Author : Nurdiani Soffa
Cast
: YeWook, HaeHyuk, Leeteuk, Kyuhyun
Genre : Romance/Horror/Tragedy
Rating : T
Sudah dua bulan kami
menjalin kasih, tapi Aku sudah berniat untuk menikahinya. Sudah selama ini aku
belum pernah tahu seperti apa orang tua Ryeowook dan sudah selama ini juga aku
belum pernah ke rumahnya. Setiap kali aku ingin ke rumahnya pasti ia memiliki
banyak alasan. Aku dilarang untuk ke rumahnya saat malam hari, aku tidak tahu
apa penyebabnya, dan bagiku itu semua
aneh, siang hari aku di bolehkan ke rumahnya tapi kenapa hanya malam hari yang
tidak boleh.
Saat ini sudah dua
hari aku tidak bertemu dengan Ryeowook. Aku sudah menelpon ke ponselnya, tapi
selalu tidak aktif. Akhirnya aku berinisiatif untuk pergi ke rumahnya pas malam
hari. Akupun pergi kesana dengan ojek. Aku begitu kaget, Karena ketika aku
sampai disana, suasana menjadi sangat gelap, bahkan aku tidak melihat sebuah
rumah disana, malahan yang kutemui hanya tempat pemakaman.
“Aneh, rasanya disana
ada rumah,” batinku yang bingung.
“Maaf tuan, untuk apa
ke kuburan malam-malam?” tanya tukang ojek yang masih mengungguiku.
“Hah? Kuburan?
Bukankah disana ada sebuah rumah? tanyaku dengan wajah bingung.
“Rumah? Disini tidak
ada rumah. Disini tempat khusus pemakaman. Mungkin tuan salah alamat,” jelas
tukang ojek tersebut.
“Tidak mungkin,”
ucapku. Aku langsung menunjukkan alamatnya yang aku tulis di selembar kertas,
untung saja waktu itu pernah aku catat.
“Ini kan alamatnya?”
“Iya benar, disini
alamatnya, tapi disini tidak ada rumah. Disini kuburan semua,” jelas tukang
ojek itu lagi. Tubuhku pun langsung gemetar dan lemas, aku tidak mungkin salah
alamat, aku yakin disini tempatnya. Tanpa pikir panjang lagi, aku langsung
kembali pulang dengan perasaan yang sudah tak karuan. Sepanjang malam aku tak
bisa tidur karena aku terus terpikir hal tadi.
Di tempat kuliah aku
terus termenung dan masih terus memikirkan hal semalam. Tiba-tiba temanku
Dongahe datang dan langsung menghampiriku.
“Hyung kau kenapa? Kau sakit?” tanya Donghae.
“Aniya..aku hanya masih terpikir hal semlam.”
“Memang semalam ada
apa?” tanya Donghae sambil menyedot minuman yang ada di tangannya.
“Semalam aku ke rumah
Ryeowook..” belum sempat menyelesaikan kalimatku, tiba-tiba Donghae langsung
tersedak.
UHUKK~~UHUKKK
“Ehh~~kau kenapa?”
tanyaku.
“Ani…Ada hubungan apa kau dengan Ryeowook?” tanya Donghae.
“Dia kekasihku, baru
saja kami dua bulan berpacaran,”
jelasku.
“MWO~~ PACAR!” tegas Donghae. Akupun bingung, kenapa Donghae bisa
se-kaget itu ketika mendengar ucapanku?
“Ehh~~ ada apa? Kau
kenal?”
“T-tidak, aku tidak
mengenalnya,” ucapnya dengan gugup. Aku merasa ada yang aneh dengan Donghae,
mengapa ia harus gugup begitu?
“Hyung aku pulang duluan ya?
Pacarku sudah menunggu di depan,” ucapnya dengan tergesa-gesa dan ia pun
langsung pergi. Aku merasa keganjalan pada dirinya, tapi aku tak tahu apa.
Hari ini aku tak
bertemu dengan Ryeowook lagi, hal ini membuatku sangat rindu dengannya. Aku pun
mencari ke tempat yang biasa ia kunjungi, tapi aku tak mendapatinya. Di jalan
aku bertemu dengan Kyuhyun, dia adalah adik
kelasku.
“Ehh hyung kebetulan sekali kita bertemu
disini,” ucap Kyuhyun.
“Iya sudah lama kita
tak bertemu,” ucapku.
“Kau kenapa hyung? Mengapa wajahmu terlihat tak
semangat begitu?” aku tak menjawab
karena pikiranku masih terus fokus pada Ryeowook.
“Yasudah hyung, bagaimana jika kita ke cafe sana?
Agar wajahmu menjadi fresh,” ucap
Kyuhyun sambil menepuk bahuku. Akupun ikut ajakan Kyuhyun.
“Jadi kau kenapa hyung? Ceritakan padaku,” ucap Kyuhyun.
Akupun menghela nafas dalam-dalam sebelum aku menceritakan semuanya.
“Aku bingung banyak
kejadian aneh saat aku pacaran dengannya,” ucapku.
“Hah~~ memang siapa
hyung? tanya Kyuhyun penasaran.
“Namanya Ryeowook.
Baru dua bulan aku berpacaran dengannya, tapi kini aku sudah tak tau lagi
keadaanya” jelasku.
“MWO? Ryeowook? Maksudmu Kim Ryeowook?” tanya Kyuhyun sambil
membulatkan matanya.
“Ada apa sih? Kenapa
setiap aku bilang Ryeowook, pasti selalu kaget? tanyaku dengan sangat bingung.
“Hyung kau serius? Kau pacaran dengan Ryeowook?” tanya Kyuhyun lagi.
“Iya, memang ada apa sih?
Ada apa dengan Ryeowook?” tanyaku yang semakin bingung.
“Hyung, Ryeowook itu sudah meninggal sekitar enam bulan yang lalu.
Dia meninggal karena dibunuh oleh seseorang, aku hanya mendengar berita itu
dari ibunya Ryeowook, tapi sampai sekarang orang yang membunuh Ryeowook belum
tertangkap,” jelas Kyuhyun.
“MWO!! Kau bohong! Mana mungkin dia sudah meninggal! Jelas-jelas dia
masih hidup, aku sering bertemu degannya,” ucapku yang tidak percaya. Tiba-tiba
tubuhku langsung terkulai lemas, badanku bergemetar lagi. Aku bingung apa
maksud dari ini semua.
“Aku tidak bohong hyung. Ryeowook itu dulu tetanggaku,
kalau kau tidak percaya, aku bisa mengantarkanmu ke rumah ibunya,” ucap Kyuhyu. Aku langsung setuju dengan
ajakannya, akhirnya hari itu juga, aku dan Kyuhyun pergi ke rumah ibunya
Ryeowook.
TOOKKKK~~TOKKKK~~TOKKKK
Tiba-tiba keluarlah,
seorang wanita tua yang hidup sendirian di rumah itu, sepertinya itu adalah
ibunya Ryeowook.
“Maaf ada apa ya?”
ucap wanita tua itu dengan suaranya yang sudah paruh.
“Apakah ibu benar
ibunya Ryeowook?” tanya Kyuhyun untuk memastikan. Wanita itu tidak menjawab dan
langsung mengalihkan pembicaraan.
“Masuklah,” ucapnya.
Kami pun masuk ke rumah tersebut, kulihat di dinding terdapat foto seorang
wanita yang menggantung disana dan saat itu aku tidak sadar bahwa foto itu
adalah foto Ryeowook sewaktu anak-anak. Tak lama wanita tua tadi datang sambil
membawakan dua gelas yang berisi minuman.
“Ahh mian ahjumma kita jadi merepotkan,” ucap
Kyuhyun.
“Tidak apa-apa. Ada
apa kalian kemari?” tanya wanita tua
itu.
“Kami ingin menanyakan
soal Ryeowook? Apakah boleh? Dan maaf sebelumnya temanku hanya memastikan ini
semua,” ucapKyuhyun.
“Ya, tanya saja,” ucap
wanita tua tersebut.
“Apakah Ryeowook benar
putrimu? Dan apakah dia sudah meninggal?” tanyaku untuk benar-benar memastikan.
Wanita tua itu langsung merubah ekspresi wajahnya menjadi sedih.
“Aduh~~ minhae ahjumma, temanku tak bermaksud membuatmu sedih,” ucap Kyuhyun.
“Ya, Ryeowook memang
sudah meninggal akibat pria kurang ajar itu, ia membunuh dengan teganya
Ryeowook, padahal Ryeowook tidak salah apa-apa,” jelas wanita tua itu dengan
wajah garangnya, tak lama air matapun menetes di pipinya. Aku masih tetap tidak
percaya.
“Jika boleh kami tahu,
siapa yang membunuh Ryeowook?” kali ini giliran Kyuhyun yang bertanya.
“Dia bernama~~ Lee
Donghae. Dialah yang membunuh Ryeowook. Pria tidak bertanggung jawab itu
seharusnya sudah dihukum MATI!” tegas wanita itu dengan wajah yang sangat
kesal.
“MWO!! Lee Donghae!” ucapku dengan sangat shock. Aku benar-benar
tidak bisa mempercayai cerita ini semua. Pikiranku pun kini sudak tak karuan.
“Kau mengenalnya hyung?” tanya Kyuhyun.
“Ya dia itu teman
sekelasku,” ucapku dengan suara yang lemas, aku tak mampu berkata apapun lagi,
aku benar-benar shock.
“MWO! KAU MENGENAL PRIA ITU! BAWA PRIA ITU KE HADAPANKU” tegas
wanita itu dan tiba-tiba saja ia langsung menarik kerah baju kemejaku.
“TANGKAP DIA! DAN
BUNUH DIA! IA ORANG YANG MENYEBABKAN RYEOWOOK MENINGGAL!” wanita tua itu terus
berteriak sambil terus mencengkram kerah kemejaku. Tak lama ia pun melepaskan
cengkeremannya dan ia langsung menangis terisak-isak.
“TIDAK!! AKU TIDAK
PERCAYA DENGAN CERITA BOHONG INI! Teriakku dan aku langsung pergi meninggalkan
tempat tersebut. Kyuhyun pun langsung mengikutiku pergi.
“Hyung, kau mau kemana?” tanya Kyuhyun yang terus saja mengikutiku
berjalan.
“Aku kan cari Ryeowook
sampai dapat
“Hyung
kau mau cari kemana?” tanya Kyuhyun.
“Entah, aku masih tak
percaya dengan omongan tadi,” ucapku dengan langkah gontai sambil duduk di
trotoar jalan.
“Kau masih tidak
percaya hyung?”
“Entahlah, aku bingung
aku harus percaya atau tidak.”
“Sudahlah hyung, lebih baik kita pulang, dan kita
lanjutkan besok saja,” ucap Kyuhyun yang menenangkan pikiranku. Akhirnya aku
dan Kyuhyun pun pulang. Sungguh, aku memang belum mengerti tentang ini semua.
Walaupun aku belum lama mengenal Ryeowook, tapi aku sudah sangat mencintainya
KRINGGG~~KRINGGGG~~KRINGGGG
Akupun terbangun dari
tempat tidur, ketika mendengar ponselku berbunyi, kulihat nomor ponsel yang
tidak ku kenal, tanpa pikir panjang aku langsung mengangkat ponselku.
“Halo?” ucapku. Tidak
ada yang menyahut, suasana di telpon terdengar hening. Tiba-tiba terdengarlah
bunyi aneh.
Kresekkk~~Kresekkk
“Halo? Siapa disana?”
ucapku. Namun tetap saja tidak ada yang menyahut.
Kresekk~~Kresekkk
“Halo? Siapa ini?
Tolong jangan main-main?” tegasku, karena tidak ada yang menyahut, aku berniat
untuk mematikan teleponnya, aku mendengar suara wanita yang tidak asing bagiku.
“Oppa, ini aku Ryeowook,”
benar saja dugaanku suara wanita ini memang sangat ku kenal.
“Ryeowook~~ kau ada
dimana? Mengapa kau tidak pernah menemuiku lagi? Aku sangat merindukanmu~~”
ucapku dengan penuh semangat. Jelas saja aku sangat semangat teleponan
dengannya, karena aku bisa mendengar suaranya lagi.
'Hiks..hiks..hiks'
“Chagi, mengapa kau menangis?” ucapku yang bingung karena tiba-tiba
saja Ryeowook menangis.
“Oppa tolong maafkan aku. Aku sudah datang dalam kehidupanmu yang
seharusnya aku tak melakukan itu, aku sangat mencintaimu, tapi apa boleh buat
semua telah terjadi, sebentar lagi kau akan mengetahui semuanya,” jelas
Ryeowook yang masih terisak dalam tangisannya.
“Kau bicara apa? Apa
maksudmu?” ucapku yang semakin bingung. Tiba-tiba telepon terputus begitu saja.
Aku mencoba menelpon balik, tapi nomornya sudah tidak aktif.
“Ya Tuhan~~ sebenarnya
ia kenapa?” lirihku.
Seperti biasa,
sepulang kuliah, aku selalu menunggu bis di halte dan aku berharap semoga saja Ryeowook ada
disana. Ternyata dugaanku salah, tidak ada siapapun di halter tersebut, aku
benar-benar ingin sekali bertermu dengannya. Akhirnya akupun termenung sembari
duduk di bangku halte tersebut.
“Ehemmm~~ bolehkah aku
menemanimu tuan?” tanya seseorang dan sepertinya suara wanita. Aku tak menoleh,
siapa yang telah berbica padaku, aku tetap saja menunduk dengan berbagai
pikiran yang menumpuk di otakku.
“Maaf tinggalkan
aku sendiri noona,” ucapku dengan tidak
memperdulikan wajah wanita tersebut, tapi aku seperti mengenal suara ini dan
aku sering mendengar suara ini, suara lembut seorang wanita, tapi apa peduliku,
pikiranku sedang kacau, aku tak bisa berpikir dengan jernih saat ini.
“Benarkah?” ucap suara
wanita itu lagi dan kini aku merasakan tubuh wanita tersebut ada sudah dekat
denganku. Benar saja, kini wanita tersebut sudah duduk tepat disampingku. Aku
masih belum menyadari wanita tersebut, karena aku masih terlalu sibuk dengan
pikiranku.
“Benarkah kau tidak
merindukanku?” ucap wanita itu lagi. Kali ini aku memberanikan untuk melihat
wajah wanita tersebut. Akupun menolah tanpa ragu-ragu.
“Haa~~ R-ryeowook?”
ucapku terbata-bata. Aku melihat seorang gadis cantik dengan senyumannya yang
mengembang dan tak lain gadis itu adalah Ryeowook, gadis yang sangat ku
rindukan. Tanpa pikir panjang aku langsung memeluk tubuhnya yang dingin dengan
sangat erat, bahkan aku tak ingin melepaskan pelukan itu.
“Chagiya, kau kemana saja? Aku mencarimu, kenapa kau menghilang
tiba-tiba?” ucapku sambil mengatur nafasku yang sedikit terengah-engah.
Ryeowook tidak menjawabnya. Aku terus memeluknya meskipun kini aku merasakan
tubuhnya yang sangat dingin, aku tidak peduli, yang ada dipikiranku sekarang,
aku tak ingin kehilangan dia untuk yang kedua kalinya.
Di tengah suasana yang
hening, akhirnya Ryeowook mau membuka suaranya.
“Mianhae oppa karena aku membuatmu khawatir,” ucap Ryeowook dengan
suaranya yang lembut.
Akupun melepaskan
pelukanku dan langsung mendekatkan wajahku ke wajahnya.
“Tapi mengapa kau
menghilang? Kau tahu, setiap hari aku mencari-carimu,” ucapku sambil mengelus
pipi Ryeowook. ryeowook kembali tidak menjawab pertanyaanku. Ryeowook menunduk
dan raut wajahnya berubah. Aku yakin pasti ada sesuatu yag disembunyikan
dariku.
“Ada apa chagi? Aku tahu kamu menyembunyikan
sesuatu,” ucapku. Namun, Ryeowook hanya menggeleng. Aku tidak memaksakan dia
untuk menjelaskannya padaku, yang terpenting kini Ryeowook berada di sampingku
lagi.
“Sudahlah lupakan
saja,” ucapku sembari memeluknya lagi dan kini kepalanya sudah mendekap di
dadaku. Kurasakan hangatnya air yang bersemayam di bajuku dan ternyata air mata
Ryeowook terjatuh di bajuku, ia terus terisak dalam dekapanku.
“Waeyo chagi? Mengapa kau menangis? Mianhae, jika kata-kataku menyakitimu.”
“Aniya oppa.. seharusnya aku yang meminta maaf padamu, hiks.. hiks.”
“Chagiya jangan menangis, aku tak ingin melihat kamu menangis,”
ucapku sembari mengelus rambutnya. Tak lama Ryeowook langsung melepaskan
dekapannya. Ia memandangiku dengan rasa penuh penyesalan.
Akupun bingung saat
dia memandangiku seperti itu. “Ehh~~ Ada
apa?” ucapku yang bingung.
“Ahh~~ tidak,” ucap
Ryeowook dengan gugup dan ia pun langsung menundukkan kepalanya lagi. Aku
menarik dagunya untuk menatap wajahku.
“Saranghae~~ jangan tinggalkan
aku lagi ya,”
CUUUPP~~~
Akupun mencium bibir
Ryeowook dengan sangat lembut, ia pun membalas ciumanku dengan hangat dan juga
lembut. Kurasakan bibirnya yang kaku dan dingin. Kini aku tidak hanya menciumnya tapi melumat bibir
Ryeowook sampai ia merasa hangat, begitu juga dengan Ryeowook ia selalu
membalas apa yang kulakukan padanya.
Donghae POV
“Donghae
kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu… tolong akui semua perbuatanmu.”
“HUUWAAAAAA~~~~~”
teriakku. Jantungku berdetak cepat, napaskupun kian memburu sampai-sampai aku
kesulitan untuk mengatur alur napasku yang begitu cepat. Keringatku terus
mengalir dengan derasnya ke baju piama yang ku kenakan. Segera kuambil segelas
air yang ada di atas meja dekat tempat tidurku. Tak lama aku sudah merasa lebih
tenang. Napasku yang kian memburu, kini sudah dapat diatur dengan baik.
“Sial~~ aku mendengar
suara itu lagi.” Desahku.
“Chagiya, kenapa dengan matamu?” tanya seorang yeoja yang berada disampingku, yang tak lain adalah kekasihku.
“Ahh~~ memangnya ada
apa?
“Lingkarang matamu
kenapa kelihatan tampak hitam? Kau begadang ya?”
“Tidaak~~ semalam aku
tidak bisa tidur.”
Tiba-tiba saja dua
orang namja menghampiriku, ia adalah
Yesung dan Kyuhyun. Aku melihat tatapan yang sangat mengerikan dari mata
Yesung, entah apa yang ia pikirkan sampai-sampai ia menatapku seperti itu.
“Donghae, aku ingin
bicara denganmu?” ucap Yesung sambil menarik bajuku.
“Hei hyung~~ biasa saja, tidak usah menarik
bajuku begitu,” gerutuku kesal, berani-beraninya ia menarik bajuku.
“Chagi, aku pergi sebentar ya,” ucapku sembari mencium sekilas
kening kekasihku.
“Jangan lama-lama,”
balas kekasihku. Akhirnya aku pergi bersamaYesung dan Kyuhyun.
BRUUKKK~~~
“Aduuhh… hei hyung~~ ada apa denganmu? Kenapa kau
mendorongku? Apa masalahku padamu?” tegasku. Yesung hanya tersenyum menyeringai
padaku.
“Jawab pertanyaanku dengan
jujur!” tegas Yesung.
“Apa!” ucapku yang
menantanginya.
“Kau kenal dengan
gadis yang bernama Kim Ryeowook?” tanya Yesung dengan tatapan yang benar-benar
sangat tajam, seperti menatap mangsa yang ingin diterkam.
“Hah? Siapa kau
bilang? Kim Ryeowook?” ucapku terbata-bata yang berpura-pura tidak tahu
“Iya kau mengenalnya
kan?” tanya Yesung lagi.
Akupun terkekeh.
“Siapa gadis itu? Aku tidak mengenalnya,” ucapku santai.
Kali ini Yesung
menarik kerah kemejaku dengan keras dan menatapku dengan penuh kegarangan.“Benarkah?”
“I-iya… kau tidak
percaya hyung? Sungguh aku tidak
berbohong?” ucapku dengan raut wajah yang meyakinkan.
“Benarkah?!!” ucap
Yesung dengan nada yang lebih tinggi.
“Hyung sebaiknya kau jujur saja, kita hanya ingin tahu yang
sebenarnya,” timpal Kyuhyun.
“Jujur? Memang aku
berbuat apa?” tegasku dengan nada yang sinis.
“Sekali lagi jawab
pertanyaanku!! Apa hubunganmu dengan Ryeowook?!!” tegas Yesung lagi sambil
mengencangkan cengkeraman di kerah kemejaku.
“AKU TIDAK TAHU!! APA
KALIMAT ITU BELUM CUKUP, HAH!! AKU TIDAK MENGENAL YANG NAMANYA KIM RYEOWOOK!!”
kali ini aku berteriak dengan nada yang cukup melengking didengar. Tak lama
Yesung melepaskan cengkeraman tangannya di kerah kemejaku.
“Semoga yang kau
katakan itu benar, kalau tidak aku akan terus mengejar-ngejarmu!!” ucap Yesung
sambil tersenyum meneyeringai. Yesung dan Kyuhyun langsung pergi meninggalkan
Donghae.
Akupun bergumam.
“Gawat! Apa hubungan dia dengan Ryeowook?”
Tak lama aku langsung pergi untuk menenangkan pikiranku, aku tidak mau
menemui kekasihku dulu, dia tidak boleh tahu tentang hal ini.
Pikiranku kacau,
perasaanku gelisah. Aku terus memikirkan tentang Ryeowook, aku takut semua
orang akan tahu perbuatanku terhadapnya. Tiba-tiba suara tersebut terdengar
lagi di telingaku.
“Donghae
sudah waktunya kau mempertanggungjawabkan perbuatanmu. Kau tahu aku menderita
disini. Aku akan selalu mengejarmu dengan perbuatan yang telah kau lakukan
padaku, aku hanya ingin kau mengakuinya.”
“AAAAAAA!! DIAM KAU!
DASAR BERENGSEK! AKU TIDAK AKAN MENGAKUINYA!!” teriakku dengan histeris sambil
menutup kedua telingaku dengan telapak tangan. Kini aku seperti orang yang
ketakutan dengan sebuah kematian. Wajah Ryeowook dan perbuatanku terhadapnya
terus terngiang di kepalaku.
“Sial!! Kenapa aku
memikirkannnya lagi?!!” kini rasanya kepalaku berisi tentang memori-memori
kejahatanku terhadap Ryeowook, aku tidak bisa menghentikan pikiranku ini,
pikiranku benar-benar kacau. Akupun langsung bangkit dari rasa ketakutanku, aku
segera mengambil kunci mobil dan aku segera pergi. Aku langsung masuk ke dalam
mobil , segera kukendarai mobilku ini dengan kecepatan penuh, aku ingin
meninggalkan kota ini. Aku ingin meninggalkan semua masa lalu yang terus
terngiang di kepalaku.
CIIITTTTTT~~~~
Aku menghentikan
mobilku secara tiba-tiba, aku melihat seperti bayangan melintas didepan
mobilku. Aku langung keluar dari mobil, untuk memastikan bayangan yang kulihat
tadi. Ternyata tidak ada apa-apa. Ketika aku ingin kembali ke mobil, aku
dihadang oleh gadis cantik, berambut hitam terurai dan mengenakan dress putih. Akupun langsung
membelalakkan kedua mataku, ternyata gadis yang dihadapanku sekarang adalah
gadis yang dulu sangat aku cintai sampai-sampai aku harus membunuhnya. Ya,
dialah Ryeowook yang tengah berdiri tepat didepanku.
“R-ryeowook,” ucapku
dengan bibir yang bergetar.
“Kau masih mengingatku
oppa?” lirih Ryeowook sembari
meneteskan butiran-butiran airmata yang menetes di pipinya. Aku tak kuasa
berbicara sepatah katapun, rasanya kini bibirnya telah terkunci.
“Tenang saja oppa aku tidak akan membunuhmu seperti
yang kau lakukan padaku, tapi aku hanya ingin kau mengakui semua perbuatanmu,
hanya itu yang ku mau,” ucapnya.
“TIDAAKKK!! AKU TAK
AKAN MENGAKUINYA! TOLONG JANGAN GANGGU HIDUPKU, KAU HANYA MASA LALUKU,” ucapku.
Tubuhku melemas, akupun langsung jatuh ke permukaan jalan. Kini airmata telah
membanjiri pipiku.
“Aku akan pergi
tenang, jika kau mau mengakui semuanya. Tolong aku juga sangat menderita
disini, aku berjanji tidak akan mengganggu hidupmu lagi. Hiks..hiks.”
Bunyi derum mesin
terdengar di telingaku, akupun segera menoleh kea rah bunyi tersebut. Aku
terkejut melihat seorang namja yang sudah tak asing bagiku, dia adalah Yesung,
aku tak tahu, bagaimana ia bisa ada disini.
Aku langsung berdiri
dan mentap wajah Yesung. “Yesung hyung, kenapa kau ada disini?”
“Ryeowook yang memberi
tahuku,” balas Yesung.
Akupun segera
mendekati Yesung dan akupun langsung sujud dihadapannya. “Tolong jangan tangkap
aku,” lirihkku sambil memegangi kaki Yesung.
“Sudahlah, lebih baik
kau akui perbuatanmu. Aku sudah mengetahui semuanya,” ucap Yesung.
Donghae POV end
Flashback POV
Sebuah
motor besar yang dikendarai seorang namja
bernama Donghae, menghampiri seorang gadis yang tengah berjalan dan tak
lain gadis itu adalah Ryeowook, kekasih Donghae. “Chagiya, ayo pulang.”
Ryeowook
pun menoleh. “Oppa~~” ucap Ryeowook
sambil mengembangkan senyumannya.
“Aku
antar pulang ya?” ajak Donghae. Ryeowook pun hanya mengangguk dan langsung naik
ke aats motor tersebut. Mereka bergoncengan dengan sangat mesra. Ryeowook
terlihat mencengkeram pinggang Donghae dengan erat. Bahkan sesekali mereka juga
tertawa-tawa membicarakan sesuatu.
“Nah~~
sudah sampai,” ucap Donghae.
“Terima
kasih ya sudah mengantarku pulang,” balas Ryeowook. “Aku masuk dulu ya. Sampai
jumpa besok.” Donghae hanya tersenyum
sambil melambaikan tangannya, Ryeowook pun membalas lambaian tangannya. Tak
lama Donghae langsung pergi.
“Donghae
oppa~~” panggil seorang yeoja berambut pirang panjang. Ia adalah
Eunhyuk, tetangga Donghae dan juga teman sekelasnya.
“Ehh
kamu Eunhyuk. Waeyo?”
“Malam
nanti ada acara tidak? Aku ingin mengajakmu ke pesta ulang tahun temanku?”
“Hemm
boleh~~ jam berapa?”
“Sekitar
jam 7.”
“Yasudah
nanti aku jemput di rumahmu ya. Kalau
begitu aku pulang duluan,” ucap Donghae
dan ia pun langsung mengeluarkan motornya yang ada di tempat parkir,
sementara itu Eunhyuk masih ada disitu. Ia terus memandanngi wajah Donghae
sambil senyum-senyum sendiri. Donghae yang menyadari hal itu langsung terkekeh.
Eunhyuk yang melihatnya langsung tertunduk malu, wajahnya menjadi merah padam.
Kini diapun menjadi salah tingkah.
“Oppa aku kesana dulu ya, sampai jumpa
nanti malam,” ucap Eunhyuk dengan terburu-buru dan ia pun langsug pergi.
Donghae yang melihatnya hanya senyum-senyum saja. Seperti biasa ia selalu
mengantarkan Ryeowook pulang.
“Hemmm~~
oppa nanti malam kita makan malam
diluar ya?” ajak Ryeowook dengan mengembangkan senyumannya. Ia berharap Donghae
mau menerima ajakannya
“Mianhae chagiya nanti malam aku ada
acara, lain kali saja ya?” ternyata dugaan Ryeowook salah, Donghae menolaknya
dikarenakan acara yang ia miliki. Ia tidak bilang jika nanti malam ia punya
acara dengan Eunhyuk. Senyum Ryeowook yang tadinya merekah, kini langsung pudar
bersamaan dengan rasa kecewanya, tapi ia memakluminya.
“Yasudah,”
ucap Ryeowook tanpa ekspresi.
“Kau
tidak marah kan chagi?”
“Tidak
kok,” Ryeowook kembali merekahkan senyumannya untuk menutupi hatinya yang
sedang kecewa.
“Chagi aku pulang dulu ya?” Setelah itu
Donghae langsung pergi, ia terlihat seperti orang yang sedang buru-buru.
Ryeowook masuk ke dalam rumah tanpa sebuah ekspresi.
Di
sisi lain Donghae sedang bersenang-senang bersama Eunhyuk, bahkan sekarang ini
di pikirannya tidak terlintas Ryeowook sedikitpun, ia terus fokus dalam pesta
yang sedang ia hadiri. Usai pesta selesai, Donghae mengantar Eunhyuk pulang.
“Oppa~~ makasih karena kau telah
menemaniku ke pesta ulang tahun temanku,” ucap Eunhyuk sembari tersenyum.
“Iya..”
tiba-tiba ponsel Donghae berbunyi. Ia segera mengeluarkan ponsel yang ada di
dalam saku celana jeans-nya. Ia melihat Ryeowook sedang menelponnya dalam
screen biru yang menyala tersebut. Tanpa pikir panjang Donghae laangsung
mematikan panggilan dari Ryeowook.
“Siapa?”
tanya Eunhyuk.
“Tidak
penting~~ sudahlah, ayo kita pulang,” ucap Donghae.
Sementara
itu Ryeowook benar-benar sangat gelisah. Ia tahu Donghae tidak pernah mematikan
teleponnya darinya meskipun dia sedang sibuk. Ia mulai merasa ada keganjilan
dalam diri Donghae.
“Kemarin
kau kemana?” tanya Ryeowook dan spontan membuat Donghae yang sedang membaca
buku menjadi kaget.
“Chagi? Waeyo?” tanya Donghae dengan
ekspresi tanpa rasa bersalah.
“Kenapa
kau mematikan telepon dariku?” Donghae
langsung bangkit dari duduknya dan ia menatap Ryeowook.
“Chagi~~ aku sedang sibuk semalam,”
jawabnya dengan santai.
“DONGHAE
OPPA!!” panggil seorang yeoja darri kejauhan dan ternyata itu adalah Eunhyuk.
“Chagi mianhae aku mau mengurusi urusanku
dulu, sampai jumpa nanti,” ucap Donghae dengan terburu-buru sambil mencium pipi
Ryeowook sekilas. Ryeowook tidak bisa berbuat apa-apa,ia hanya bisa menghela
napas dalam-dalam melihat kejadian tadi.
Setiap
malam Ryeowook selalu mengirim pesan dan selalu menelpon Donghae, tapi sia-sia.
Pesannya tidak pernah dibalas dan telponnya juga tidak pernah diangkat.
Ryeowook sangat sedih dan kini hatinya pasti terasa sangat sakit. Apalagi ia
sering melihat Donghae berjalan dengan gadis lain. Ia tidak mampu berbuat
apa-apa karena ia terlalu mencintai Donghae.
Ryeowook
duduk di bangku halaman belakang tempat kuliahnya, disana ia termenung
memikirkan Donghae. Tiba-tiba seorang namja
melihat Ryeowook yang duduk sendiri, ia adalah adik kelas Ryeowook dan juga
tetangganya, ia juga dekat dengan ryeowook. Tak lama ia segera menghampiri
Ryeowook.
“Hei~~
melamun saja,” ucap namja tersebut
sambil menepuk pundaknya.
“Ahh~~
Kyuhyun,” kedatangan Kyuhyun membuat
lamunannya membuyar.
Kyuhyun
segera duduk disampingnya. “Kau kenapa? Aku lihat kau melamun dari tadi.”
“Ahh~~
tidak ada apa-apa,” jawab Ryeowook sembari tersenyum. Ternyata kedekatan
Kyuhyun dan Ryeowook sedang diawasi oleh Donghae, ia tak sengaja melihat dari
kejauhan. Ia terlihat sangat kesal karena melihat kekasihnya dekat dengan pria
lain. Tanpa pikir panjang, ia segera menghampiri Ryeowook.
“Chagiya apa yang kau lakukan disini! Aku
mencarimu dari tadi! Ayo pulang!” ucap Donghae sinis sambil menarik tangan
Ryeowook dengan keras.
“Awww…
oppa sakit,” rintih Ryeowook.
“Hey
bung! Jangan kasar pada wanita!” tegas Kyuhyun sambil menatap Donghae dengan
tajam. Donghae mndorong tubuh Kyuhyun dan hampir saja terjatuh. “Kau tak usah
ikut campur.”
“Oppa sudahlah,” lirih Ryeowook. Donghae
langsung menarik Ryeowook dan mereka langsung pergi meninggalkan Kyuhyun.
“Lepaskan
aku!” Ryeowook pun memberontak dan
berusaha melepaskan cengkeraman tangan Donghae. “Kenapa kau bersikap begitu?
Dia temanku!” tegas Ryeowook.
“Aku
tidak suka kau dekat-dekat dengan pria lain!” tegas Donghae. Ia pun kembali
menarik tangan Ryeowook dan memasukkannya secara paksa ke dalam mobilnya.
“Kita
mau kemana?” tanya Ryeowook yang mulai panik. Donghae tidak menjawab, ia
langsung menancap pedal gas mobilnya.
“OPPA TURUNKAN AKU!!” bentak Ryeowook.
dongahe tidak peduli, ia terus saja menyetir mobilnya dengan mengebut. Wajah
Ryeowook kini terlihat sangat panik, ia takut Donghae berbuat sesuatu padanya.
“OPPA TURUNKAN AKU!!” bentak Ryeowook
lagi. Donghae segera memberhentikan mobilnya dengan mendadak. Dahi Ryeowook
terbentur kaca mobil Donghae. “Aduuhhh..” rintih Ryeowook. Donghae segera turun
dari mobilnya dan ia langsung menarik paksa Ryeowook untuk keluar.
“Oppa apa yang akan kau lakukan?!” tegas
Ryeowook yang kini sudah tak berdaya. Ia benar-benar panik dan tak tahu apa
yang harus ia lakukan. Ia melihat Dongahe, bukanlah seorang Donghae yang dulu
ia kenal, kini ia terlihat bengis dan kasar.
“TEGANYA
KAU MENYAKITI HATIKU!! KAU TAHU AKU SANGAT SAYANG PADAMU!!” teriak Donghae dan
teriakkan Donghae itu membuat Ryeowook sangat ketakutan.
PLAAAKKKKK~~~
Sebuah
tamparan dari tangan Ryeowook mendarat di pipi Donghae.
“Apa?
Aku menyakitimu? Kau yang terus menyakiti hatiku! Bahkan kau tidak pernah
peduli dengan perasaanku!!” tegas Ryeowook. Kini Donghae terlihat sangat marah,
karena Ryeowook sudah berani menamparnya. Donghae menatap Ryeowook sangat tajam
bahkan seperti tatapan kebencian. Ryeowook terlihat sangat ketakutan, bibirnya
bergetar, badannya melemas. Ia tak tahu harus berbuat apa lagi.
BRUUUKKKKK~~~
Tiba-tiba
Donghae memukul kepala Ryeowook dengan batu besar yang sudah ia genggam dari
tadi, ia memukul kepala Ryeowook hingga berdarah. Ryeowook pun terjatuh
tersungkur ke tanah.
“Oppa kau tega sekali…” rintih Ryeowook
yang menahan rasa sakitnya. Tanpa rasa kasihan Donghae kembali memukul kepala
Ryeowook berkali-kali, kali ini ia benar-benar hilang kendali. Ryeowook pun
terbaring di tanah, kepalanya terus mengalir darah segar. Tiba-tiba tubuh
Donghae melemas dan bergemetar, ia tak
menyangka melakukan hal itu pada kekasih yang sangat ia cintai. Ia terjatuh ke
tanah dengan lemas. Ia memeriksa nadi Ryeowook dan ternyata sudah tidak
berdetak. Donghae langsung terlihat panik. Tanpa pikir panjang ia
memasukkan jasad Ryeowook ke dalam
mobilnya. Ia tak tahu harus di apakan tubuh Ryeowook yang tergolek bersimbah
darah tersebut. Di tengah perjalanan ia di hadang oleh hujan yang sangat deras.
Ia pun segera berhenti de sebuah halte bis, saat itu, kondisi di halte sedang
sepi, tidak ada seorangpun yang melintas. Tanpa rasa bersalah ia segera membuang
jasad Ryeowook ke semak-semak yang ada di belakang halte tersebut. Jatungnya
berdegup kencang karena ia tak pernah melakukan hal ini sebelumnya. Ia langsung
berlari ke mobil dan ia pun langsung pergi.
Flashback
POV end
“Aku
tidak menyangka kau berbuat sekeji itu pada Ryeowook!!” tegasku.
“Tolong
maafkan aku hyung,” Donghae terus
memohon padanya.
“Oppa kau harus mempertanggungjawabkannya
atau kau akan mati!!” ancam Ryeowook. Donghae langsung berdiri dan ia langsung
kabur. Ryeowook langsung terbang untuk mengejarnya, Yesung pun menyusul, ia
langsung masuk ke dalam mobil. Donghae begitu sangat ketakutan melihat hantu
Ryeowook yang terus mengejarnya. Ia terus berlari sampai akhirmya ia tidak
menyadari ada sebuah truk besar di hadapannya.
“OPPA AWAS!!” teriak Ryeowook yang
langsung berhenti mengejar Donghae.
BRUUUKKKKK~~~~
Tubuh
Donghae terpental sejauh 1 meter dari tempat tersebut, kepalanya membentur
trotoar jalan, sampai-sampai kepalanya pecah dan mengeluarkan darah yang sangat
banyak. Ryeowook tak sanggup melihatnya, ia langsung terisak dalam tangisannya.
Aku segera tiba disana dan aku langsung menghampiri tubuh Donghae yang
dikerumuni banyak orang. Saat aku ingin membawanya ke rumah sakit, napas
Donghae sudah tidak ada lagi. aku hanya terdiam dan tak berkata apapun.
Ryeowook
terlihat sangat menyesal, padahal ia tak ingin Donghae mati. Ia hanya ingin Donghae
mengakui semua dan mempertanggungjawabkannya.
“Ryeowook~~
apa kau akan meninggalkanku lagi?” tanyaku sembari memeluk tubuh Ryeowook dari
belakang. Ryeowook segera melepaskan pelukanku dan berbalik menghadapnya.
“Oppa, kehidupanku bukan disini. Aku tak
seharusnya datang dalam hidupmu, aku sangat menyesal,” ucap Ryeowook, ia
punmenangis. Aku yang melihatnya
langsung memeluknya.
“Saranghae.”
“Nado saranghae oppa,” lirih Ryeowook dalam
tangisannya.
“Aku
tak peduli kau hantu atau manusia. Aku akan tetap mencintaimu,” ucapku yang
terus mengeratkan pelukannya.
Ryeowook
segera melepaskan pelukan Yesung. “Iya, tapi aku akan segera kembali ke duniaku
dan aku sudah merasa tenang sekarang,” ucap Ryeowook sembari merekahkan
senyumannya. Tak lama Ryeowook telah pergi menghilang. Tanpa disadari airmataku
sudah membanjiri pipiku. Aku yakin kini ia sudah tenang disana, meskipun
pertemuanku dengannya bisa dibilang sangat singkat aku akan selalu mengingat
dan mendoakan dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar