Author
: Nurdiani Soffa
Cast
: YeWook, Leeteuk, HanChul
Genre:
Angst/Romance
Rating
: T
Di sebuah rumah sakit,
terlihat seorang namja bernama Kim Yesung sedang merenung di atas tempat tidurnya.
Hampir setiap hari ia seperti ini, ia menghabiskan waktunya hanya untuk
meratapi penyakit yang sedang ia derita saat ini.
“Waktunya makan siang
tuan,tuan harus makan agar cepat sembuh,” ucap seorang wanita yang tak lain
adalah pembantu Kim Yesung,ia bernama Leeteuk. Wanita ini sudah lama bekerja di
rumah Kim Yesung,ia sangat menyayangi Yesung dan begitu pula seballiknya, bahkan wanita ini
menganggap Yesung sebagai anaknya sendiri, karena sejak kecil Yesung sudah
sangat dekat dengannya.
“Aku tidak mau makan,”
ucap seorang namja yang tak lain
adalah Yesung.Namja yang kini hanya bisa terbaring lemah di tempat tidurnya.
“Ayo makanlah
sedikit,agar kau cepat sembuh,” ucap Leeteuk yang terus membujuk Yesung agar
mau makan tetapi tetap saja Yesung tidak memperdulikannya.
“Dimana appa dan
umma?”tanya Yesung dengan serius.
“Mereka pergi ke
Jepang selama satu minggu,” jawab Leeteuk.
“Sudah kuduga itu,
mereka tidak pernah memperdulikanku,bahkan aku yang sakit separah ini saja,
mereka masih bisa bersenang-senang mengurusi pekerjaan mereka
masing-masing,” ucap Yesung. Selama ia
sakit orang tuanya sangat jarang untuk menjenguknya bahkan orang tuanya lebih
sering menghabiskan waktunya di luar negeri, inilah yang membuat Yesung
merenung setiap hari.
“Sudahlah tuan,ku
mohon jangan berkata seperti itu lagi,mereka menyayangimu,” ucap Leeteuk dan ia
pun langsung memeluk Yesung sambil meneteskan air mata.
“Mengapa bukan kau
saja yang menjadi orang tuaku?Mengapa aku harus memiliki orang tua seperti
mereka? Apa salahku?” ucap Yesung dan ia pun langsung meneteskan air matanya
karena ia sudak tak kuat lagi menahannya.Leeteuk pun terus memeluk Yesung
dengan erat dan tanpa mengucapkan satu kata pun.
Setelah itu Leeteuk
keluar dari ruangan Yesung,ia keluar masih dalam keadaan sedih,ia sedih melihat
keadaan Yesung yang seperti itu.
“Ahjumma!” teriak Ryeowook, seorang namja mungil yang berparas manis
berlari menghampiri Leeteuk . Leeteuk
adalahahjumma Ryeowook.
“Rupanya kau Wookie,” ucap
Leeteuk sambil menutup pintu.
“Lho yang didalam itu
siapa ahjumma?,” tanya Ryeowook,.Saat
ia menghampiri ahjumma nya dan dia
melihat seorang namja sedang duduk di
atas tempat tidurnya.
“Oh itu majikanku,Wookie.
Oh ya apa yang kau lakukan disini ?” ucap Leeteuk.
“Aku sedang menjenguk umma,” jawab Ryeowook.
“Bagaimana keadaannya umma-mu?Apa ada kemajuan?” ucap Leeteuk
yang begitu menghawatirkan umma-nya
Ryeowook.
“Saat ini belum
terlihat tanda-tanda tentang kemajuan umma,”
ucap Ryeowook dengan menunjukkan raut wajahnya yang sedih.
“Wookie,jangan sedih
seperti itu,percayalah umma-mu pasti
akan sembuh,” ucap Leeteuk yang berusaha menenangkan pikiran Ryeowook yang sedih.
Dan Ryeowook pun hanya mengangguk.
“Yasudah,aku tak bisa
berlama-lama,aku harus pulang,” ucap Leeteuk.
“Baiklah ahjumma,hati-hati di jalan ya,” ucap
Ryeowook dan Leeteuk pun langsung pergi.
Sementara itu dia
masih memikirkan tentang namja yang
ia lihat tadi, ia ingin menemuinya tapi
ia masih ragu,ia bingung apa yang harus ia katakan. Dan kini Ryeowook masih
berdiri di depan pintu ruangan Yesung.
“Masuk tidak ya?”
gumam Ryeowook,ia ingin masuk ke ruangan itu,tapi ia masih ragu, lalu ia
putuskan untuk masuk ke ruangan tersebut.
TOK … TOK.. TOK~~~~
“Masuklah,” ucap
Yesung nada suara yang datar.
“Emmm..Mian,bolehkah aku masuk? Tanya Ryeowook.
“Ne,” ucap Yesung yang
masih dalam keadaanya yang termenung, lalu setelah Ryeowook melangkahkan
kakinya untuk masuk ke dalam, Yesung langsung menoleh ke arahnya.
“Heh, siapa kau ? Ada
urusan apa denganku?” ucap Yesung,dengan sikap yang agak dingin dan datar.
“Perkenalkan aku Kim
Ryeowook, kau bisa memanggilku Wookie,” ucap Ryeowook sambil tersenyum dan
membungkukan badannya.
“Lalu,kenapa kau bisa
datang kesini?” tanya Yesung dengan wajah serius.
“Tadi saat ahjumma-ku
keluar dari ruangan ini,aku melihat kau
sedang termenung di atas tempat tidurmu,jadi aku hanya ingin berkenalan
denganmu,boleh kan ?” jawab Ryeowook dengan wajah polosnya.
“Apa kau keponakan
Leeteuk ahjumma?”tanya Yesung lagi.
“Ne kau benar sekali,” jawab Ryeowook dengan wajah
innocentnya.Yesung kemudian kembali pada termenungya.
“Mian namamu siapa?”tanya Ryeowook.
“Apa aku perlu
mengatakan namaku?” ucap Yesung dengan sangat dingin.
“Tentu, ayolah
katakana siapa namamu?” ucap Ryeowook yang terus membujuk Yesung untuk
mengatakan namanya. Yesung pun kembali menengok ke arah Ryeowook dan ia menatap
Ryeowook dengan sangat dingin dan tanpa ekspresi. Hal ini tentu saja membuat
Ryeowook menjadi serba salah, ia takut jika Yesung tidak suka melihat Ryeowook
ada disana.
“Aku Kim Yesung,”
jawab Yesung singkat.
“Baiklah,kalau begitu
aku boleh kan memanggilmu Yesung hyung?” tanya Ryeowook lagi dengan wajah
innocent,ia terus melakukan cara untuk mencairkan suasana yang begitu
menegangkan.
“Terserah kau saja,”
ucap Yesung.Ryeowook pun langsung melangkah untuk mendekati Yesung, tapi Yesung
hanya diam saja dan mengacuhkan Ryeowook.
“Apa aku boleh
bertanya sesuatu padamu?” tanya Ryeowook lagi,Yesung pun langsung menoleh ke
hadapan Ryeowook dan menatapnya dengan tatapan yang dingin dan Yesung menghela
napas sejenak.
“Apa?” tanya Yesung
dan Yesung pun masih menatap Ryeowook dengan tatapan yang dingin.
“Mengapa kau sering
termenung? Apa kau memiliki masalah?” tanya Ryeowook dengan wajahnya yang polos.
“Itu bukan urusanmu!”
tegas Yesung dan ia langsung mengabaikan pertanyaan Ryewook tadi.
“Mian, aku hanya ingin tahu dan aku hanya ingin menjadi temanmu,”
ucap Ryeowook sambil menunduk.
“Teman?Kau akan
menderita jika kau memiliki teman sepertiku,” tegas Yesung.
“Mengapa harus
menderita?kau kan berhak mendapatkan teman,” ucap Ryeowook.
“Jika kau tahu tentang
diriku yang sebenarnya, aku pasti tidak akan mau berteman denganku,” jawab
Yesung.
“Apa maksudmu hyung?” tanya Ryeowook yang tidak
mengerti maksud dari perkataan Yesung.
“Lebih kau pergi!Aku
ingin sendiri” tegas Yesung.Ryeowook pun akhirnya pergi meninggalkan Yesung dan
dia masih tidak mengerti maksud dari perkataannya tadi.
“Sebenarnya apa yang
terjadi padanya,” gumam Ryeowook, dia terus memikirkan hal itu dan ia pun
bertanya pada ahjumma-nya, kerena ia
sangat penasaran maksud dari perkataan
Yesung.
“Ahjumma boleh aku bertanya sesuatu padamu?” tanya Ryeowook pada
Leeteuk, saat ini mereka sedang berada di rumah Ryeowook, karena Leeteuk
tinggal bersama Ryeowook.
“Apa Wookie?” tanya
Leeteuk dengan lembut.
“Sebenarnya apa yang
terjadi pada Yesung? Mengapa ia selalu bersikap dingin pada orang?” tanya
Ryeowook.
“Apa? Kau mengenal
Yesung?” tanya Leeteuk yang terkejut ketika ia tahu bahwa Ryeowook muga
mengenalnya.
“Ya, aku baru
mengenalnya tadi pagi.Ahjumma
jelaskan padaku,mengapa ia bersikap seperti itu?” tanya Ryeowook dengan wajah
polosnya. Leeteuk hanya terdiam saat Ryeowook kembali meminta penjelasan
padanya.
“Ahjumma,ayo ceritakan,” ucap Ryeowook dengan manja. Leeteuk hanya
menghela napas dengan dalam dan ia menceritakan semuanya pada Ryeowook.
“Dulu Yesung merupakan
orang yang pandai bergaul,pintar dan juga ramah. Ia bersikap seperti itu saat
belum mengetahui tentang penyakitnya,
tetapi setelah ia mengetahui tentang penyakit yang ia derita saat ini, sifatnya
pun berubah drastis. Kini ia sering murung dan menyendiri,” jelas Leeteuk, ia menjelaskannya dengan
perasaan yang sangat sedih karena mengingat keadaan Yesung sekarang ini.
“Apa penyakitnya parah
ya?” tanya Ryeowook dengan polosnya.
“Ne, penyakitnya bisa dibilang sangat parah,” jelas Leteeuk lagi.
“Memang dia sakit
apa?” tanya Ryeowook lagi dengan rasa yang sangat penasaran. Namun Leeteuk sang
ahjumma Ryeowook tremenung sejenak.
“Dia… mengidap
penyakit…. Kanker hati,” ucap Leeteuk dengan wajah sedihnya dan kini ia tidak
bisa menahan air matanya lagi, air mata pun jatuh ke pipi Leeteuk. Dia menangis
karena mengingat penyakit yang dirasakan Yesung saat ini.Ryeowook yang
mendengar penjelasan itu semua, matanya pun berkaca-kaca.
CKLEKKK~~
“Pagi hyung,” ucap Ryeowook dengan ceria.
“Untuk apa kau datang kesini
lagi?” tanya Yesung dengan ekspresi yang datar dan dingin.
“Aku hanya ingin
menjengukmu,” ucap Ryeowook dengan senyum manisnya dan juga dengan wajah innocent-nya.
“Tinggalkan aku
sendiri,” tegas Yesung.
“Mengapa
begitu?Bukankah kita teman sekarang?” ucap Ryeowook dengan polosnya.Yesung pun
langsung menatap Ryeowook dengan tatapan yang sangat tajam.
“BUKANKAH AKU SUDAH
PERNAH BILANG!KAU AKAN MENDERITA JIKA KAU BERTEMAN DENGANKU!” bentak Yesung.Ryeowook
langsung terkejut ketika Yesung membentaknya.
“Mengapa kau selalu
bilang seperti itu! Apa ini semua karena penyakitmu? Sehingga kau bersikap
dingin seperti ini! Kau juga berhak untuk berteman!” tegas Ryeowook.
“MWO! Kau tahu tentang penyakitku?” tanya Yesung.
“Ya aku sudah
mengetahui semuanya,” jawab Ryeowook. Ketika Ryeowook berkata seperti itu,
Yesung pun langsung menangis.Ryeowook yang melihat Yesung menangis seperti, dia
pun langsung memeluk Yesung.
“Hyung,pertama aku melihatmu aku ingin sekali bisa berkenalan dan
dekat denganmu,aku ingin berteman denganmu,” jelas Ryeowook yang terus memeluk
Yesung, lalu Yesung melepaskan pelukan Ryeowook.
“Aku tidak mau kau
berteman dengan orang yang lemah sepertiku,” lirih Yesung.
“Kau bukanlah orang
yang lemah,bagiku kau itu orang yang kuat, buktinya kau bisa bertahan melawan
penyakitmu,” ucap Ryeowook.Yesung yang mendengar hal itu langsung meneteskan
air mata lagi sambil tersenyum dan Yesung pun langsung memeluk Ryeowook dengan
erat.
Kini hubungan Yesung
dan Ryeowook semakin dekat,bahkan karena hubungan mereka yang terlalu dekat,
mereka tidak terlihat seperti sepasang teman tetapi terlihat seperti sepasang
kekasih.
Kini Ryeowook
menjenguk Yesung,di dalam ruangan hanya ada mereka berdua dan suara candaan
mereka yang sesekali terdengar.
“Hyung,liat deh gambar ini,lucu kan,ini aku yang buat lho,” ucap
Ryeowook dengan bangganya memperlihatkan hasil karyanya gambarnya kepada
Yesung.
“Iya bagus kok,” ucap
Yesung dengan senyumannya yang tipis.
“Wookie,jika suatu
saat nanti aku tidak ada,apakah kau akan masih mencintaiku?” tanya Yesung.
“Kau bicara apa hyung,memangnya kau mau kemana?” tanya
Ryeowook dengan polosnya dan tentu saja wajahnya yang terlihat sangat polos itu
membuat Yesung semakin gemas melihatnya.
“Ahh sudahlah lupakan
saja,” ucap Yesung sambil mengacak-acak rambut Ryeowook.
Yesung
POV
“Tuhan apa yang harus
aku lakukan? Aku merasakan bahwa aku sangat mencintainya, aku tidak ingin
kehilangan dia. Dokter sudah memvonis hidupku yang hanya tersisa dua bulan
lagi,aku tidak mau meninggalkannya Tuhan. Aku mohon berilah aku suatu keajaiban
agar aku bisa terus bersamanya,” batinku.
Aku terus memikirkan
tentang Ryeowook, seorang namja yang
sangat aku cintai,walaupun kini kita hanya berteman tetapi bagiku dia orang
yang sangat istimewa dalam hidupku. Entah apa yang akan terjadi jika aku tidak
ada di sisinya lagi,aku takut ia melupakanku ataupun membenciku karena kau
tidak bisa menemaninya untuk selamanya.
“Tuhan ku mohon
berilah aku kesempatan hidup sekali saja agar aku bisa menemani Ryeowook,aku
sangat mencintainya,” lirihku.
Yesung
POV end
Hari ini kedua orang
tua Yesung datang ke rumah sakit untuk menjenguk Yesung.
“Yesung,umma sangat merindukanmu,” ucap umma Yesung sambil memeluk Yesung tetapi
Yesung menolak pelukan dari sang umma.
“Chagiada apa denganmu?Mengapa kau bersikap seperti ini pada umma?Ucap umma dengan lembut.
“Untuk apa kalian
datang kemari?Bukankah kalian sudah tidak peduli denganku?Ucap Yesung dengan
sinis.
“Yesung~ kau itu
bicara apa? Seharusnya kau senang kami datang kesini,” ucap appa Yesung.
“Aku lebih senang jika
kalian tidak kembali kesini,” ucap Yesung dengan sikap yang dingin.Appa dan umma Yesung hanya terdiam saat Yesung berkata seperti itu.
KRINGGG.. KRINGGG~~
Umma
Yesung menerima telepon dan mereka harus kembali bekerja.Hal ini tentu saja
membuat Yesung semakin kesal karena hanya sebentar mereka bertemu dan kini
orang tuanya harus kembali bekerja lagi.
“Chagi maaf ya kami harus kembali ke kantor,nanti malam kami akan
menjengukmu lagi,” ucap umma Yesung sambil mengecup kening putranya, setelah
itu mereka langsung pergi dan meninggalkan Yesung sendiri lagi. Kedua orang tua
Yesung berkata bahwa mereka akan kembali menjenguk Yesung nanti malam tetapi
setelah Yesung menunggu lama mereka tidak datang. Pada akhirnya Yesung hanya
menangis karena orang tuanya berbohong padanya padahal ia ingin sekali mendapat
perhatian dari kedua orang tuanya.
Keeseokan harinya
Ryeowook datang untuk menjenguk Yesung lagi dengan membawa berbagai macam bawaan.
“Morning Yesung hyung~~” ucap Ryeowook dengan semangat.
“Wah~~ ceria sekali
kau hari ini Wookie,” ucap Yesung dengan senyumannya yang lebar.
“Tentu saja.Hyung lihatlah apa yang ku bawa,” ucap
Ryeowook sambil mengeluarkan barang-barang yang ia bawa, Yesung pun hanya
senyum-senyum melihat tingkah laku Ryeowook.
“Banyak banget yang
kamu bawa,” ucap Yesung yang terkejut melihat banyaknya bawaan Ryeowook.
“Oh ya hyung, aku bawa ini untukmu,” ucap
Ryeowook sambil menunjukkan sebuah boneka kura-kura pada Yesung. Yesung pun sangat senang
menerima hadiah yang Ryeowook berikan.
“Wah!Boneka kura-kura,
aku sangat suka boneka ini,” ucap Yesung yang kegirangan. Tiba-tiba saja di
tengah rasa senangnya itu,ia merasakan rasa yang sangat sakit pada dadanya.
“Ahhhhhh..” rintih
Yesung kesakitan.
“Hyung kau kenapa?” ucap Ryeowook dengan wajahnya yang sangat
panik,lalu ia segera memanggil dokter.
Ryeowook menunggu di
depan ruangan Yesung,ia menunggu dengan perasaan yang sangat gelisah dan
khawatir. Akhirnya dokter pun keluar dari ruangan Yesung.
“Dokter apa yang terjadi
padanya?” ucap Ryeowook dengan ekspresi yang sangat panik.
“Apakah kau keluarga
Kim Yesung?” ucap sang dokter.
“Ne,aku keluarganya,” tanpa pikir panjang Ryeowook langsung berkata
seperti itu.
“Boleh aku bicara
sebentar?” tanya dokter tersebut.
“Ne,” jawab Ryeowook singkat.
“Kini kondisi
penyakit Kim Yesung sudah sangat parah,
kemungkinan hidupnya sangatlah tipis,” jelas sang dokter. Ryeowook langsung
meneteskan air matanya.
“Apa tidak ada jalan
keluar untuk penyakitnya dok?” tanya Ryeowook sambil terus menangis.
“Ada satu jalan keluar
agar Kim Yesung bisa selamat dari penyakitnya,” jelas dokter.
“Apa dok?” tanya
Ryeowook lagi.
“Melalui cangkok hati.
Selama ini kita sudah mencari seorang pendonor
yang mau mendonorkan hatinya tetapi sampai sekarang kita belum
menemukannya,” ucap dokter. Setelah Ryeowook mendengar penjelasan dokter,ia
termenung sejenak.
“Dokter,aku mau
mendonorkan hatiku padanya,” tegas Ryeowook.
“MWO?Kau serius? Apa
kau tahu resiko dari pencangkokan ini?” tanya dokter yang terkejut mendengar
pernyataan tersebut.
“Ya,apapun yang
terjadi Yesung hyung harus sembuh,aku
tidak mau ia menderita lagi,” jelas Ryeowook.
“Kumohon lakukanlah
hal ini,aku ingin ia sembuh,” ucap Ryeowook dengan sangat memohon. Sang dokter
hanya bisa menghela napas dalam-dalam dan ia pun menuruti permintaan Ryeowook.
“Dokter boleh aku
meminta satu hal padamu?” tanya Ryeowook.
“Apa?” ucap dokter.
“Jangan beritahu
Yesung kalau yang melakukan ini semua adalah aku.Aku yakin jika ia tahu pasti
ia akan menolaknya,” ucap Ryeowook.
“Baiklah,” jawab sang
dokter.
CKLEEKKK~~~
“Wookie kau kemana
saja?Mengapa kau meninggalkanku tadi?ucap Yesung saat melihat Ryeowook masuk
dalam ruangannya.
“Mianhae hyung,tadi
aku habis menemui dokter,” jawab Ryeowook.
“Dokter bilang apa
padamu?” tanya Yesung.
“Dia bilang kau hanya
lelah jadi kau merasakan reaksi seperti tadi,” jawab Ryeowook dan Ryeowook pun
langsung duduk di sebelah Yesung.
“Hyung boleh aku memelukmu sebentar?” ucap Ryeowook dan Ryeowook pun
langsung memeluk Yesung dengan erat dan
tanpa disadari air mata Ryeowook kini membasahi pipinya.Yesung yang melihat
kelakuan Ryeowook merasa bingung.
“Wookie,ada apa
denganmu?” tanya Yesung yang bingung.
“Ani hyung,aku hanya ingin memelukmu,” ucap Ryeowook.
“Hyung
maafkan aku..maafkan aku,” batin Ryeowook.
Hari ini adalah hari
dimana akan dilakukan pencangkokan hati Ryeowook untuk Yesung.
“Maaf,hari ini anda
akan mendapatkan pendonor hati dan ia sudah bersedia apabila operasi dilakukan
sekarang,” ucap dokter pada Yesung.
“MWO?Pendonor hati?
Siapa yang melakukannya?” tanya Yesung ynag penasaran.
“Nanti anda akan tahu
sendiri tetapi sekarang anda harus siap-siap untuk operasi,” jelas sang dokter.
Yesung sangat
penasaran terhadap orang yang sudah sangat baik karena mau mendonorkan
hatinya.Hari itu operasi dilakukan secara lancar, Yesung masih tidak mengetahui
siapa yang telah melakukan hal ini padanya.
Sementara itu kini
Ryeowook tidak akan ada lagi untuk selamanya, tetapi saat sebelum Ryeowook
melakukan operasi,ia menulis pesan pada ahjumma-nya.
Ahjumma
mungkin kemarin adalah hari terakhir kita bertemu karena untuk seterusnya kita
tidak akan bertemu lagi. Ahjumma maafkan aku karena aku harus melakukan hal
ini tanpa sepengetahuanmu,aku takut kau
akan melarangku. Maka dari itu aku sengaja merahasiakannyadarimu.
Ahjumma
tolong jaga Yesung hyung dengan baik, aku ingin saat setelah ia selesai
menjalankan operasi,kau harus menjaganya sampai kondisinya benar-benar sembuh.
Ahjumma
ini pesan terakhirku untuknya dan sampaikanlah pada Yesung hyung bahwa aku sangat mencintainya.
Kim
Ryeowook.
“Apa maksud dari
pesannya ini?” gumam Leeteuk yang masih bingung dengan isi pesan yang
disampaikan Ryeowook. Lalu ia membawa pesan tersebut kepada Yesung. Saat Yesung
membacanya ia pun hanya tercengang dan ia pun langsung bertanya pada dokter
yang mengoperasinya tadi.
“Dok,sebenarnya siapa
yang telah mendonorkan hatinya untukku?” tegas Yesung, dokter pun hanya bisa
terdiam.
“DOKTER KATAKANLAH!!”
bentak Yesung dan akhirnya dokter pun mau mengakuinya.
“Sebenarnya yang melakukan ini semua adalah Kim Ryeowook,dia
memintaku untuk tidak memberitahunya kepada siapapun,” jelas dokter. Pengakuan
dokter tersebut membuat tubuh Yesung lemas seketika dan ia pun langsung jatuh
ke lantai dengan suara tangisannya.
“Mengapa kau lakukan
ini semua Wookie?” lirih Yesung, Leeteuk pun langsung menangis dengan
kerasnya,ia tidak menyangka bahwa keponakannya yang sangat ia sayangi harus pergi
untuk selamanya,lalu kemudian Yesung langsung berdiri dan bertanya tentang
jasad Ryeowook.
“Dokter dimana jasad
Ryeowook?” tanya Yesung. Dokter pun langsung membawa Yesung ke kamar
mayat,disana terlihat tubuh mungil Ryeowook yang terbujur kaku. Yesung dan
Leeteuk menghampiri jasad Ryeowook. Leeteuk terus menangis tanpa henti karena
melihat tubuh keponakan yang sangat ia sayangi sudah terbujur kaku, begitu pula
dengan Yesung,ia tak mampu berkata apa-apa,ia hanya menangis. Yesung langsung
menarik tangan Ryeowook yang terasa dingin lalu ia mengecupnya tangannya sambil
terus mengeluarkan air mata.
bagus,, pada awal dan tengahnya walau sangat mudah d tebak.
BalasHapustapi,pas ahirnya keknya author udah cpe ngetik ya?
ceritanya kek di ringkes sesingkat mungkin..jadi aga bingung. pas tau wookie udah meninggal gua kga
ada terkejut2nya.. mungkin klo bisa bgian itu d buat smenarik mungkin lgi biar bisa lebih bkin shock. udah sgtu aja,, lnjut berkarya ya... go yewook !