Author : Nurdiani Soffa
Cast
: YeWook, HaeHyuk, Leeteuk, Kyuhyun
Genre : Romance/Horror/Tragedy
Rating : T
TIINNNN~~~TIINNN
Aku yang tengah asik berjalan
sendirian, langsung menengok ketika mendengar bunyi klakson motor yang sedang
menghampiriku.
“Hyung, aku pulang duluan ya,” ucap seorang namja yang mengendarai motor
yang tak lain adalah temanku. Di belakangnya terdapat seorang wanita yang
mencengkram pinggang namja itu dan
tak lain wanita itu adalah kekasihnya.
“Ne. Hati-hati di jalan,” ucapku. Akupun langsung melanjutkan
perjalanan untuk pulang, langkah demi langkah ku tempuh. Di tengah perjalanan
aku melihat seorang gadis cantik dengan rambut hitam panjang yang terurai serta
mengenakan dress berwarna putih yang
tengah duduk di bangku halte. Gadis tersebut terlihat termenung duduk di bangku
halte.
Lalu beberapa saat kemudian kulihat
segerombolan preman berwajah bengis menghampiri gadis cantik tersebut dan
mengganggunya. Aku yang melihatnya tak
hanya bisa diam saja, aku langsung berlari untuk menolong gadis tersebut.
“Hai~~ gadis cantik, sendirian
saja,” ucap salah seorang dari segerombolan preman tersebut sambil mencolek
pipi sang gadis.
“Lebih baik ikut kita saja,” ucap
preman yang lainnya sambil menarik tangan gadis tersebut. Gadis itu pun
berontak dan menjerit minta tolong.
“Ahh~~ lepaskan saya,” berontak
gadis tersebut. Segerombolan preman tersebut terus menariknya.
“Hei~~ lepaskan gadis itu! Jangan
ganggu dia!” tegasku yang kini sudah berada tepat di depan segerombolan preman
tersebut.
“KURANG AJAR!” ucap preman
tersebut sambil meluncurkan tanganya ke wajahku, tapi untungnya aku dapat
menepis tangan prema itu yang hampir mendarat di wajahku. Selama beberapa saat
terjadilah perkelahian disana. Akhirnya aku mampu mengusir mereka bahkan mereka
langsung berlari pergi. Aku melihat gadis tersebut ketakutan.
“Noona, kau tidak apa-apa?” tanya
Yesung khawatir.
“Ani, aku baik-baik saja. Gomawo
sudah mau menolongku sunbae,” ucap
gadis tersebut sambil mengeluarkan tisu yang ada di kantongnya dan langsung
mengusapkannya ke wajahku.
“Aduuhhh~~” rintihku sambil
memegangi luka yang ada di wajahku..
“Mianhae, aku hanya ingin mengobati lukamu,” ucap gadis tersebut
dengan lembut.
“Sudahlah noona, tidak usah repot-repot, biar aku
sendiri saja yang mengobatinya nanti,”
ucapku. Gadis tersebut pun tak lagi mengusapkan tisu di wajahku.
“Jeongmal mianhae, gara-gara aku, kau jadi terluka,” ucap gadis tersebut
sambil menunduk dengan rasa menyesal.
“Ani..ani.. jangan bicara seperti itu. Aku tak mungkin membiarkan
wanita di perlakukan seperti tadi,” ucapku sambil terus merintih kesakitan
akibat luka lebam di wajahku.
“Oh ya~~ namaku Yesung. Namamu
siapa?” ucapku sambil menjulurkan tangan
tanda untuk berkenalan dan supaya lebih dekat.
“Namaku Ryeowook,” ucap gadis
tersebut sambil membalas juluran tanganku. Ada yang aneh aku merasakan dinginnya tangan Ryeowook seperti es
yang membeku serta tatapan mata Ryeowook yang agak tajam. Akupun langsung
melepaskan tanganku yang masih terpaut oleh tangan gadis itu.
“Ahh~~ tanganmu dingin sekali,”
ucapku sambil menatap wajahnya yang putih pucat, namun Ryeowook tidak
menjawabnya. Akupun berpikir untuk bertanya yang lain.
“Hemmm.. rumahmu dimana?” tanya
Yesung.
“Disana,” jawab Ryeowook sambil
menunjuk dengan jarinya. Aku pun
menengok dan mengikuti arah tangan Ryeowook.
“Hemmm.. maksudmu disa…” belum
sempat aku meneruskan kalimatku, aku terkejut karena saat aku kembali menengok
ke arahnya, aku tak mendapati Ryeowook
duduk disebelahku lagi. Aku pun menjadi bingung.
“Loh kemana dia? Apa dia sudah
pulang? Kenapa tidak bilang?” tanyaku bertubi-tubi sambil menggaruk-garuk
kepalan yang tidak gatal
Keesokan harinya, aku melihat seorang gadis yang duduk di bangku halte
tersebut, dan ternyata gadis itu adalah Ryeowook, ia masih menggunakan dress putihnya. Akupun segera
menghampirinya dan segera duduk disebelahnya.
“Ryeowook kau disini?” ucapku.
“Iya,kau juga ada disini?” tanya
Ryeowook sambil tersenyum tipis.
“Tentu saja,aku kan selalu
menunggu bis disini,” jawabku santai. “Oh ya kemarin kau kemana? Kenapa
menghilang tiba-tiba?” tanyaku dengan nada yang bisa dibilang seperti sedang
mengintrogasi orang.
“Mian sunbae, kemarin aku harus buru-buru pulang,” jawabnya dengan
senyuman yang kini lebih lebar. Dia terlihat sangat manis dan cantik ketika
tersenyum. Huh~~ entah kenapa aku jadi suka memandanginya.
TIK~~TIK~~TIK~~TIK
Tak lama, hujan yang tadinya
hanya gerimis kini pun menjadi air yang mengalir deras. Kini suasana di halte
berubah menjadi dingin. Ryeowook pun menggigil akibat kedinginan, ia
menggosok-gosokan tangannya di bahunya. Aku yang melihatnya merasa tak tega
karena kini tidak hanya tubuhnya yang menggigil kedinginan, namun kini bibirnya
juga bergemetar. Akhirnya akupun berinisiatif untuk menutupi tubuh Ryeowook
dengan jaket yang aku kenakan.
“Pakai jaket ini agar kau tak
kedinginan,” ucapku sembari memakaikan jaketku padanya. Ia menatapku sembari
tersenyum dengan sangat manisnya.
“Oh Tuhan~~ jantungku kenapa
bedebar seperti ini~~” batinku.
“Gomawo sunbae,” ucap Ryeowook.
“Ne.. oh ya jangan memanggilku dengan sebutan sunbae ne, panggil saja oppa,”
ucapku. Ia pun hanya mengangguk.
“Bagaimana jika aku antar kau
pulang? Pasti lama jika menunggu hujan reda.”
“Ahh~~tidak usah oppa, biar aku pulang sendiri saja.”
ucapnya. Tak lama kemudian, hujan pun mulai reda, karena hari sudah mulai
senja, akupun bersiap untuk pulang.
“Ryeowook kau tidak
pulang, hujan sudah reda?”
“Ne oppa, sekarang aku mau pulang,” ucapnya sembari berdiri dari
bangku di halte tersebut.
“Kalau begitu kita
bareng saja,” ajakku. Dia pun mengangguk, akhirnya kami berdua menaikki bus
bersama dan kami juga turun di tempat
yang sama.
“Rumahmu dimana? Biar
aku antar ya?”
“Itu yang disana
rumahku,” jawabnya sembari menunjuk ke arah rumah tersebut.
“Hemmm~~yang bercat
putih? tanyaku untuk memastikan.
“Ne,”jawabnya. “Aku pulang
duluan ya oppa?”
“Oke. Bye,” ucapkku
sampai melambaikan tangan.
Keeseokan harinya aku
bertemu lagi dengan Ryeowook, kali ini ia tengah berjalan di tepi jalanan
dengan wajahnya yang suram dan terlihat seperti banyak beban berat yang sedang
dipikulnya.
“Ryeowook~~” panggilku
sambil menepuk bahunya. Ia pun langsung menengok.
“Ahh oppa~~kita bertemu lagi,” ucapnya
sembari memaparkan senyumannya yang manis.
“Iya, sepertinya
akhir-akhir ini kita sering bertemu,” ucapkku. Ia masih terus memekarkan
senyumannya, rasanya tubuhku meleleh ketika aku melihat senyumannya.
“Oh ya, mau ikut ke
suatu tempat tidak? Aku jamin tempatnya pasti bisa buat semua orang bahagia,”
ucapkku dengan penuh keyakina. Namun, Ryeowook hanya terkekeh mendengarnya,
selanjutnya ia pun mengangguk, tanda setuju atas ajakanku. Akhirnya kami pun
berjalan ke tempat tujuan, selama di perjalanan kita terus saling bercanda ria
bahkan seperti dunia ini milik kita. Tak terasa kami sudah sampai di tempat
tujuan.
“Betapa rindunya aku
dengan tempat ini,” ucapkku sambil menghirup udara segar disana.
“Oppa, pemandangannya sangat indah. Aku suka tempat ini,” ucap
Ryeowook dengn penuh kekaguman.
“Iya, jika kamu punya
masalah, kamu kesini saja, pasti pikiramnu menjadi fresh lagi,” ucapkku sambil melebarkan senyum di bibirku. Ia pun
hanya tersenyum. Disana kami bercemgkrama bersama sambil menikmati pemnadangan
disana. Aku dan Ryeowook tidur di atas rerumputan hijau sambil menatap awan
yang sebentar lagi akan senja. Tak kusadari ternyata aku ketiduran disana dan
ketika ku bangun hari sudah gelap dan ketika ku menengok, aku tidak mendapati
Ryeowook disebelahku lagi. Tetapi yang kulihat hanya selembar kertas
disampingku.
Oppa
mianhae, aku pulang duluan.
Hari
sudah malam dan aku harus segera pulang. Maafkan aku karena aku tak membangunkanmu.
Kulihat
kau tertidur sangat lelap, jadi aku tak berani membangunkanmu.
Jika
kau sudah bangun, segera pulanglah.
KRIIINGGGG~~KRINGGGG~~KRRIINGGGG
Tak lama tiba-tiba
ponselku berdering, terdapat nomor telepon yang tidak aku ketahui namanya, akupun langsung mengangkatnya.
“Oppa kau sudah pulang?” tanya seorang gadis yang sudah tak asing lagi suaranya.
“Ryeowook? Apakah ini
kau?” tanyaku untuk memastikan.
“Iya ini aku.”
“Kamu tahu nomorku
dari mana?”
“Hemmm~~ sudahlah itu
tak penting. Oppa kau sudah tiba di
rumah?”
“Belum, aku baru saja
terbangun dan kku lihat kau sudah meninggalkanku.”
“Mianhae oppa, aku terpaksa meninggalkanmu tadi.”
“Yasudah tidak
apa-apa. Kalau begitu aku mau pulang dulu ya.”
“Ne. hati-hati di jalan ya oppa,”
ucap Ryeowook dan ia pun langsung mematikan ponselnya.
Semenjak aku tahu
nomor ponselnya, kami pun jadi sering berkomunikasi, entah itu menelpon ataupun
sms-an. Semenjak itulah hubungan kami semakin dekat.
Di hari yang senja
dengan suasana teduh, tak disangka aku bertemu dengan Ryeowook di sebuah tempat
yang sering aku kunjungi. Ryeowook memang pernah aku ajak kesana dan entah
kenapa tiba-tiba ia ada disana. Kulihat ia sedang duduk di atas rerumputan,
memandangi pemandangan indah yang ada di hadapannya.
“Ryeowook~~ kau ada
disini?” ucapkku sembari duduk disampingnya.
“Ne oppa, semenjak kau mengajakku kemari, aku jadi sangat suka
dengan tempat ini.”
“Ya kan~~ sudah ku duga
pasti kau akan mrnyukainya.”
Tak lama hujan pun
langsung turun dengan derasnya. Sudah ku duga pasti akan turun hujan, karena
sedari tadi suasana memang sangat teduh. Kulihat Ryeowook menggosok-gosokkan
kedua telapak tangannya.
“Dingin ya?” tanyaku.
Dia hanya mengangguk sambil terus menggosok-gosokan telapak tangannya, karena
aku tak membawa jaket, jadi aku berpikir untuk memeluknya, agar dia merasa
hangat. Saat ku peluk, tiba-tiba ia kaget.
“Mian aku hanya ingin menghangatkanmu, jangan berpikir yang
macam-macam ya?” ucapku. Ia pun hanya tersenyum, tak lama kepala Ryeowook menyandar di bahuku. Akupun membiarkannya,
tapi ada yang aneh, kenapa jantungku berdebar sangat kencang sampai-sampai
Ryeowook mendengar degupan jantungku. Ia pun langsung bangun dan tidak menyandarkan
lagi kepalanya.
“Oppa, mengapa jantungmu berdebar-debar?” tanya Ryeowook dengan
wajah innocent-nya.
“T-tidak,” ucapku
dengan nada sedikit gugup.
“Oppa boleh aku jujur padamu?”
“Jujur apa?” tanyaku
dengan rasa penasaran.
“Aku suka padamu,
entah kenapa hanya kau yang bisa membuatku nyaman,” jelas Ryeowook.
Perkataannya itu membuatku shock. Aku
langsung membulatkan mataku, seolah tak percaya Ryeowook mengatakannya dengan
sepolos itu.
“A-apa maksudnya?”
ucapku sok polos. Ia pun terkekeh.
“Kau tidak perlu jujur
dengan perasaanmu karena aku sudah tau jawabannya,” ucap Ryeowook.
“Ahh tidak~~ memangnya
kau tahu apa tentang perasaanku?” tanyaku dengan gugup. Ia tak menjawab, namun
ia terus saja tersenyum.
“Baiklah aku akan
jujur padamu,” aku menarik nafas dalam-dalam sebelum aku melanjutkan kalimatku.
“A-a-aku juga suka padamu. Ini perasaanku yang sebenarnya. Setiap aku ada di
dekatmu pasti jantungku akan berdebar seperti tadi,” jelasku dengan perasaan
malu, gugup, semua bercampur menjadi satu. Baru kali ini aku menyatakan
perasaanku tepat di hadapan orang yang kusuka. Ia pun kembali terkekeh dengan
perkataanku tadi.
“Eh~~ waeyo?” tanyaku dengan heran.
“Ani...lucu saja melihat wajahmu saat mengatakan perkataan tadi,”
jawab Ryeowook yang masih saja terus terkekeh. Akupun jadi salah tingkah.
CUUPPP~~~
Entah apa yang sedang
aku pikirkan, tiba-tiba aku langsung mencium bibirnya sekilas.
“Mianhae,” ucapkku dan akupun langsung memalingkan wajahku, karena
malu dengan tingkahku tadi. Ia hanya tersenyum dan ia kembali menyandarkan
kepalanya di bahuku. Di hari yang teduh dan di temani dengan suara rintik air
hujan, kami pun bercengkrama bersama disana.
T
B
C
Gomawo for read and don't forget to Review :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar