tiba saja Satsuki tersandung dan tubuhnya membentur pintu toilet. Satsuki pun terjatuh. Satsuki berteriak terkejut saat mendapati Momoko ada di hadapannya. Ia pikir yang di hadapannya itu Hanako.

Tak lama tengkuk Hajime meremang dan ia mulai bergidik. Dengan ragu Hajime menoleh ke belakang sembari berteriak.  Satsuki dan Momoko ikut berteriak dan langsung melesat pergi. Baru kali itu mereka melihat hantu Hanako. Ternyata hantu Hanako memang ada dan ia tak seseram yang dipikirkan oleh sebagian orang. Hanako sempat melambaikan tangan ke arah mereka seraya mengulum senyum.

Satsuki, Hajime, dan Momoko yang tadinya lari ketakutan segera menghentikan langkahnya setelah melihat pandangan Hanako yang tak terlalu mengerikan, mereka memutuskan untuk menemui Hanako. Sebab mereka yakin Hanako menemui mereka pasti ada sesuatu yang ingin di ungkapkan.

Momoko berjalan ke bilik toilet yang konon di sanalah hantu tangan sering muncul dari toilet. Momoko sempat terpeleset dan hilang keseimbangan. Kaki  Momoko jatuh ke dalam WC yang ada di dalam toilet tersebut. Sebuah tangan besar muncul dari bawah WC dan langsung menarik kaki Momoko yang sudah tersangkut.

Hajime dan Satsuki berupaya untuk membantu Momoko. Mereka terus menarik tubuh Momoko dan tak lama Momoko dapat terlepas dari jeratan tangan hantu tersebut. Tangan besar itu muncul kembali dan langsung menyeret kaki Hajime yang masih berdiri di dekat pintu toilet. Hajime menjerit minta tolong. Satsuki dan Momoko berusaha membantu Hajime.

Tak disangka kekuatan hantu yang ada di toilet tersebut sangat besar. Satsuki dan Momoko mengalami kesulitan  saat ingin menolongnya, tubuh mereka bahkan terpental ke lantai. Kini Satsuki hanya bisa pasrah melihat separuh tubuh temannya yang sudah tersedot ke dalam WC toilet.

“Mau tisu merah atau tisu biru?” Suara itu menggema kembali di toilet. Hajime ketakutan, suara tersebut terdengar sangat jelas di telinganya. Iapun bingung ingin jawab apa sementara hampir seluruh tubuhnya akan segera tersedot ke dalam WC.

Kaya atau jelmaan Amano Jako, tengah berdiri sembari mentertawakan kepanikan para manusia yang ada di hadapannya. Ia memberitahu bahwa hantu itu adalah hantu Tisu Merah Tisu Biru. Satsuki segera mencari tahu mengenai hantu tersebut di lembaran buku harian hantunya.

Di buku tersebut tertulis, jika menjawab tisu merah, dari langit-langit akan menetes darah sehingga siapapun yang menjawab  tubuhnya akan berubah menjadi merah. Jika menjawab tisu biru maka  leher orang yang menjawabnya akan dicekik sampai tubuhnya berubah menjadi biru.

Hajime yang semakin panik dan takut, ia langsung menyeletuk memilih warna kuning. Ia tak tahu sebenarnya jika menjawab selain warna merah dan biru, siapapun akan mengalami kejadian yang sangat mengerikan.
Dan benar saja, Hajime mengalami kejadian yang luar biasa mengerikan. Lantai toilet tersebut retak dan dibawah lantai itu terdapat lubang yang sangat dalam. Lubang tersebut adalah lubang untuk tempat tinggal hantu toilet.

Tubuh Hajime terus di tarik untuk masuk ke dalamnya. Hajime merasa sudah tak kuat lagi, ia terus mendesak Satsuki untuk segera membantunya. Ia kembali membuka buku harian hantunya. Di buku harian tersebut tertulis cara untuk menidurkan hantu Tisu Merah Tisu Biru, yakni dengan cara  membawa sebuah guci yang sudah tergambar lambang gerbang dan guci tersebut sudah terisi air.  Setelah itu siapapun harus membaca mantra yaitu “Kami pinjam toiletnya.”

Karena tidak ada guci, Momoko menyarankan Satsuki untuk menggunakan botol susu yang ada di washtofel. Dengan cepat Satsuki langsung mengambilnya dan langsung menggambar lambang gerbang. Satsuki kembali ke toilet, ia langsung membacakan mantranya. Namun, keadaan tetap tak berubah.
Amano Jako yang masih duduk manis langsung menyeletuk dengan santainya. “Itu tidak akan berguna sebelum ada air yang mampu mengisi botol tersebut.”

Satsuki baru tersadar ia lupa akan persyaratan yang itu. Ia mengeluh karena tak ada air di sekitarnya. Dan tak mungkin jika ia kembali keluar hanya untuk mengambil air, itu hanya akan membuang waktu. Sementara Hajime membutuhkan pertolongan segera.

Satsuki menjatuhkan dirinya ke lantai sembari menangis. Ia benar-benar putus asa karena ia tak bisa menolong temannya. Tanpa Satsuki sadari air matanya sudah jatuh ke dalam wadah botol susu yang masih ia genggam. Air matanya terus mengalir ke dalamnya. Kini ia sudah memenuhi semua persyaratannya. Lambang gerbang yang di gambar Satsuki kini menyala dengan terang. Satsuki langsung mengulang mantranya.

Amano Jako tercengang melihat keajaiban tersebut. Padahal ia yakin Satsuki tak dapat menidurkan hantu di toilet ini. Namun, takdir berkata lain. Hajime telah  terlepas dari hantu tersebut. Satsuki merasa lega sekaligus senang karena Hajime dapat terselamatkan. Setelah Hajime keluar dari WC tersebut, Pak Sakata segera naik menyusulnya. Ia memasang ekspresi marah. Ia mengira Satsuki, Hajime, dan Momoko yang melakukan itu semua padanya.

Kini hantu toilet di gedung sekolah lama sudah tertidur dan tak akan ada lagi yang mengganggu manusia di toilet tersebut. Selama ini sebagian masyarakat mengira hantu Hanako adalah sosok hantu yang seram dan  jahat. Namun, pernyataan itu tak dibenarkan. Hanako tak sejahat yang mereka kira. Hanako sengaja membuat saluran air di sekolah Satsuki bocor, semata-mata karena ia ingin meminta pertolongan pada manusia. Hanako terusir dari tempat tinggalnya oleh hantu yang memiliki kekuatan yang besar darinya. Maka dari itu Hanako meminta bantuan agar tempat tinggalnya dapat kembali dan agar ia tak terusik kembali oleh hantu jahat yang memiliki kekuatan besar.

Amano Jako merasa jengkel pada Satsuki. Ia tak menyangka Satsuki dapat menyelesaikan satu hantu di sekolahnya. Satsuki meminta Amano Jako untuk bekerja sama menidurkan hantu lainnya yang ada di sekolah. Ia tahu pasti Amano Jako sudah tak ingin berada di tubuh kucing Satsuki. Sebenarnya ia ingin cepat-cepat kembali ke dunianya, tapi ia tak pernah mau bekerja sama dengan manusia.







**Alasan saya memilih anime ini, terutama karena saya termasuk pecinta film yang genre-nya horror. Apalagi jika film itu dibuat oleh Jepang. Enggak bakal salah nonton deh :)
Dari dulu sampe sekarang nonton anime Jepang itu enggak pernah bosan. Ceritanya tetap seru meskipun hanya anime. Tapi perasaan serem nya masih dapet banget :))**


Selasa, 12 Maret 2013

[130216] Super Junior-M ‘BREAK DOWN’ Fan Party in Bangkok


Super Junior M sukses menggelar fanmeeting di Thailand pada 16 Februari untuk  promosi album terbaru merek ‘Break Down’.
Seorang staf kemudian menguggah foto dari para anggota yang memegang spanduk dengan tulisan “Cuz it’s U Wo Zhi Ai Ni”, melalui akun Facebook SMTOWN.
ELF (Penggemar) Thailand menyiapkan proyek yang sangat khusus dan anggota Super Junior M sangat senang serta menunjukkan rasa terima kasih mereka.
“Terima kasih banyak dari Super Junior-M untuk semua penggemar Thailand yang telah menyiapkan acara kejutan selama ‘Fan Party’ Bangkok, “Cuz it’s U Wo Zhi Ai Ni”.


SIWON & Ryeowook


Henry


Henry


Donghae

Donghae


Eunhyuk


Kyuhyun

Ryeowook, Siwon, Eunhyuk

Kyuhyun






EunHae

Donghae


Donghae

MinWook

 Donghae

HyukMin

Ryeowook

Donghae


[FF YeWook] Blood of Love//GS//Chapter 2


Ryeowook telah tiba di rumah, meskipun sebenarnya perasaannya masih agak takut. Ryeowook pulang dengan wajah pucat.

“Ryeowook. Kau Dari mana? Mengapa pulang  begitu sore?” tanya Donghae yang khawatir saat melihat Ryeowook yang sudah kembali ke rumah.
Ryeowook tak menjawab dan memilih untuk diam. Ia pun hendak melangkahkan kakinya lagi menuju kamarnya. Donghae menyadari dengan kelakuan Ryeowook yang agak aneh.

“Ryeowook. Kamu kenapa? Wajahmu?” tanya Donghae seraya memperhatikan wajah Ryeowook.
“Sudahlah Donghae aku tidak apa-apa. Aku mau ke kamar dulu,” jawab Ryeowook dengan suara yang agak lesu.
“Ada apa lagi dengan dia? Aneh sekali,” gumam Donghae.


Astaga Tuhan~ mengapa kau mempertemukan aku dengannya. Dugaanku benar, ternyata ia bukan manusia. Batin Ryeowook. Ryeowook tak bisa melupakan kejadian tersebut dimana Ryeowook hampir saja dimangsa oleh Yesung. Kini pikiran Ryeowook sangat kacau dan kini Ryeowook enggan untuk kembali ke hutan itu lagi.

Sementara itu Yesung terus merasa bersalah dengan dirinya. Akibat dirinya terkadang tidak bisa mengendalikan dirinya, ia hampir saja menghilangkan nyawa seorang manusia. Padahal ia sudah berjanji tidak akan menyakiti manusia lagi. Yesung terus saja memikirkan Ryeowook dan terus menyesali perbuatannya.

Sudah dua minggu Ryeowook dan Yesung tak saling bertemu. Kini Ryeowook sudah tak mengingat lagi kejadian itu. Ryeowook merasa saat ini hidupnya jauh lebih baik. Namun, ternyata Tuhan berkata lain Yesung dan Ryeowook tetap dipertemukan meski pertemuan tersebut tak disengaja.
Ryeowook dan Donghae tengah berjalan-jalan di sebuah taman yang tak jauh dari desa Hahoe. Meski taman tersebut terlihat biasa saja tapi menurut Ryeowook taman itu bisa membuat Ryeowook merasa lebih nyaman.

“Ryeowook. Kau tunggu disini ya?” ucap Donghae.
“Kamu mau kemana? Aku ikut,” ucap Ryeowook dengan sigap.
“Tidak usah, kau tetap duduk disini. Aku akan segera kembali,” ucap Donghae seraya mengecup kening Ryeowook. Ryeowook pun hanya mengangguk dan menurut. Donghae langsung melesat pergi dan meninggalkan Ryeowook.

“Hemmm…. Ternyata kau disini juga?” tanya seseorang dengan suara baritone yang khas. Ryeowook segera menoleh ke arah suara tersebut. Ryeowook membelalakkan matanya saat melihat Yesung tengah berdiri di samping dirinya.
“Yesung~” ucap Ryeowook. Ryeowook tak percaya jika yang dilihatnya itu benar-benar Yesung. Setahu Ryeowook, Yesung itu selalu berdiam diri dalam hutan. Jadi mana mungkin Yesung bisa berada di tempat ini. Tapi kali ini pemikiran Ryeowook salah, yang dilihatnya memang benar-benar Yesung.
“Sudahlah tak usah terkejut seperti itu. Aku memang Yesung,” ujar Yesung datar.
“Untuk apa kau disini? Bukanlah seorang manusia sepertimu tidak suka tempat keramaian?” tanya Ryeowook.
“Apa aku tidak boleh ada disini? Aku hanya bosan saja selama bertahun-tahun tinggal di hutan. Jadi aku ingin mencoba ke tempat ini,” jawab Yesung.
“Ryeowook~” panggil Donghae seraya menghampiri Ryeowook.
“Kau dari mana?” tanya Ryeowook.
“Ini aku beli minuman untukmu,” jawab Donghae. Donghae penasaran dengan namja yang sedari tadi mengobrol dengan Ryeowook. Donghae pun menatap Yesung dengan tatapan sinis.
“Ryeowook. Aku pulang duluan,” ujar Yesung sembari menatap balik Donghae dengan tatapan garang.
“Ryeowook, namja itu siapa?” tanya Donghae yang penasaran.
“Oh itu temanku.”
“Hah? Temanmu? Kau punya teman disini?”
“Ya, sebenarnya dia yang telah membantuku saat aku tersesat waktu itu,” jawab Ryeowook.
“Kau merasa tidak ada yang aneh dengan teman barumu itu?” tanya Donghae lagi.
“A-apa? A-aneh? Biasa saja,” jawab Ryeowook gugup.
“Yasudah lebih baik sekarang kita kembali ke rumah. Kasihaan appa sendirian di rumah,”ucap Donghae dan Ryeowook pun hanya mengangguk.
***

“Ahh sial, mengapa harus mati lampu!” gerutu Donghae yang tadinya sedanng asyik menonton tv.
Kangin pun datang mengampiri Donghae sembari membawa lilin. Perlu langkah perlahan saat membawa lilin di keadaan gelap seperti itu. “Hey~ tak usah menggerutu seperti itu, wajar saja jika mati lampu, ini kan di pedalaman desa.”

Donghae hanya terdiam dan ia tetap tak menyukai keadaan ini. Baru saja ia menonton acara tv kesukaannya, tiba-tiba saja mati lampu. “Loh Ryeowook dimana?” celetuk Donghae.
“Entahlah, appa juga tak melihatnya. Mungkin dia sedang tidur,” jawab Kangin santai.
“Tidur?” gumam Donghae. Donghae pun segera pergi keluar, siapa tau Ryeowook ada di luar. Tidak mungkin Ryeowook tidur jam segini.
Benar saja dugaan Donghae, Ryeowook tengah berdiri di teras tempat pemukimannya. Ryeowook terlihat sedang memikirkan sesuatu. Entah apa yang Ryeowook pikirkan, sampai-sampai mati lampu di rumahnya tak tahu.
“Ryeowook,” panggil Donghae seraya menepuk bahunya.
“Ah Donghae,” ujar Ryeowook yang terkejut.
“Kamu sedang apa? Melamun sendiri disini, sampai-sampai mati lampupun kamu tak tahu,” sindir Donghae.
“Hah? Mati lampu?” tanya Ryeowook seraya melihat ke arah belakangnya. Benar saja, ia sangat terkejut melihat rumahnya sangat gelap. “Oh iya~ aku tidak sadar,” ucapnya dengan wajah yang sangat innocent.
“Kamu sedang mikirin apa?” tanya Donghae.
“Tidak..aku tidak memikirkan apa-apa,” ucap Ryeowook yang menyangkal.
Tiba-tiba Kangin datang dan tentu saja memutus pembicaraan mereka sejenak. “Donghae..bisa tolong apa carikan kayu bakar?”
“Kayu bakar? Untuk apa?” celetuk Donghae.
“Entah kenapa suasana malam ini sangat dingin. Jadi appa hanya ingin menghangatkan badan,” jawab Kangin.
“Baiklah,” ucap Donghae dan hendak berjalan ke dalam hutan.
“Donghae, aku ikut ya?” tanya Ryeowook.
“Jangan kau di rumah saja. Di hutan sana sangat gelap, lagipula berbahaya,” jawab Donghae.
‘”Ayolah~~ tak apa. Mana mungkin aku membiarkanmu di dalam sana sendirian,” ucap Ryeowook.

Donghae tak dapat menyangkal permintaan Ryeowook lagi. Apalagi jika Ryeowook sudah memintanya dengan wajah polosnya. Hatinya tak dapat menolak. “Baiklah,” ucap Donghae dengan terpaksa.

Merekapun mulai memasuki hutan dengan perlahan dibantu dengan cahaya senter yang mereka pegang. Disana amat sangat gelap dan udaranya sangat dingin.

‘Wuussttttt’

Sekelebat bayangan hitam berrwujud manusia melaju dengan cepat. Ryeowook sangat terkejut melihat bayangan tersebut. Ia berpikir bayangan tersebut adalah bayangan Yesung. Namun, pemikiran Ryeowook salah, selain makhluk seperti Yesung masih ada makhluk lain yang serupa dengan Yesung. Ryeowook pun segera mencari-cari sosok tersebut. Tanpa Donghae sadari Ryeowook melangkah berlawanan dengan Donghae, Ryeowook tak lagi ada di belakangnya.

Betapa terkejutnya Ryeowook saat mendapati sosok misterius tengah berdiri membelakangi Ryeowook. “Yesung?” panggil Ryeowook dengan ragu-ragu.

Sosok namja misterus tersebut berbalik dan menghadap ke arah Ryeowook seraya menyeringai. Dengan cepat sosok mesterius tersebut menghempit tubuh Ryeowook ke pohon. Wajah namja tersebut sama seperti saat Yesung ingin memangsanya. Namun, wajah namja tersebut lebih mengerikan dibanding Yesung.

Ryeowook nampak tak berdaya. “S-siapa kau?” tanya Ryeowook dengan raut wajah ketakutan. Namja tersebut tak menjawabnya dan terus menatap Ryeowook dengan tajam dan nanar sembari menyeringai. Kali ini Ryeowook benar-benar ketakutan karena namja tersebut tak segan-segan memperlihatkan taringnya yang sangat tajam.
“Aaaaaaaaaaaa!” Ryeowook berteriak sekeras mungkin.

“Ryeowook,” ucap Donghae yang baru menyadari bahwa Ryeowook tak lagi ada di belakangnya. “RYEOWOOK!” teriak Donghae yang panik sembari mencari-cari Ryeowook.

Sementara itu, Yesung yang mendengar suara teriakkan tersebut segera berlari dengan cepat. Yesung sangat yakin itu adalah suara Ryeowook sebab insting Yesung sangat kuat. Kedatangan Yesung sangat tepat waktu, untung saja namja tersebut belum sempat melukai Ryeowook.

Yesung langsung menghajar namja tersebut. Seketika tubuh namja tersebut terlempar ke tas tanah. Yesung begitu sangat terkejut karena namja tersebut sangat ia kenal. Kyuhyun itulah nama namja tersebut. Mereka berdua saling bermusuhan, sampai-sampai permusuhan tersebut membuat mereka harus terbuang di dunia manusia. Tapi Yesung heran, mengapa Kyuhyun bisa berada di dunia manusia? Padahal bertahun-tahun Yesung tinggal disini, mereka tak pernah bertemu dan baru kali ini mereka dipertemukan kembali.

“Kyuhyun,” ucap Yesung yang membelalakkan matanya. “Mengapa kau bisa disini?”
“Ini juga karena ulahmu Kim Yesung,” jawab Kyuhyun sinis. Kyuhyun pun langsung melesat pergi.
Yesung menatap Ryeowook yang terlihat masih ketakutan. “Ryeowook, kamu tidak apa-apa kan?” tanya Yesung yang khawatir. Ryeowook pun menanggapinya hanya terdiam.

“RYEOWOOK!!” teriak Donghae yang terus mencari Ryeowook.
“Itu suara saudaramu kan. Temui dia, jangan buat dia khawatir,” ucap Yesung dan Yesung pun segera melesat pergi dengan cepat. Sementara itu, Ryeowook segera berlari menemui Donghae.
“Ryeowook~ kau kemana saja?” tanya Donghae yang khawatir.
“Tidak, tadinya aku hanya ingin membantumu mencari kayu bakar,” jawab Ryeowook yang mengelak.
“Yasudah, sekarang kita pulang. Aku sudah dapat kayu bakarnya,” ucap Donghae. Sesekali Donghae menatap wajah Ryeowook yang begitu pucat dan ketakutan. Donghae takut sesuatu terjadi telah terjadi pada dirinya. “Ryeowook kau tidak apa-apa kan?”
Aniya~ yasudah ayo kita pulang.”

Ryeowook tak menyadari bahwa Yesung sedari tadi terus memperhatikannya dari balik pohon. “Aku harus melindungi Ryeowook. Aku tak mau kejadian seperti ini terulang lagi,” gumam Yesung.

***

“Yesung apa yang kau lakukan disini?” tanya Ryeowook yang terkejut saat melihat Yesung tengah berdiri di depan rumahnya.
“A-aku hanya sekedar melihat-lihat saja,” jawab Yesung asal. Padahal sebenarnya Yesung sangat khawatir dengan Ryeowook dan semalaman Yesung berdiri di depan rumahnya hanya untuk menjaga Ryeowook. Yesung takut Kyuhyun akan melampiaskan dendamnya pada Ryeowook.
Hanya sekedar melihat-lihat? Memangnya rumahku tempat wisata? Pikir Ryeowook. Ryeowook tak tahu bahwa Yesung mengetahui apa yang dipikirkan Ryeowook. Yesung pun terkekeh mendengarnya.
“Bukan tempat wisata tapi lebih tepatnya pameran lukisan,” celetuk Yesung. “Yasudah lah aku mau kembali ke hutan. Sampai nanti.”
“Hah? D-dia bisa baca pikiranku. Astaga,” ucap Ryeowook yang tercengang.

Akhir-akhir ini Yesung menjadi sangat protektif dengan Ryeowook. Meski sebenarnya Ryeowook tak mengetahui bahwa selama ini Yesung selalu menjaganya. Yesung hanya tak ingin semua yang ia takuti terjadi.
Benar saja dugaan Yesung. Kyuhyun datang ke rumah Ryeowook. Untung saja Yesung masih berjaga-jaga di sekitar sana. Dengan sigap Yesung langsung menubruk tubuh Kyuhyun dengan kuat. Kyuhyun yang menyadari serangan Yesung, dengan cepat menyerang balik Yesung. Akhirnya mereka berdua terlibat pertengkaran yang hebat.

Ryeowook tersadar dari tidurnya karena mendengar suara berisik di depan rumahnya. Ryeowook pun mengintip dari tirai jendelanya. Ryeowook terkejut seraya membelalakkan matanya. “Hah? Yesung?” gumamnya. Ryeowook pun langsung keluar dengan tergopoh-gopoh.

“HEY BERHENTI!!” tegas Ryeowook.
“Ryeowook,” ucap Yesung.
“Yesung, apa yang kau lakukan disini?” tanya Ryeowook.
“A-aku…” belum sempat meneruskan kalimatnya. Kyuhyun dengan sigap langsung melesat mengunci tubuh Ryeowook.
“Eh~ apa-apaan ini,” protes Ryeowook. Kyuhyun pun hanya menyeringai dan tanpa berkata apapun Kyuhyun langsung melesat pergi ke dalam hutan. Yesung pun segera mengejar Kyuhyun.
“Lepaskan dia Kyu~ dia tak ada sangkut pautnya dengan permusuhan kita!”

Kyuhyun pun menghentikan lanngkahnya dan ia langsung menurunkan Ryeowook dari cengkeramannya. Dengan wajah yang garang Kyuhyun menatap Yesung dengan tatapan angkuh.

“Apa? Tidak ada sangkut pautnya? Baiklah kalau begitu, aku akan menjadikannya masuk dalam permasalahan kita,” ucap Kyuhyun sinis dan tentu saja dengan seringaiannya.
“Maksudmu?” tanya Yesung yang tak mengerti.
“Yesung kau lupa dengan apa yang sudah kau lakukan pada Sungmin. Aku tak bisa terima itu. Kau penghianat Kim Yesung!” tergas Kyuhyun.
MWO?! Penghianat? Ayolah Kyu jangan seperti ini,” ujar Yesung.

Kyuhyun pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya seraya menunjukkan wajahnya yang begitu kesal dengan Yesung. Ia menganggap Yesung penyebab dari kejadian itu, kejadian yang tak akan pernah Kyuhyun lupakan. Tanpa berkata apapun Kyuhyun langsung pergi dan meninggalkan mereka.

Sementara Ryeowook yang masih berada di tempat tersebut hanya tercengang. Ia tak mengerti permasalahannya, tapi mengapa ia harus ikut dalam masalah ini. Yesung tahu apa yang saat ini Ryeowook pikirkan. Rasa bingung dan juga ketakutan.

Yesung pun langsung menghampiri Ryeowook dan menggenggam tangannya. “Kau akan baik-baik saja. Kau tak usah cemas,” ucap Yesung layaknya pria sejati yang mengucap janji untuk melindungi kekasihnya. Ryeowook hanya termenung dan menatap Yesung dalam-dalam.

“Y-yasudah. Aku akan antar kau pulang,” ucap Yesung yang gugup.


Gomawo~ sudah menngantarku pulang,” ucap Ryeowook seraya tersenyum. Yesung pun hanya membalasnya dengan senyuman kecil.
“Baiklah aku masuk,” ucap Ryeowook seraya melangkahkan kakinya ke depan rumahnya.

Ryeowook tak menyadari bahwa Yesung tetap berdiri di depan rumah meski Ryeowook sudah masuk ke dalam rumahnya. Yesung telah berjanji bahwa dia akan melindungi Ryeowook.  Jadi, ia akan terus menjaga Ryeowook seterusnya.
***

Matahari yang cerah membuat Ryeowook terbangun pagi-pagi sekali. Kali ini Ryeowook berencana akan ke hutan menemui Yesung dan tentu saja Ryeowook akan membawakannya makanan.

“Na..na..na..na..” Pagi itu membuat Ryeowook sangat bersemangat, sampai ia tak menyadari bahwa ia bernyanyi sembari memasak. Donghae yang mendengar suara yang tak asing lagi baginya, segera menghampiri asal suara tersebut.
“Ryeowook?”
“Selamat pagi Donghae. Aku sudah siapkan sarapanmu di meja makan,” ucap Ryeowook.
“Tumben sekali kau memasak sarapan jam segini. Biasanya kau kan belum bangun,” celetuk Donghae seraya mencicipi satu per satu makanan yang baru saja dibuat Ryeowook.
“Yah~ sesekali tak apa kan? Lagipula aku kasian dengan ahjusshi yang selalu bangun pagi membuatkan kita sarapan,” ucap Ryeowook.
“Ya sering-sering saja kau seperti ini. Lagipula makanan buatanmu lebih enak,” ucap Donghae. Ryeowook pun hanya tersenyum dan terus fokus pada masakannya. “Itu makanan untuk siapa? Mengapa banyak sekali? Menurutku, ini saja cukup untuk sarapan,” sambung Donghae.
“Emmm~ ini bukan untuk sarapan kita,” ucap Ryeowook.
“Lalu?” tanya Donghae.
“Emmm…i-ini untuk temanku,” jawab Ryeowook terbata-bata.
“Temanmu? Hemm~ temanmu yang namja itu?”
“Ya.”
“Untuk apa kau membawakan makanan untuknya? Memang kau siapanya?”ucap Donghae dengan nada sedikit sinis.
“Kau kenapa? Kau marah? Sudahlah~ dia itu hanya temanku dan dia sedang sakit. Jadi, rencanya aku ingin menjenguknya,” ucap Ryeowook yang berbohong. Donghae pun terdiam.
“Baiklah, aku harus pergi sekarang,” ucap Ryeowook yang terburu-buru.
“Eh mau kemana?” tanya Donghae.
“Kan aku sudah bilang, aku akan pergi ke rumah temanku.”
“Aku antar ya?”
“Tak usah. Lebih baik kau sarapan ya. Aku pergi dulu. Bye.”

Dongahe yang penasaran, langsung mengikuti Ryeowook dari belakang. Tiba-tiba saja Kangin datang mengejutkan Donghae. “Kau mau kemana?”
“A-aku…”
“Dimana Ryeowook? Tadi appa lihat di kamarnya ia tak ada,” tanya Kangin.
“Dia pergi menjenguk temannya yang sakit,” jawab Donghae datar dan ia pun segera pergi ke ruang makan.

‘Tok..tok..tok’

Sepuluh menit Ryeowook berada di depan rumah Yesung. Namun, tak ada sahutan dari dalam rumah Yesung. “Yesung kemana sih?” gerutu Ryeowook.
“Loh~ Ryeowook?” panggil Yesung.

Sosok namja yang ditunggu-tunggu Ryeowook akhirnya pun datang. “Yesung, kau kemana saja? Mengapa lama sekali?” ucap Ryeowook dengan kesal.

“Aku hanya berjalan-jalan sembari mencari makanan. Apa yang kau lakukan disini? Bukankah aku sudah bilang, tak seharusnya kau kembali kesini,” tegas Yesung.
Ne~ aku tahu. Tapi aku datang hanya untuk membawakan ini,” ucap Ryeowook seraya menodorkan bungkusan yang berisi makanan.
“Apa ini?”
“Itu makanan. Hemmm~~ sebenarnya ini tanda terima kasih, karena kau sering menolongku.”
Yesung pun hanya tersenyum tipis mendengarnya. “Yasudahlah~ ayo masuk,” ajak Yesung.
“Tak usah, aku langsung pulang saja,” jawab Ryeowook singkat.
“Benarkah? Sudahlah mampir saja dulu ke rumahku. Aku janji akan mengantarmu pulang,” ucap Yesung. Lama-kelamaan Ryeowook pun ikut ajakan Yesung.

Ryeowook menjajahkan kakinya di rumah yang sudah tak asing lagi baginya. Rumah yang terasa sejuk, lembap, dan juga terasa nyaman.

“Hey~ mengapa kau terlihat canggung seperti itu? Tenang saja aku tak akan melukaimu lagi,” ucap Yesung seraya tersenyum. Dengan raut wajahnya yang polos Ryeowook pun akhirnya duduk.
“Ryeowook~ kamu harus secepatnya pergi dari sini,” ucap Yesung datar seraya langsung duduk di sebelah Ryeowook.
“Mengapa? Liburanku masih panjang,” protes Ryeowook.
“Aku takut dia akan mengincarmu lagi,” jawab Yesung.
“Dia? Maksudmu temanmu yang seram itu?” tanya Ryeowook dengan wajah innocent-nya. Yesung pun hanya mengangguk tanda mengiyakan.
“Emmm sebenarnya hubunganmu dengan dia apa? Sepertinya ia sangat dendam denganmu,” tanya Ryeowook dengan ragu-ragu.
“Ya. Ia memang ingin balas dendam,” timpal Yesung.


Flashback POV
Yeoja cantik dengan rambut terurai duduk termenung di bawah pohon besar. Dari kejauhan Yesung memperhatikan yeoja tersebut dan selang waktu beberapa detik, Yesung segera menghampiri yeoja cantik tersebut.

“Sungmin~” panggil Yesung dengan lembut.
“Yesung oppa,” ucap Sungmin dengan senyumannya yang manis. “Waeyo?” sambung Sungmin.
Aniya. Aku hanya bingung saja melihatmu yang dari tadi melamun. Memangnya apa yang kau pikirkan?” tanya Yesung.
Sungmin menghela napas dalam-dalam sebelum berbicara. “Aku heran, mengapa aku ini terlahir tidak jadi vampir seutuhnya malahan aku harus jadi manusia,” jelas Sungmin.
“Kau itu memang vampir Sungmin, hanya saja kamu tubuhmu itu separuh manusia. Kau jangan menganggap masalah ini dengan serius ya?” ujar Yesung dengan lembut seraya mengelus rambut Sungmin.
“Tentu saja hal ini menjadi serius. Kau kan tahu aku separuh manusia dan aku akan terus tumbuh dengan sendirinya. Bahkan nanti aku akan tua. Aku tak ingin tua,” ucap Sungmin.
“Kau tua ataupun muda. Kau akan tetap menjadi adikku yang paling cantik,” ujar Yesung yang menghiburnya.

Sungmin hanya tersenyum mendengarnya, meskipun ia agak sedikit tidak suka dengan perkataan Yesung yang ‘menjadi adikku.’ Ia tak ingin dianggap seorang adik, ia ingin lebih dari itu.

Bahkan sebenarya ia sangat menyukai Yesung bahkan ia sangat mencintainya. Tetapi hal tersebut belum diketahui oleh Yesung dikarenakan Sungmin tak pernah menceritakan masalah perasaannya langsung kepada Yesung.

Kyuhyun adalah satu-satunya oranng yang tahu akan hal itu. Sungmin sering bercerita dengan Kyuhyun karena Sungmin menganggap Kyuhyun adalah teman terbaiknya. Ternyata di balik itu, Kyuhyun lah yang sebenarnya sangat mencintai Sungmin, tetapi Sungmin tak pernah tahu hal tersebut dan selama ini Sungmin hanya menganggap Kyuhyun hanya sebatas temannya.

Kyuhyun harus memendam perasaannya itu dan harus merasakan pahitnya bahwa cintanya tak akan pernah bisa menyatu dengan Sungmin. Tiap kali ia ingin berdekatan dengan Sungmin, pasti selalu ada Yesung disamping Sungmin. Itulah yang membuat Kyuhyun sangat membenci Yesung.
***

Hyung,”  panggil Kyuhyun yang tengah berdiri membelakangi tepat di depan Yesung. Yesung pun yang tengah berjalan, segera menghentikan langkahnya.
Ne. Waeyo?” tanya Yesung dengan riang.

‘Bruuukkkk’

Dengan cepat Kyuhyun berbalik arah dan langsung menubruk tubuh Yesung. Yesung pun terjatuh di atas tanah. “Kyu apa-apaan ini?” bentak Yesung berontak yang melihat kelakuan Kyuhyun.

“Kau harus mati hyung!” ujar Kyuhyun dengan tatapan nanar. Yesung sulit melepaskan dirinya, karena kini tubuhnya seakan telah dikunci oleh Kyuhyun.
“Apa maksudmu?!” tanya Yesung dengan garang.
“Seharusnya kau sudah tahu hyung. Aku sangat membencimu hyung!” tegas Kyuhyun.
“Benci? Kau benci kenapa?” tanya Yesung sembari kembali berontak, tapi percuma saja tubuhnya benar-benar telah terkunci dan Yesung seakan tak berdaya. Kyuhyun tak pernah seperti ini sebelumnya, kali ini ia benar-benar sangat marah bahkan Yesung saja tak mampu membalas serangannya.
“Mengapa kau selalu mendekati Sungmin? Kau tahu, aku sangat mencintai dia. Kau tega lakukan ini!” ucap Kyuhyun yang semakin garang.
Mwo? Kau salah paham, aku hanya menganggap Sungmin sebagai adikku,” jawab Yesung yang terus berontak dan alhasil Yesung mampu melepaskan diri dari Kyuhyun. “Sudahlah Kyu, kita tak seharusnya bertengkar seperti ini. Aku tak ada perasaan apapun dengan Sungmin,” sambung Yesung.
“Kau bohong hyung,” ucap Kyuhyun dengan tatapan matanya yang merah dan nanar seakan seperti api yang sedang berkobar dalam dirinya.
“Sudahlah Kyu. Jika kau sangat mencintai Sungmin lebih baik kau terus terang padanya. Jangan seperti ini!” ujar Yesung.

Kyuhyun pun hanya terdiam. Selama ini ia takut mengungkapkan perasaannya itu pada Sungmin karena Kyuhyun tahu yang sebenarnya dicintai Sungmin bukanlah dia melainkan Yesung.

“Percuma saja jika aku mengungkapkan perasaanku. Karena yang dicintainya bukanlah aku,” jelas Kyuhyun.
“Maksudmu siapa?” tanya Yesung yang penasaran.
“Kau hyung,” jawab Kyuhyun dengan datar.
M-mwo? A-aku? Tak mungkin. Aku pikir dia hanya menganggapku seperti kakaknya,” ucap Yesung.
“Perkiraanmu salah hyung. Dia sangat mencintaimu. DAN BUKAN AKU YANG DIA CINTAI!” bentak Kyuhyun.
“Lalu kau mau apa? Kau mau membunuhku? Jika kau membunuhku, dia akan sangat benci padamu,” ujar Yesung yang sinis.

Perkataan Yesung tersebut, bukan meredam amarah Kyuhyun melainkan menambah kebencian Kyuhyun padanya. Bahkan Kyuhyun tak segan-segan menghajar Yesung saat itu juga.

Pertengkaran pun akhirnya terjadi. Yesung yang sebenarnya tak ingin melukai Kyuhyun, akhirnya ia terpaksa harus melawan semua serang dari Kyuhyun. Bahkan Yesung mampu melumpuhkan Kyuhyun.

‘Brukkk’

Lagi-lagi Kyuhyun terjatuh di atas tanah dengan menahan rasa yanng amat sakit. Ia harus mengakui kekalahannya saat menghadapi Yesung. Yesung pun tak tega melihat Kyuhyun terkapar tak berdaya.

Jeongmal mianhae Kyu. Aku tak bermaksud melukaimu,” ucap Yesung yang menyesal dan hendak menolong Kyuhyun yang sudah tak berdaya. Namun, Kyuhyun tak ingin ditolong oleh Yesung.
“Aku tak perlu bantuanmu,” ucap Kyuhyun dan Kyuhyun langsung melesat pergi dengan cepat sembari menahan rasa sakitnya itu.

Ya Tuhan sadarkanlah dia dengan perbuatannya. Aku menyesal Tuhan, telah menyakitinya,batin Yesung.


Kyuhyun segera tiba dirumahnya sembari terus merintih. “Kim Yesung sialan! Aku akan balas nanti,” geram Kyuhyun.
Kyuhyun hanya memerlukan waktu beberapa menit untuk dapat menghilangkan rasa sakit lukanya itu. Ia adalah seorang vampir, jadi rasa sakitnya itu dapat ia obati dengan cepat tanpa memerlukan obat-obatan.


Yesung berjalan dengan langkahnya yang gontai. Ia masih terus teringat dengan kejadian tersebut. Ia tak ingin pertemanannya dengan Kyuhyun harus rusak hanya karena masalah seperti ini. Tiba-tiba saja yeoja berkulit putih ini langsung memeluk Yesung dari belakang. Dengan hati-hati Yesung melepaskan pelukan Sungmin.

Oppa kau kenapa? Apa aku salah?” tanya Sungmin dengan wajahnya yang innocent.
“Tidak. Kau tidak salah,” jawab Yesung.
“Apa yang terjadi denganmu? Kau terlihat banyak pikiran?” tanya Sungmin yang mampu menebak perasaa seseorang hanya dengan sekejap.
“Aku tidak apa-apa Sungmin. Aku hanya mengantuk. Semalam aku tak tidur karena harus mencari buruan,” jawab Yesung menyangkal. Yesung pun segera masuk ke dalam rumahnya. Sungmin tahu bahwa Yesung berbohong padanya. Ia mampu mengetahui itu dari sorot mata Yesung.
“Huhhh,” Yesung langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya. Kejadian itu membuat pikiran Yesung menjadi kacau. Tiba-tiba Sungmin muncul tepat disebelah Yesung berbaring.
“Hah? Sungmin? Kapan kau masuk kamarku?” tanya Yesung terkejut dan langsung bangkit dari tidurnya.
“Kau lupa, aku kan vampir jadi aku bisa melakukan apa saja,” jawab Sungmin santai.
“Oh iya. Hemm…ada apa?” tanya Yesung.
“Sebenarnya kau kenapa oppa? Aku tahu kau berbohong dengan alasanmu tadi,” ucap Sungmin.
Yesung terdiam. Ia tak bisa menyangkal lagi. Kini ia hanya menunduk tanpa berkata apapun.
Oppa~ sebenarnya ada apa? Ceritakan,” desak Sungmin.
“Ahh aniya. Sudahlah aku ingin tidur dulu,” ucap Yesung seraya langsung merebahkan tubuhnya kembali di tempat tidurnya. Sungmin hanya bisa menghela napas dalam-dalam dan akhirnya Sungmin pun keluar dari kamar Yesung dengan perasaannya yang cemas.


Sungmin melihat Kyuhyun berjalan dengan langkah cepat dan dengan ekspresi kesal. Sungmin pun segera menghampiri Kyuhyun. “Kyuhyun. Kau dari mana?” tanya Sungmin. Kyuhyun tidak menjawab dan langsung melanjutkan langkahnya kembali.

“Aneh sekali. Ya ampun hari ini mengapa orang yang aku temui semuanya aneh,” gumam Sungmin seraya menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
***

Yesung, Kyuhyun dan Sungmin tengah berjalan menelusuri hutan untuk memulai perburuannya di hari yang senja itu.

Tiba-tiba sekelebat bayangan hitam melaju dengan cepat. Yesung, Kyuhyun dan Sungmin sudah menyadari bahwa ada sosok lain yang mengintai mereka. Yesung dan Kyuhyun segera melindungi Sungmin. Mereka tahu, kedatangan sosok asing yang serupa tersebut dikarenakan keberadaan Sungmin.

“Sungmin lebih baik kau pergi dari sini,” ucap Yesung.

Kyuhyun dan Yesung tetap berjaga-jaga dan benar saja saat Sungmin ingin melarikan diri tiba-tiba sosok tersebut sudah muncul di hadapan mereka. Lima sosok vampir yang selalu haus darah dan terlihat ganas. Mereka sudah lama mengintai Sungmin karena tubuh Sungmin yang separuh manusia. Menurut mereka, setiap vampir yang memiliki separuh tubuh manusia harus dibunuh, karena bisa membahayakan makhluk vampir lainnya.

“Pergi dari sini! Tak ada gunanya kalian disini!” tegas Kyuhyun.
“Baiklah, aku akan pergi tapi serahkan yeoja itu padaku,” ucap salah satu kawanan vampir yang terlihat sangat ganas itu.
“Kau ingin dia. Langkahi dulu kami,” ucap Kyuhyun.

Lima kawanan vampir tersebut terlihat tambah sangat garang. Tak lama kemudian mereka akhirnya memulai pertarungan. Yesung dan Kyuhyun bertarung sekuat tenaga untuk melindungi Sungmin. Sedangkan Sungmin tak bisa berbuat apa-apa. Kini ia hanya bersembunyi dibalik pepohonan besar sembari menyaksikan pertarungan tersebut dengan rasa kekhawatiran.

Kyuhyun dengan raut wajahnya yang garang mampu melumpuhkan beberapa dari kawanan tersebut sedangakan Yesung harus mengakui kekalahannya. Salah satu dari kawanan tersebut menyasat tubuh Yesung dengan pisau yang terlapisi dengan emas dan perak. Menurut mereka itulah satu-satunya cara untuk membunuh seorang vampir.

Kyuhyun yang sebenarnya sangat membenci Yesung. Kyuhyun yang kini sangat marah dan tak bisa mengendalikan amarahnya lagi segera membalaskan perlakuan dari kawanan vampir tersebut. Kyuhyun dengan sigap merebut pisau tersebut dari tangan mereka dan alhasil Kyuhyun mampu menyasat-nyasat tubuh kawanan vampir ganas tersebut sampai mati.

Sungmin segera berlari menghampiri Yesung yang terkapar tak berdaya. Kini Sungmin sangat menyesali kejadian, ia menganggap karena dialah Yesung jadi seperti itu. Dengan balutan air mata di wajahnya, Sungmin menggenggam tangan Yesung.

Entah apa yang dipikirkan Sungmin. Sungmin langsung berlari ke arah Kyuhyun yang masih terpaku memegang pisau tersebut. Sungmin merebut pisau tersebut dari tangan Kyuhyun.

“Sungmin apa yang kau…?” belum sempat melanjutkan ucapannya. Sungmin langsung menorehkan pisau tersebut di tangannya. Darah mengucur dengan derasnya dari pergelangan tangan Sungmin. Kyuhyun yang melihatnya sangat terkejut.
“Sungmin, apa yang kau lakukan?! Kau ingin mati?! Bentak Kyuhyun sembari menopang tubuh Sungmin yang sudah terlihat lemas. Sungmin pun langsung berlari ke arah Yesung.
Sungmin berpikir rasa sakit yang amat mendalam yang ia rasakan tak sesakit dengan penderitaan Yesung saat ini.
“Sungmin kenapa kau…” ucap Yesung dengan napas yang terengah-engah. Sungmin langsung mengucurkan darahnya tepat di mulut Yesung.  Yesung yang setengah sadar dan tanpa menyadari ia menelan darah yang diteteskan oleh Sungmin. Ia tak menyadari jika itu adalah darah Sungmin.

Beberapa menit kemudian Yesung kembali tersadar dan ia tak lagi mengalami rasa yang amat sakit. Sementara itu Sungmin langsung terkapar di sebelah Yesung dengan tubuh yang sangat lemas dan tak berdaya. Yesung tak menyadari jika Sungmin telah meninggal.

 “Sungmin kau kenapa? Sungmin bangun!” ucap Yesung.
Kyuhyun langsung membelalakan matanya. Ia tak sempat berpikir jika Sungmin akan melakukan hal senekat itu. Kyuhyun pun segera menghampiri Sungmin. “KAU BERENGSEK HYUNG,” bentak Kyuhyun seraya menghajar wajah Yesung sekuat tenaga.
“KYU KAU INI KENAPA?! DISAAT SEPERTI INI KAU MASIH INGIN BERTARUNG DENGANKU!” bentak Yesung.
“Gara-garamu Sungmin meninggal. Gara-gara kau juga Sungmin melakukan hal nekat seperti ini!” tegas Kyuhyun.
“Memangnya apa yang dilakukan Sungmin?” tanya Yesung dengan suaranya yang semakin meredup.
“Sungmin membunuh dirinya dengan pisau ini! Dan ia rela mengeluarkan darahnya hanya untuk kau hidup KIM YESUNG!” tegas Kyuhyun dengan nada suaranya yang semakin menaik.
Yesung hanya terdiam dan terus memandangi tubuh Sungmin yang tergolek di atas tanah.
“KAU JUGA HARUS TAHU HYUNG! SUNGMIN ITU SEBENARNYA MENCINTAIMU! SANGAT MENCINTAIMU HYUNG! TAPI KAU MALAH MEMBUATNYA MENINGGAL SEPERTI ITU! AKU SANGAT MEMBENCIMU HYUNG!” bentak Kyuhyun.

Kyuhyun pun kembali menghajar wajah Yesung. Yesung tak ingin membalas serangan Kyuhyun. Yesung hanya diam tanpa melakukan perlawanan. Setelah menghajar Yesung, Kyuhyun langsung melesat pergi sembari membawa tubuh Sungmin. Yesung ingin mengejarnya, tapi ia kehilangan jejak Kyuhyun.

Sampai saat ini Yesung tak tahu dimana jasad Sungmin dan sebab kejadian inilah yang membuat Kyuhyun sangat membenci Yesung, bahkan Kyuhyun berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan membalas dendam pada Yesung dengan cara apapun.

Sementara Yesung pergi jauh dari dunia vampirnya, ia lebih memilih tinggal di sebuah hutan di tempat manusia. Disanalah Yesung bisa merasakan ketenangan.
Flasback POV End